Keragaman Genetik dan Nilai Duga Heritabilitas Galur Harapan Kacang Bambara (Vigna Subterranea (L.) Verdc.)

Siti Fatimah, Ariffin Ariffin, Ardiarini Noer Rahmi, Kuswanto Kuswanto

Abstract


Permasalahan utama dalam pengembangan kacang bambara di Indonesia adalah rendahnya produktivitas di tingkat petani yang disebabkan oleh penanaman galur lokal dengan tingkat keragaman yang tinggi. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan merakit varietas unggul dengan memanfaatkan galur-galur lokal yang ada melalui seleksi, misalnya metode seleksi single seed descent (SSD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik di antara galur-galur harapan kacang bambara hasil seleksi single seed descent berdasarkan data kuantitatif karakter morfologi. Penelitian menggunakan 11 galur harapan hasil seleksi SSD galur-galur lokal kacang bambara dari daerah sentra penanaman di Jawa Timur dan Jawa Barat dan satu galur pembanding koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Hampir semua parameter pertumbuhan yang diamati menunjukkan adanya keragaman diantara dua belas galur harapan yang diuji,  tetapi tidak menunjukkan adanya keragaman pada parameter hasil.  Karakter  yang mempunyai nilai heritabilitas dalam arti luas kategori tinggi (˃50%-100%) adalah karakterjumlah daun, lebar daun terminal, panjang daun terminal, panjang petiole, panjang internode, bobot brangkasan basah, jumlah bunga, jumlah ruas, jumlah polong, bobot polong per polong, bobot brangkasan kering, panjang polong dan jumlah biji.


Keywords


Kacang bambara; keragaman genetik; seleksi single seed descent; heritabilitas

References


Arif, A., Kendarini, N., & Kuswanto. (2016). Evaluation of genetic purity on 20 genotypes of Bambara groundnut ( Vigna subterranea L . Verdcourt ) selected from single seed descent morphological characters. Jurnal Produksi Tanaman, 4(3), 169–173. http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/277/268

Austi, I. R., & Damanhuri. (2014). Keragaman dan kekerabatan pada proses penggaluran kacang bogor ( Vigna subterranea L . Verdcourt ) jenis lokal.

Berchie, J. N., Adu-Dapaah, H., Sarkodie-Addo, J., Asare, E., Agyemang, A., Addy, S., & Donkor, J. (2010). Effect of seed priming on seedling emergence and establishment of four bambara groundnut (Vigna subterranea L. Verdc.) landraces. Journal of Agronomy, 9(4), 180–183. https://doi.org/10.3923/ja.2010.180.183

Dhanwani, R. K., Sarawgi, A. K., Solanki, A., & Tiwari, J. K. (2013). Genetic variability analysis for various yield attributing and genetic variability analysis for various yield attributing and quality traits in rice (O. sativa L.). Supplement on Genetics & Plant Breeding, 8(4), 1403–1407.

Enen, R., Manggung, R., Qadir, A., & Ilyas, S. (2016). Fenologi , Morfologi , dan Hasil Empat Aksesi Phenology , Morphology , and Yield of Four Bambara. 44(1), 47–54.

Fatimah, S., ARIFFIN, A., RAHMI, A. N., & KUSWANTO, K. (2020). Tolerance and determinants of drought character descriptors of the Madurese landrace bambara groundnut (Vigna subterranea). Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 21(7), 3108–3116. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210731

Kouassi, N. J., & Zoro Bi, I. A. (2010). Effect of sowing density and seedbed type on yield and yield components in bambara groundnut (Vigna Subterranea) in woodland savannas of Cote D’ivoire. Experimental Agriculture, 46(1), 99–110. https://doi.org/10.1017/S0014479709990494

Ning Fias, N. A., Purnamaningsih, S. L., & Kuswanto, K. (2015). An Agronomical characters on 18 selected genotypes of Bambara groundnut (Vigna Subterranea (L.) VERDCOURT). Jurnal Produksi Tanaman, 3(2). http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/195

Nuryati, Soegianto, A. and K. (2014). Genetik relationship and variability among Indonesian purified local lines of Bambara groundnut ( Vigna subterranea ( L .) Verdc .) based on morphological characters. 3, 18–24.

Ouedraogo, M., Ouedraogo, J., Tignere, J., Bilma, D., Dabire, C., & Konate, G. (2008). Characterization and evaluation of accessions of Bambara groundnut (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) from Burkina Faso. Sciences & Nature, 5(2), 191–197. https://doi.org/10.4314/scinat.v5i2.42164

Redjeki, E. S. (2003). Pengaruh seleksi galur murni pada populasi campuran terhadap hasil tanaman kacang bogor ( Vigna subterranea ( L .) Verdcourt ). Agrofish, 3(1412), 97–105.

Redjeki, E.S., (2007). Pertumbuhan dan Hasil TanamanKacang Bogor (Vigna subterranean (L.) Verdcourt) Galur Gresik dan Bogor Pada BerbagaiWarnaBiji. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian. P. 114-118.

Singh, R.K. and B.D. Chaudhary. (1979). Biometrical Methods in Quantitative Genetic Analysis. Kalyani Publishers. New Delhi. 304p

Suwanprasert, J., T. Toojinda, P. Srivines, S. Chanprame. (2006). Hybridization technique for bambara groundnut. Breeding Science, 56, 125-129.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v13i2.8498

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Siti Fatimah, Ariffin Ariffin, Ardiarini Noer Rahmi, Kuswanto Kuswanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.