Uji toleransi lapang galur-galur tebu terhadap hama penggerek pucuk dan penggerek batang

Sujak Sujak, Dwi Adi Sunarto, Subiyakto Subiyakto

Abstract


Dalam praktek pengelolaan serangga hama komponen penanaman varietas toleran dinilai kompatibel, murah, mudah diterapkan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat toleransi galur galur harapan tebu terhadap  penggerek pucuk dan penggerek batang tebu. Penelitian dilakukan di Kediri, Jawa Timur pada tanaman ratun ke-3 dan di Pati, Jawa Tengah pada tanaman ratun ke-2. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang tiga kali.  Perlakuan terdiri atas 17 galur harapan tebu yaitu MLG 43, MLG 12, MLG 9, MLG 5, MLG 4, MLG 23, MLG 29, MLG 24, MLG 49, MLG 56, MLG 45, MLG 55, MLG 38, MLG 52, MLG 14, MLG 11, JR 01 dan 3 varietas pembanding BL, PS 881, Cenning untuk lokasi Kediri dan Kentung untuk lokasi Pati. Ukuran petak 5 juring x 10 m, dengan PKP 120-135 cm. Parameter pengamatan meliputi serangan penggerek pucuk dan penggerek batang.  Pengamatan dilakukan pada 3 baris tanaman sepanjang 10 m, dilakukan pada waktu tanaman berumur 3 bulan dan 6 bulan setelah tanam. Pada umur 9 bulan dilakukan pengamatan distruktif dengan membelah batang tebu untuk mengukur panjang gerekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengamatan lapang galur MLG 5 dan MLG 52 merupakan galur yang relatif toleran terhadap serangan penggerek pucuk dan penggerek batang. Galur MLG 45, MLG 55, MLG 38 dan MLG 14 tergolong kategori toleransi sedang/moderat dan galur MLG 24 tergolong kategori berat/rentan.


Keywords


uji toleransi; penggerek batang; penggerek pucuk; tebu

References


Achadian, EM., Kristiani, A, Magarey, RC., Sallam, N., Samson, P., Francois-Reges Goebel, & Lonie, K. (2011). Hama dan Penyakit Tebu. Buku saku. Kerjasama P3GI dengan BSES Limited. Australia dan ACIAR. 154 hal. Anonim, 2019. Pelepasan klon PSMLG Agribun 1 dan PSMLG Agribun 2 sebagai Varietas Unggul Tanaman Tebu (SK Mentan nomor 23/KPTS/KB.020/2/2019 dan SK Mentan nomor 24/KPTS/KB.020/2/2019).

Asbani, N. (2012). Observasi hama dan penyakit pada tanaman tebu. Laporan hasil penelitian Balittas tahun anggaran 2012. Balittas Malang.

Balittas. (2019). Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang Pelepasan Tebu Varietas PSMLG 1 AGRIBUN. SK. Nomor: 23/Kpts/KB.020/2/2019. Tanggal: 1 Februari 2019.

Balittas. (2019). Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang Pelepasan Tebu Varietas PSMLG 2 AGRIBUN. SK. Nomor: 24/Kpts/KB.020/2/2019. Tanggal: 1 Februari 2019.

de S. Rossato Jr, J. A., Costa, G. H., Madaleno, L. L., Mutton, M. J., Higley, L. G., & Fernandes, O. A. (2013). Characterization and impact of the sugarcane borer on sugarcane yield and quality. Agronomy Journal, 105(3), 643-648.

Hadisaputro, S. (2011). Sambutan Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Workshop Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Tebu guna mendukung kinerja Industri Gula. Pasuruan 19 Juli 2011. (Diakses 23 Juli 2020).

Heliyanto, B. Djumali, Abdurrahman, & R. Hamidah. 2017. Perakitan varietas tebu dengan rendemen dan produktivitas tinggi untuk pengembangan dilahan kering. Laporan Akhir RPTP TA. 2017. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. 2017.

Irawan. (1993). Pedoman identifikasi penyakit tanaman tebu di Indonesia. Booklet P3GI Pasuruan.

Madan, Y. P., & Singh, M. (2001). Assessment of extent of damage and losses caused by top borer (Scirpophaga excerptalis Walker) in sugarcane in Haryana. Indian Sugar, 51(2), 99-102.

P3GI. (2004). Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang Pelepasan Tebu Varietas Bululawang. SK. Nomor: 322/Kpts/SR.120/5/2004 Tanggal: 12 Mei 2004.

P3GI. (2008). Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang Pelepasan varietas PS 881. SK. Nomor: 1368/Kpts/SR.120/10/2008. Tanggal: 08 Oktober 2008.

P3GI. (2010). Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang Pelepasan varietas Cenning. SK. Nomor: 3679/Kpts/SR.120/11/2010. Tanggal: 12 November 2010.

Pawirosemadi, M. (2011). Dasar-dasar teknologi budidaya tebu dan pengolahan hasilnya. Universitas Negeri Malang. Malang: UM Press, 39-545.

PTPN X. (2008). Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang Pelepasan varietas Kentung. SK. Nomor: 1365/Kpts/SR.120/10/2008. Tanggal: 08 Oktober 2008.

Saibi, AMA., Elna Karnawati. 2015. Serangan penggerek pucuk Scirpophaga excerptalis Walker (Lepidoptera; Pyralidae) pada tiga system tanam tebu (Saccharum officinarum). Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 21(4), 161-166.

Sallam, N., Achadian, E., Kristini, A., Sochib, M., & Adi, H. (2010). Monitoring sugarcane moth borers in Indonesia: towards better preparedness for exotic incursions. In Proceedings of the 2010 Conference of the Australian Society of Sugar Cane Technologists held at Bundaberg, Queensland, Australia, 11-14 May 2010 (pp. 181-192). Australian Society of Sugar Cane Technologists.

Samoedi, D. (1993). Pengendalian penggerek pucuk di PT. Perkebunan 14 (pesero). Berita Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia. No. 10. 121-123.

Sudarsono, H., Sunaryo, S., & Saefudin, S. (2011). Intensitas Kerusakan pada Beberapa Varietas Tebu Akibat Serangan Penggerek Pucuk Tebu (Scirpophaga nivella intacta) setelah Aplikasi Zat Pemacu Kemasakan Isoprophylamine Glyphosate. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 11(3).

Sujak, S., Sunarto, D. A., & Nurindah, N. (2016). INFESTASI Scirpophaga excerptalis Walker (Lepidoptera: Pyralidae) pada beberapa kondisi pertanaman tebu di lahan kering. Inisiasi, 5(1).

Verma, S. K., Lal, K., & Singh, S. B. (2004). Effect of top borer (scirpophaga exerptalis wlk.) infestation on quality of jaggery. Sugar Tech, 6(3), 191-192.

Wirioatmodjo, B. (1978). Biologi lalat Jatiroto, Diatraeophaga striatalis Townsend, dan penerapannya dalam pengendalia penggerek berkilat, Chilo auricilius Dudgeon=. Berita nomor 1/1977. Berita Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v14i1.8506

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Sujak Sujak, Dwi Adi Sunarto, Subiyakto Subiyakto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.