Serangan Virus Kuning Terong pada Induksi Ekstrak Daun Clerodendrum japonicum dan Mirabilis jalapa

Fahri Ali, Rennanti Lunnadiyah Aprilia

Abstract


Permasalahan utama budidaya terong saat ini adalah serangan patogen virus kuning. Akibat dari serangan tersebut produksi terong menurun secara drastis. Usaha pengendalian serangan virus kuning yang efetktif, murah dan mudah diterapkan oleh petani adalah penggunaan varietas tahan. Sampai saat ini diketahui belum ada varietas terong yang tahan terhadap virus kuning. Ketahanan tanaman terhadap patogen tidak selalu diperoleh melalui program pemuliaan tanaman. Ketahanan dapat diperoleh dengan menginduksi ketahanan dengan menggunakan suatu agens penginduksi. Tujuan penelitian ini yaitu : mengetahui pengaruh induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong dan mengetahui pengaruh interaksi antara varietas terong dengan induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 2 x 3 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas terong : terong hijau dan terong ungu dan induksi ekstrak daun : tanpa induksi, induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning serta hasil tergantung dari varietas yang dicoba. Pada terong hijau, induksi ekstrak daun tidak berpengaruh terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning, sedangkan pada terong ungu induksi ekstrak daun dapat mengurangi persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning. Hasil terong hijau tidak meningkat dengan induksi ekstrak daun, sedangkan hasil terong ungu meningkat dengan induksi ekstrak daun.


Keywords


Virus kuning; terong; hortikultura

References


Ardiansyah, L. Nuraida, N. Andarwulan. 2003. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Beluntas (Plucea indica L.) dan Stabilitas Aktivitasnya pada Berbagai Konsentrasi Garam dan Tingkat pH. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan. 14(2):90–97.

Ariyanti, N.A. 2007. Kajian kestabilan produktivitas cabai keriting di daerah endemis virus kuning dengan optimalisasi nutrisi tanaman [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Azhar-ul-Haq, A. Malik, S. Khan, P. Muhammad. 2006. Coumaroyl Adenosine and Lignan Glycoside from Amaranthus spinosus L. Polish Journal of Chemistry. 80(2):259–263.

Duriat, A.S. 2008. Pengaruh Ekstrak Bahan Nabati dalam Menginduksi Ketahanan Tanaman Cabai terhadap Vektor dan Penyakit Kuning Keriting. Jurnal Hortikultura. 18(4):446–456.

El dougdoug, K., H.H.A. Gomma, R. Daoud. 2007. Elimination of some viruses infecting tomato plants by phytoantivirus. Research Journal of Agriculture and Biological Sciences. 3(6):994–1001.

Funayama, S., I. Terashima. 2006. Effects of Eupatorium yellow vein virus infection on photosynthetic rate, chlorophyll content and chloroplast structure in leaves of Eupatorium makinoi during leaf development. Functional Plant Biology. 33(2):165–175.

Gunaeni, N., A.W. Wulandari, A. Hudayya. 2015. Pengaruh Bahan Ekstrak Tanaman terhadap Pathogenesis Related Protein dan Asam Salisilat dalam Menginduksi Resistensi Tanaman Cabai Merah terhadap Virus Kuning Keriting. Jurnal Hortikultura. 25(2):160–170.

Hersanti. 2005. Analisis Aktivitas Enzim Peroksidase dan Kandungan Asam Salisilat dalam Tanaman Cabai Merah yang Diinduksi Ketahanannya terhadap Cucumber Mosaic Virus (CMV) oleh Ekstrak Daun Bunga Pukul Empat (Mirabilis Jalapa). Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 11(1):13–20.

Kuc, J. 1987. Plant Immunization and its Applicability for Disease Control. pp. 225-272. In I. Chet (ed.), Innovative Approaches to Plant Disease Control. New York (US): John Wiley.

Kurnianingsih, L., T.A. Damayanti. 2012. Lima Ekstrak Tumbuhan untuk Menekan Infeksi Bean common mosaic virus pada Tanaman Kacang Panjang. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 8(6):155-160.

Morales, F.J., P.K. Anderson. 2001. The emergence and dissemination of whitefly transmitted gemini viruses in Latin America. Journal of Virology. 146:415-441.

Rong-hua, L., G. Pei-guo, M. Baum, S. Grando, S. Ceccarelli. 2006. Evaluation of Chlorophyll Content and Fluorescence Parameters as Indicators of Drought Tolerance in Barley. Agricultural Science in China. 5(10):751–757.

Setiawati, W., R. Murtiningsih, N. Gunaeni, T. Rubiati. 2008. Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati Dan Cara Pembuatannya Untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Bandung (ID): Balai Penelitian Tanaman Sayuran.

Subekti, D., S.H. Hidayat, E. Nurhayati, S. Sujiprihati. 2006. Infeksi Cucumber Mosaic Virus dan Chili Veinal Mottle Virus terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai. Jurnal Hayati. 13(2):53–57.

Suganda, T., E. Rismawati, E. Yulia, C. Nasahi. 2001. Effectiveness of several chemical substances and crude leaf extracts in inducing resistance of rice plant against cercospora leafspot. Jurnal Bionatura. 4(1):17–28.

Vardhana, H.S. 2011. In vitro antibacterial activity of Amaranthus spinosus root extracts. Pharmacophore. 2(5):229–234.

Verma, H.N., V.K. Baranwal, S. Srisavasta. 1998. Antiviral substances of plant origin, p.154-162. In A. Hadidi, K. R. Khetarpal, H. Koganezawa (eds.). Plant Virus Disease Control. APS Press.

Vivanco, J.M., M. Querci, L.F. Salazar. 1999. Antiviral and Antiviroid Activity of MAP-Containing Extracts from Mirabilis jalapa Roots. Plant Disease. 83(12):1116–1121.

Vogt, T. 2010. Phenylpropanoid biosynthesis. Molecular Plant. 3(1):2–20.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v11i2.5018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Fahri Ali, Rennanti Lunnadiyah Aprilia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.