Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Odot dan Kacang Tanah Pada Sistem Pertanian Campuran dengan Berbagai Jarak dan Waktu Tanam

Alama Dian Rahayu

Abstract


Penelitian bertujuan mengkaji perlakuan jarak tanam rumput gajah var. odot dan waktu tanam kacang tanah terhadap pertumbuhan serta produksi rumput gajah var. odot dan kacang tanah. Penelitian lapang dilaksanakan di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Analisis karakteristik tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang dari bulan September 2020 sampai Februari 2021. Percobaan faktorial 2 x 4 dengan rancangan acak kelompok dengan 3 kelompok ulangan. Faktor pertama jarak tanam rumput gajah var. odot terdiri dari J1 : 90 cm x 60 cm, dan J2 : 90 cm x 45 cm. Faktor kedua waktu tanam kacang tanah terdiri dari T1 : 2 minggu sebelum potong paksa, T2 : 1 minggu sebelum potong paksa, T3 : pada saat potong paksa, dan T4 : 1 minggu setelah potong paksa. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis varians dan selanjutnya diuji menggunakan uji Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan jarak tanam rumput gajah var. odot berpengaruh nyata pada jumlah polong kacang tanah, sedangkan perlakuan waktu tanam kacang tanah menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan berat basah rumput odot, tinggi, jumlah daun, dan berat 100 biji kacang tanah. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa budidaya kacang tanah dapat direkomendasikan untuk ditanam campur dengan rumput gajah var. odot.


Keywords


kacang tanah; pertumbuhan; produksi; rumput gajah var.odot; sistem pertanaman campuran

References


Amin, A. A., Yulia, A. E., & Nurbaiti. (2017). Pemanfaatan limbah cair tahu untuk pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy ( Brassica rapa L.). J. JOM Faperta, 4(2), 1-11.

Amin, M., & Zubaidah, S. (2018). Respon pupuk urea dan pupuk kandang terhadap jarak tanam dan produksi rumput gajah odot (Pennisetum purpureum. Cv.mott). J. Ilmiah Peternakan, 6(1), 20-26.

Balitkabi. (2018). Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Info Teknologi, Katana 1 dan Katana 2. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/katana-1-dan-katana-2-kacang-tanah-provitas-tinggi-dan-tahan-penyakit-layu-bakteri/. Diakses tanggal 10/4/2021.

BMKG. 2019. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Semarang. https://dataonline.bmkg.go.id/aksems_data. Diakses tanggal 10/1/2021.

BPS. 2017. Kabupaten Semarang dalam Angka 2017. Ungaran, Kabupaten Semarang.

BPS. 2019. Kecamatan Ungaran Timur Dalam Angka 2019. Ungaran, Kabupaten Semarang.

Dharmawangsa. L., Nujanah, U., Pujiwati, H., Setyowati, N., & Prasetyo, P. (2020). Nilai kesetaraan lahan dan hasil jagung manis tumpangsari dengan kacang-kacangan di pertanian organik. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020. ISBN: 978-979-587-903-9, 224 – 236.

Kesuma, A., Nurmauli, N., Timotiwu, P. B., & Hamim, H. (2018). Efisiensi pupuk urea dan lahan dalam meningkatkan hasil jagung “double row” pada pola tanam tumpang sari dengan kacang tanah. J. Penelitian Pertanian Terapan, 18(3), 153-158.

Lasamadi, R. D., Malalantang, S. S., Rustandi, & Anis, S. D. (2013). Pertumbuhan dan perkembangan rumput gajah dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang diberi pupuk organik hasil fermentasi em4. Zootek, 32(5), 158-171.

Lestari, A. T., Aksarah, A., & Noer, H. (2020). Pengaruh waktu tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis yang ditumpangsarikan dengan tanaman kacang tanah. Agrotech, 1(1), 1-8.

Luthfiana, H. A., Haryono, G., & Historiawati. (2019). Hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) pada jarak tanam dan mulsa organik. J. Vigor, 4(1), 18-23.

Manyamsari, I., & Mujiburrahmat. (2014). Karakteristik petani dan hubungannya dengan kompetensi petani lahan sempit. J. Agrisep, 15(2), 58-74.

Permanasari, I., & Kastono, D. (2012). Pertumbuhan tumpangsari jagung dan kedelai pada perbedaan waktu tanam dan pemangkasan jagung. J. Agroteknologi. 3(1), 13-21.

Rosmaiti, Iswahyudi, & Azhari. (2017). Pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogeae, L) pada berbagai ukuran benih dan kedalaman olah tanah. J. Agrosamudra, 4(2), 46-58.

Sadmaka, Suwardji, & Hemon, A. F. (2017). Pertumbuhan dan hasil kacang tanah yang diberi rhizobium pada cekaman kekeringan. J. Agroteksos, 26(2), 1-10.

Saputro, A.L., Hamid, I. S., Prastiya, R. A., & Purnama, M. T. E. (2018). Hidroponik fodder jagung sebagai substitusi hijauan pakan ternak ditinjau dari produktivitas susu kambing sapera. J. Medik Veteriner, 1(2), 48-52.

Sari, R., & Prayudyaningsih. (2017). Peran extracellular polysaccharides (eps) dalam simbiosis legum-rhizobia. J. Info Teknis EBONI, 14(2), 77-88.

Sirenden, R. T., Anwar, M., & Damanik, Z. (2016). Pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max Merr) yang diberi pupuk nitrogen dan molibdenum pada tanah podsolik merah kuning. J. Agrium, 13(2), 69-74.

Sulaiman, W. A., Dwatmaji, & Suteky, T. (2018). Pengaruh pemberian pupuk feses sapi dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) di Kabupaten Kepahiang. J. Sain Peternakan Indonesia, 13(4), 365-376.

Suryantini. (2015). Monograf balitkabi no. 13 : pembintilan dan penambatan nitrogen pada tanaman kacang tanah. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. ISBN 978-602-95497-7-5.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v14i2.11212

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Alama Dian Rahayu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.