Pengaruh Intensitas Penyiraman terhadap Persemaian Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Media Semai Pelepah Batang Pisang di Kelompok Tani Margo Utomo Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur

Zainatu Lutfiana, Laratus Fangohoi, Muhammad Saikhu

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggaruh penggunaan pelepah batang pisang sebagai media semai cabai rawit (Capsicum frutescents L.). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2019 sampai dengan tanggal 15 April 2019, di Kelurahan Bence, Garum, Blitar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakukan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah intensitas penyiraman terhadap persemaian cabai rawit, sebagai berikut: (C0). Tanpa penyiraman; (C1). Penyiraman 1 kali sehari; (C2). Penyiraman 2 kali sehari dan (C3). Penyiraman 3 kali sehari. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah daun dengan interval pengamatan 5 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelepah batang pisang bisa digunakan sebagai media semai cabai rawit. Berdasarkan hasil pengamatan, perlakuan (C1) menunjukkan hasil yang terbaik. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan terhadap parameter pada akhir penelitian (27 HSS), yang meliputi: rata-rata tinggi tanaman sebesar 13,6 cm dan  rata-rata jumlah daun 4 helai. Penggunaan pelepah batang pisang memberikan pengaruh terhadap intensitas penyiraman pada persemaian cabai rawit (Capsicum frutescents L.). Intesitas penyiraman terbaik adalah pada perlakuan C1 dengan penyiraman 1 kali sehari.


Keywords


Cabai Rawit; Pelepah Batang Pisang; Penyiraman; Persemaian

References


BPS. 2015. Jumlah Rumah Tangga Usaha Hortikultura Jumlah Pohon Rumpun Luas Tanam dan Rata-Rata Jumlah Pohon Rumpun Luas Tanam yang Diusahakan Dikelola Per Rumah Tangga Menurut Jenis Tanaman Hortikultura Tahunan. https://blitarkab.bps.go.id/. [15 Desember 2018]

BPS. 2015. Produksi Pisang Di Indonesia. https://www.bps.go.id/. [15 Desember 2018]

BPS. 2016. Kecamatan Garum Dalam Angka 2016. Katalog BPS. 1403. 3505. 160. Blitar

Nurwahijab. 2016. Kandungan Ndf (Neutral Detergent Fiber) dan Adf (Acid Detergent Fiber) Silase Pakan LengSkap Berbahan Utama Batang Pisang (Musa Paradisiaca) Dengan Lama Fermentasi Yang Berbeda.

Pandia, Ekarian S, Dkk. 2017. Pemanfaatan Limbah Batang Pisang seagai Media Tanam di Desa Peunaron Lama Kecamatan Peunaron Kabupten Aceh Timur. Jurnal Jeumpa, 4 (1)- Juni 2017.

Pangestika, Rike. 2017. Efektivitas Getah Batang Semu Pisang Ambon (Musa acuminata) dan Getang Batang Semu Pisang Kepok (Musa balbisiana) pada Penyembuhan Luka Bakar Mencit (Mus musculus). Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta.

Sari, Rifa Meri Puspita, DKK. 2016. Pengaruh Frekuensi Penyiraman dan Dosis Pupuk Kandang Ayam. Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakchoy (Brassica rapa L. var. chinensis). Jurnal Produksi Tanaman Vol. 4 No. 5, Juli 2016: 342-351.

Sukarman Hi, Ja’far., Alfonsius Thomas, Josephus. I. Kalangi dan Marthen. T. Lasut. 2012. Pengaruh Frekuensi Air terhadap Pertumbuhan Bibit Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil). Manado.

Wahyudi, Imam dan Abror. 2014. Pengaruh Tinggi dan Jenis Bahan Naungan Pembibitan Terhadap Vigor Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.). Nabatia, Vol. 11, No. 1, Juli 2014. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v12i2.5605

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Zainatu Lutfiana, Laratus Fangohoi, Muhammad Saikhu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.