Penggunaan biochar anorganik nitrogen dalam menghasilkan perkembangan dan produksi tanaman sawi pakchoy pada tanah lapisan bawah (sub soil)

Zainol Arifin, Ida Sugeng Suyani

Abstract


Pemanfaatan biochar dalam budidaya tanaman mulai banyak digunakan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui berat bobot pada pemanfaatan biochar, serta meningkatkan hasil pada penggunaan bichar. Rancangan menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu Faktor pertama Biochar: (jengkok tembakau) B0  Kontrol (Tanpa Biochar)  B1 Biochar (200 g/polybag) Faktor kedua  Dosis Nitrogen (urea) N0Kontrol (Tanpa Urea), N1 50 kg/ha (0,4 g/polybag) N100 kg/ha (0,8 g/polybag). Hasil penelitian diperoleh terdapat interaksi antara kedua faktor perlakuan terhadap jumlah daun umur 21 hari dan berat basah tanaman (g) pada umur 28 hari 200 g/polybag – 0,4 g/ polybag pertumbuhan tanaman terbaik terdapat pada dosis 200 g/polybag, dengan tinggi tanaman (24,89 cm), jumlah daun (20,69 helai), luas daun (749,29 cm), berat basah (262,56 g), berat kering (19,09 g), sedangkan pertumbuhan terbaik pada dosis nitrogen 100kg/ha – 0,8 g/polybag, di tinjau dari tinggi tanaman(25,88 cm), jumlah daun (21,38 helai), luas daun (805,44 cm), dan hasil tanaman sawi terbaik terdapat pada perlakuan biochar 200 g/polybag dengan pupuk nitrogen 0,4-0,8 g/polybag yakni 260,33-260,67 g/pertanaman.


Keywords


biochar; nitrogen,; sawi

References


Agroklimat, P. P. D. P. T. D. (2004). Teknologi konservasi tanah pada ahan kering berlereng. Puslitbang tanah dan Agroklimat. Bogor.

Annisava, A. R., Anjela, L., & Solfan, B. (2014). Respon Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)Terhadap Pemberian Beberapa Dosis Bokhasi Sampah Pasar Dengan Dua Kali Penanaman Secara Vertikultur. Jurnal Agroekoteknologi, 5(1), 17–24.

Astuti, D. H., Sani, S.-, Yuandana, Y. G., & Karlin, K.-. (2018). Kajian Karakteristik Biochar Dari Batang Tembakau, Batang Pepaya Dan Jerami Padi Dengan Proses Pirolisis. Jurnal Teknik Kimia, 12(2), 41–46. https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1083

Atkinson, C. J., Fitzgerald, J. D., & Hipps, N. A. (2010). Potential mechanisms for achieving agricultural benefits from biochar application to temperate soils: A review. Plant and Soil, 337(1), 1–18. https://doi.org/10.1007/s11104-010-0464-5

Atmojo, S. . (2003). Peranan Bahan Organik terhadap kesuburan tanah dan upaya pengelolahannya. University Sebelas Maret Surakarta Press.

Bian R, Josepah S, Cuia L, Pana G, Lia L, Liua X, Zhanga A, Rutlidgef X, Wonge S, Chiac C, Marjo C, Gong B, Munroe P, D. S. (2014). A three year experiment confirms continuous immobilization of cadmium and lead in contaaminated paddi field with biocharamendment. Journal of Hazardous materials.

C, S. (2007). Soil charcoal amendments maintain soil fertility and establish arbon sink-research and prospects. Sol Ekology Res Dev.

Chen, T., Niu, R. Q., Wang, Y., Li, P. X., Zhang, L. P., & Du, B. (2011). Assessment of spatial distribution of soil loss over the upper basin of Miyun reservoir in China based on RS and GIS techniques. Environmental Monitoring and Assessment, 179 (1–4), 605–617. https://doi.org/10.1007/s10661-010-1766-z

Erawan, D., Yani, W. O., & Bahrun, A. (2013). Growth and Yield of Mustard (Brassica juncea L.) under Various Dosages of Urea Fertilizer. Jurnal Agroteknos Maret, 3(1), 19–25. http://faperta.uho.ac.id/agroteknos/Daftar_Jurnal/2013/2013-1-04-Dedi Erawan.pdf

Erwiyono, R. (2005). Aasan media tanam tanah di pembibitan perlu dicampur dengan pupuk kandang. Warta pusat penelitian tanaman perkebunan Indonesia.

