Pengaruh cekaman genangan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)

Sholeh Avivi, Aprila Iga Mufidah, Tri Agus Siswoyo, Didik Pudji Restanto

Abstract


Usaha untuk meningkatkan produksi tomat pada lahan tercekam genangan dapat dilakukan dengan menguji varietas-varietas tomat yang sudah beredar terhadap cekaman genangan. Uji dilakukan dengan mengamati parameter pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toleransi beberapa varietas tomat terhadap cekaman genangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 kali ulangan. Varietas tanaman tomat merupakan faktor pertama dengan 5 taraf yaitu a) V1 Sakina F1, b) V2 Tora, c) V3 Rewako F1, dan d) V4 Mawar. Sedangkan faktor yang kedua adalah cekaman genangan dengan 3 taraf, yaitu a) T1, perlakuan kondisi cekaman genangan 5 cm, b) T2, perlakuan kondisi cekaman genangan 10 cm, c) T3, perlakuan kondisi cekaman genangan 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Rewako mempunyai karakter lebih toleran terhadap genangan yang ditunjukkan pada parameter rerata tinggi tanaman, ukuran diameter buah, berat buah dan berat tajuk atas tanaman


Keywords


cekaman genangan; tomat; varietas toleran

References


BPS. (2016). Konsumsi Buah dan Sayur Susenas Maret 2016. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Chaniago, N. (2019). Potensi gen-gen ketahanan cekaman biotik dan abiotik pada padi lokal Indonesia: A Review. Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian, 7(2), 86-93.

Firmansyah, I., M. Syakir., L. Lukman. (2017). Pengaruh kombinasi dosis pupuk N, P, dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) . Hort, 27(1), 69-78.

Jumawati, R., Sakya, A. T., & Rahayu, M. (2014). Pertumbuhan Tomat pada Frekuensi Pengairan yang Berbeda. Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi, 16(1), 13-18.

Marzukoh, R. U., Sakya, A. T., & Rahayu, M. (2013). Pengaruh volume pemberian air terhadap pertumbuhan tiga varietas tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi, 15(1), 12-16.

Mubarak, S., & June, T. (2018). Efisiensi penggunaan radiasi matahari dan respon tanaman kedelai (Glycine max L.) terhadap penggunaan mulsa reflektif. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 46(3), 247-253.

Negara, I.D.G.J., Budianto, M.B., Supriyadi, A., Saidah, H. (2020). Analisis kebutuhan air tanaman dengan metode Caoli pada tanaman tomat dengan irigasi tetes di lahan kering Lombok Utara. Ganec Swara, 14(1), 419-425.

Nilawati, N., Ganefianti, D. W., & Suryati, D. (2017). Variabilitas genetik dan heritabilitas pertumbuhan dan hasil 26 genotipe tomat. Akta Agrosia, 20(1), 25-34.

Priyambudi, E. (2015). Pengaruh model penanaman dan aplikasi pupuk P dan K pada pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi (Fragaria sp.) (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

Suhartono, S., Pawana, G., Sulistri, S. (2020). Pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) pada berbagai konsentrasi osmolit sorbitol dan intensitas cekaman kekeringan. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 13(2),124–135.

Zebua, M. J., Suharsi, T. K., & Syukur, M. (2019). Studi karakter fisik dan fisiologi buah dan benih tomat (Solanum lycopersicum L.) Tora IPB. Buletin Agrohorti, 7(1), 69-75.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v15i1.8866

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Aprila Iga Mufidah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.