Pengaruh macam inokulum dan jenis kacang kedelai yang digunakan terhadap kadar protein terlarut dan total padatan terlarut pada tempe
Abstract
all parameters which showed dissolved protein content of 1,035%, total dissolved solids of 7,00% brix, total protein content of 22,332%, protein digestibility of 4,848%, and water content of 60,298%
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Arumsari NG, Suparthana IP, dan Nocianitri KA. Pengaruh suhu dan lama fermentasi terhadap karakteristik kedelai terfermentasi dalam tahapan produksi sere kedele. Itepa: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 11 (4): 776-787
Astawan M, Wresdiyanti T, dan Maknun L. 2017. Tempe Sumber Zat Gizi dan Komponen Bioaktif untuk Kesehatan. IPB Press, Bogor
Astawan M, Wresdiyati T, Widowai S, Bintari SH, dan Ichsani N. 2013. Karakteristik fisikokimia dan sifat fungsional tempe yang dihasilkan dari berbagai varietas kedelai. Jurnal Pangan 22(3): 241-252. https://doi.org/10.33964/jp.v22i3.102
Badan Pusat Statistik. 2022. Produksi Kedelai Menurut Provinsi (ton), 1993-2015. BPS RI, Jakarta. https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/871
Badan Standarisasi Nasional. 2009. Tempe Kedelai. SNI 01-3144-2009
Barus T, Maya F, dan Hartanti AT. 2019. Peran beberapa galur Rhizopus microsporus yang berasal dari “laru tradisional” dalam menentukan kualitas tempe. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 8 (1): 17-22. https://doi.org/10.17728/jatp.3761
Elisabeth DAA, Ginting E, Yulifianti R. 2017. Respon pengrajin tempe terhadap introduksi varietas unggul kedelai untuk produksi tempe. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 3(20): 183-196
Ernawati F, Prihatini M, dan Yuriestia A. 2016. Gambaran konsumsi protein nabati dan hewani pada anak balita stunting dan gizi kurang di indonesia. Penelitian Gizi dan Makanan 39(2): 95-102
Fujiana F, Pondaag VT, Afra A, Evy F dan Fadly D. 2021. Potensi Pangan Fermentasi Tempe Dalam Mengatasi Kejadian Stunting di Indonesia. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan 15(2): 20–26
Gozali M dan Nurhayati N. 2015. Karateristik tepung kedelai dari jenis impor dan lokal (varietas anjasmara dan baluran) dengan perlakuan perebusan dan tanpa perebusan. Jurnal Agroteknologi 9(02): 191-200
Hadiwijaya Y, Kusumiyati K, dan Munawar AA. 2020. Prediksi total padatan terlarut buah melon golden menggunakan vis-swnirs dan analisis multivariat. Jurnal Penelitian Saintek 25(2):103-114
Haloho JD dan Kartinaty T. 2020. Perbandingan bahan baku kedelai lokal dengan kedelai import terhadap mutu tahu. Journal TABARO Agriculture Science 4(1): 49-55
Kantun W dan Mallawa A. 2015. Respon tuna madidihang (Thunnus albacares) terhadap umpan dan kedalaman pada perikanan handline di Selat Makassar. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 17(1): 1–9
Muchtadi D. 2013. Nutrifikasi Protein (Bagian 1). Nutrifikasi Pangan, (Bagian 1) 1â, 41
Norra BI, Hendrika TP, Rohmah AA dan Nabinya I. 2021. Identifikasi pemahaman umum ayam (gallus gallus) dan ikan mujair (Oreochromis Mossambicus) pada mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi 8(1): 29-36
Noviana I, Qadir A, dan Suwarno FC. 2016. Perilaku biokimia benih kedelai selama penyimpanan dalam kondisi terkontrol. Jurnal Agronomi Indonesia 44(3): 255-260
Nowak J and Szebiotko K. 1992. Some biochemical changes during soybean and pea tempeh fermentation. Food microbiology 9(1): 37-43
Palupi HT dan Saihullah M. 2013. Pembuatan susu tempe kajian pengaruh lama fermentasi tempe dan penggunaan carboxymethyl cellulose (CMC). Teknologi Pangan: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian 5(1).
Saputra, D. 2014. Penentuan daya cerna protein in vitro ikan bawal (Colossoma macropomum) pada umur panen berbeda. ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications 5(2):1127-1133.
Setyawan RH, Saskiawan I, Widhyastuti N, dan Kasirah. 2021. Formulasi makanan pendamping ASI (MP-ASI) bubuk instan terfortifikasi tempe dan jamur tiram putih (Pleorotus ostreatus). Jurnal Biologi Indonesia 17(1): 57–65. DOI: 10.47349/jbi/17012021/57
Sherly S, Putra DA, Siregar A, dan Yuliantini E. 2021. Asupan energi, protein, kalium dan cairan dengan status gizi (SGA) pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan 5(2): 211-220
Syafitri MI dan Lidiasari E. 2014. Pengaruh konsentrasi penambahan tepung tempe terhadap karakteristik tortilla labu kuning (The Effect of Tempe Flour Addition Concentration on Pumpkin Tortilla Characteristics). Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian 19(3): 289–296
Triyono M, Nazaruddin, dan Werdiningsih W. 2017. Uji aktivitas inokulum tempe dari bahan limbah kulit pisang terhadap mutu tempe kedelai. Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan) 3 (1): 200-206
Winarno FG, Winarno W, dan Winarno ADA. 2017. Tempe Kumpulan Fakta Menarik Bedasarkan Penelitian. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Yuda IGYW, Wijaya IMM, dan Suwariani NP. 2018. Studi pengaruh pH awal media dan konsentrasi substrat pada proses fermentasi produksi bioetanol dari hidrolisat tepung biji Kluwih (Actinocarpus communis) dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri 6(2): 115-124. Agric. Agric. Sci. Procedia 3, 255–261. doi:10.1016/j.aaspro.2015.01.04
DOI
https://doi.org/10.21107/agrointek.v20i2.22490Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Nur Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