Fahrudin, F. (2009). Budidaya Caisim (Brassica juncea L.) Menggunakan Ekstrak Teh Dan Pupuk Kascing. 4(3), 1–31.

Fiona, F. (2010). Pemanfaatan Arang Sekam untuk Memperbaiki Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) pada Media Subsoil.

Furidah, N. (2018). Peran Keanekargmn Hayati Untuk Mendukung Indonesia Sebagai Lumbung Panggan Dunia. Semnar Nasionl dalm Rangak Dies Natatalis.

Gani, A. (2009). Biochar penyelamat Lingkungan. Warta Penelitian Pertanian.

Hanafiah, AS.T.Sabrina dan H, G. (2010). Biologi dan Ekologi Tanah. FP-Medan.

Hardjowigeno, S. (2003). Ilmu Tanah. Jakarta Akademika pressindo.

Hidayat, T.C.G.Simangunsong, L. E. da. Y. H. (2007). Pemanfaatan berbagi limbah pertnian untuk pembenah mediah tanam bibit kelapa sawit. J. Penelitian Kelapa Sawit PPKS, 1(Kelapa Sawit).

Indonesia, P. S. I. G. (2015). http://Ilmugeografi.com/Ilmu -Bumi/Tanah/lapisan-Tanah.Diakses. Pusat Studi Ilmu Geografi Indonesia.

Ippolito, J. A., Laird, D. A., & Busscher, W. J. (2012). Environmental Benefits of Biochar. Journal of Environmental Quality, 41(4), 967–972. https://doi.org/10.2134/jeq2012.0151

Ismaill, M. B. A. B. (2011). Pemanfaatan Biochar Untuk Perbaikan Kualitas Tanah. Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).

Istarofah, & Salamah, Z. (2017). Pertumbuhan tanaman sawi hijau (brassica juncea L.) dengan pemberian kompos berbahan dasar daun paitan (thitonia diversifolia). Bio-Site, 03(1), 39–46.

K., W. (2010). Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Perombakan Anaerob Limbah Makanan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Jurusan Biologi Fakultas MIPA] Universitas Negeri Sebelas Maret.

Kimetu, J. M., Lehmann, J., Ngoze, S. O., Mugendi, D. N., Kinyangi, J. M., Riha, S., Verchot, L., Recha, J. W., & Pell, A. N. (2008). Reversibility of soil productivity decline with organic matter of differing quality along a degradation gradient. Ecosystems, 11(5), 726–739. https://doi.org/10.1007/s10021-008-9154-z

Komalasari, O., & Fauziah, K. (2009). Pengaruh Kualitas Biji Pada Berbagai Taraf Pemupukan Nitrogen Terhadap Vigor Benih Jagung. Dalam Prosiding Seminar Nasional Serealia. Balai Penelitian Tanaman Serealia, 978–979. http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2016/12/44.pdf

Lahadassy, J. (2007). Pengaruh Dosis Pupuk Organik Padat Daun Gamal Terhadap Tanaman Sawi. J. Agrisistem, 3(6), 51–55.

Lakitan, B. (1008). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Lehmann, J., Rillig, M. C., Thies, J., Masiello, C. A., Hockaday, W. C., & Crowley, D. (2011). Biochar effects on soil biota - A review. Soil Biology and Biochemistry, 43(9), 1812–1836. https://doi.org/10.1016/j.soilbio.2011.04.022

Lestariningsih, A. (2012). Meramu Media Tanam Untuk Pembibitan. Cahaya Atm Pusat. Yogyakarta.

Lingga, P. dan M. (2007). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Edisi Revisi Penebar Swadaya. Jakarta.

