Deteksi perakaran kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan metode geolistrik resistivitas

Catur Wasonowati, Endang Sulistyaningsih, Didik Indradewa, Budiastuti Kurniasih

Abstract


Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) sebagai tanaman multiguna dan mengandung zat nutrisi yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan bahan pangan alternatif. Tanaman dengan perakaran yang baik mampu tumbuh, berkembang dan berproduksi secara maksimal.  Pengambilan sampel akar kelor dengan cara destruktif membutuhkan waktu yang lama dan kurang efektif serta membutuhkan tenaga kerja. Salah satu metode non destruktif adalah menggunakan metode geolistrik resistivitas (tahanan jenis) untuk mendeteksi akar tanaman dan mempelajari hubungan tanah dan akar. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bluto dan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  2017. Penelitian untuk mengetahui bagaimana pola sebaran akar tanaman kelor. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sebaran akar primer, sekunder, dan tersier pada tanaman kelor dengan metode geolistrik. Sebaran akar kelor di Bluto dan Guluk-guluk bervariasi terdiri dari akar tersier, sekunder dan primer dapat dilihat hasil resistivitas secara horisontal dan vertikal. Nilai resistivitasnya  lokasi tanam kelor di Bluto lebih tinggi dibandingkan dengan di Guluk-guluk.


Keywords


akar; kelor; geolistrik; resistivitas

References


Al Hagrey, S.A. dan J. Michaelsen. (1999). Resistivity and percolation study of prefential flow in Vadose Zone at Bokhorst, Germany. J. Geophysics. 64(3), 746 – 753.

Arifin, Z dan E.T.S. Putra. (2015). Panduan alat geolistrik. Laboratorum Ilmu Tanaman. Jurusan Agronomi. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Arifin, Z, M. Sarwendah, E.T.S. Putra. (2015). Metode geolistrik dalam penentuan sebaran akar kelapa sawit. Prosiding Seminar Nasional. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada

Islami, T dan W. H. Utomo, (1995). Hubungan tanah, air dan tanaman. IKIP Semarang Press. 297p.

Makkar dan Becker, (1996). Nutrient and antiquality factors in different morphological parts of the Moringa oleifera tree. J.Agric. Sci. Cambridge. 128, 311-322.

Martoyo, K. (2001). Perananan Beberapa Sifat Fisik Tanah Ultisol Pada Penyebaran Akar Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit 9 (3), 103–110.

Miftahuddina, Joko Sampurnoa, Andi Ihwana. (2016). Pendugaan Sebaran Akar Kelapa Sawit Pada Lahan Gambut Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resitivitas. Prisma Fisika, 4(3), 114 – 120.

Nazari, Y. A dan Sota, I. (2012). Deteksi sebaran akar kelapa sawit dengan metode geolistrik resistivitas.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v14i2.10064

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Catur Wasonowati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.