Mas’ud, H. (2009). Sistem Hidroponik dengan Nutrisi dan Media Tanam Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada. Media Litbang Sulteng, 2(2), 131–136. http://jurnal.untad.ac.id

Mawardiana, Sufardi, & Edi, H. (2013). Pengaruh Residu Biochar dan Pemupukan NPK terhadap Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Padi Musim Tanam Ketiga. Konservasi Sumber Daya Lahan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 1(1), 16–23.

Ngantung, J. A. B., Rondonuwu, J. J., & Kawulusan Rafli I. (2018). Pemberian Pupuk Organik Dan Anorganik Di Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur. Eugenia, 24(1), 44–52.

Nurul, mas’ud waqiah. (2013). Persepsi Masyarakat Terhadap Perawatan Ortodontik Yang Dilakukan Oleh Pihak Non Profesional, 53(9), 1689–1699.

Rahardjo, M., & Pribadi, E. R. (2020). Pengaruh Pupuk Urea, Sp36, Dan Kcl Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb). Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 16(3), 98. https://doi.org/10.21082/jlittri.v16n3.2010.98-105

Risnawati. (2010). Pengaruh Pemberian Pupuk Urea dan Beberapa Formula Pupuk Hayati Rhizobum Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merril) di Tanah Masam Ultisol.

Rondon, M. A., Lehmann, J., Ramírez, J., & Hurtado, M. (2007). Biological nitrogen fixation by common beans (Phaseolus vulgaris L.) increases with bio-char additions. Biology and Fertility of Soils, 43(6), 699–708. https://doi.org/10.1007/s00374-006-0152-z

Rubatzky VE, Y. (2011). sayuran dunia 2, prinsip, produksi dan gizi. edisi kedua Bandung: ITB Ganesha.

Salamah, Z. (2016). Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal ( Mol ) Maja Untuk Meningkatkan Kualitas Pertumbuhan. 695–710.

Sanusi, A. A., Setyono, & Adimihardja, A. A. (2015). Pertumbuhan dan produksi sawi manis (Brassica juncea L.) pada berbagai dosis kompos ternak sapi dan pupuk N, P dan K. Jurnal Agronida, 1(1), 1–6.

Sarif, P., Hadid, A., & Wahyudi, I. (2015). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Akibat Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Urea. J. Agrotekbis 3, 3(5), 585–591.

Sigit. (2001). Pupuk Akar Jenis dan aplikasinya. Penebar Swadaya Cetakan 1. Jakarata.

Talkah, A. (2010). prospek jengkok tembakau industri rokok sebagai pupuk organik dengan baku mutu Nasional. Uniska Press. kediri.

Tania, N., Astina, & Budi, S. (2012). Pengaruh pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi pada tanah podsolik merah kuning. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian, 1(1), 10–15.

Teuku Omaranda Muhadiansyah, Setyono, S. A. A. (2016). Efektivitas Pencampuran Pupuk Organik Cair Dalam Nutrisi Hidroponik pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada ( Lactuca sativa L .). J. Agronida, 2(April), 37–46.

Triadiati, T., Pratama, A., & Abdulrachman, S. (2012). Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Nitrogen pada Padi (Oryza sativa L.) Dengan Pemberian Pupuk Urea yang Berbeda. Anatomi Dan Fisiologi, XX(2), 1–14. https://doi.org/10.14710/baf.v20i2.4767

Trop, T. (2009). Pengaruh Kombinasi NPK dan Pupuk Kandang terhadap Sifat Tanah dan Pertumbuhan serta Produksi Tanaman Caisim. Jurnal Tanah Tropika, 14(3), 211–219. https://doi.org/10.5400/jts.2017.v22i1.47-53

Utomo, S. W. H. (2012). Peranan Biochar Sebagai Pembenah Tanah Pada Pertanaman Jagung Di Tanah Lempung Berpasir (Sandy Loam) Semiarid Tropis Lombok Utara. Jurnal Buana Sains, 12(1), 91–98.

Wahyudi. (2010). Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Zulkarnain. (2013). Budidaya Sayuran tropis. Jakarta.bumi aksara.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v15i1.9823

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 zainol arifin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.