Uji antagonis Pseudomonas fluorescens untuk mengendalikan penyakit bercak ungu pada tanaman bawang merah

Andri Laksono, Joko Gagung Sunaryono, Rika Despita

Abstract


Penyakit bercak ungu pada tanaman bawang merah yang disebabkan oleh cendawan Alternaria porri dapat mengakibatkan  persentase kehilangan hasil panen mencapai 57%. Penggunaan fungisida kimia secara terus menerus memiliki dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Salah satu pengendalian yang aman dan ramah lingkungan yaitu pengendalian hayati dengan mikroorganisme antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik agen hayati Pseudomonas fluorescens  untuk mengendalikan penyakit bercak ungu pada tanaman bawang merah varietas bauji. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan jumlah ulangan sebanyak  4 kali. Perlakuan tersebut meliputi : P1(kontrol), P2 (konsentrasi 20 ml/l), P3 (konsentrasi 40 ml/l), P4 (konsentrasi 60 ml/l), P5 (konsentrasi 80ml/l), P6 (konsentrasi 100 ml/l). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis varian, dan uji lanjut menggunakan Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Pseudomonas fluorescens 100 ml/l mampu mengendalikan penyakit bercak ungu dengan intensitas serangan sebesar 22,47%, selain itu Pseudomonas fluorescens mampu memperpanjang periode inkubasi penyakit dan menghasilkan bobot basah umbi yang berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol.


Keywords


penyakit bercak ungu; Pseudomonas fluorescens; bawang merah

References


Agrios, G. N. (2005). Plant diseases caused by nematodes. Plant pathology, 4, 565-597.

Azizah. (2020). Uji Antagonis Agensi Hayati Dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Bawang Merah Secara In Vitro Dan In Vivo Di Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo. Laporan Tugas Akhir, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur., (2018). Analisis Data Bawang Merah Jawa Timur. Jawa Timur : Badan Pusat Statistik Jawa Timur.

Despita, R, & Budianto. (2017). Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Akibat Perlakuan Pupuk Organik dan Hayati.

Hanafiah, A. S. (1994). Mikroorganisme Pelarut P Sebagai Suatu Alternatif Pengganti Fungsi Pupuk TSP dan Kapur dalam Upaya Mengatasi Ketersediaan Fosfat bagi Tanaman. seminar hasil pertanian RATA XV. BKS-PTN Barat banda Lampung.

Ika Wati, Yuli, & Rika D. (2019). Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) dengan Aplikasi Rhizobakteri. Prosiding The 3th Satreps Conference LIPI 2018.

Creswell, J. W. (2014). Research Design, Terjemahan Edisi Ketiga. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Kloepper, J. W. (1992). Plant growth-promoting rhizobacteria as biological control agents. Soil microbial ecology: applications in agricultural and environmental management., 255-274.

Nurhayati. (2011). Penggunaan Jamur dan Agen hayati Dalam Pengendalian Penyakit tanaman Secara Hayati yang Ramah Lingkungan. Prosiding Semirata Bidang Ilmu-ilmu Pertanian BKS-PTN Wilayah Barat. ISBN: 978-979-8389-18-4.

Pawana, G., Djunaedy, A., & Khoiri, S. (2019). Respon Bibit Tebu Akibat Komposisi Media Tanam yang Diaplikasikan Formulasi Dobel Inokulan Pseudomonad Pendarflor dan Azospirillum. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 12(1), 39-46.

Pujiati. (2017). Budidaya Bawang Merah Pada Lahan Sempit. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI. Madiun.

Santoso, S. E., Soesanto, L., & Haryanto, T. A. D. (2007). Penekanan hayati penyakit moler pada bawang merah dengan Trichoderma harzianum, Trichoderma koningii, dan Pseudomonas fluorescens P60. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 7(1).

Semangun, H. (1996). Pengantar ilmu penyakit tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Soesanto, L., Mugiastuti, E., Rahayuniati, R. F., & Manan, A.

(2011). Uji Lapangan Formula Cair Pseudomonas fluorescens P60 terhadap Layu Fusarium pada Tanaman Tomat. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 17(2), 82-90.

Sugiyono, D. P. (2017). Statistika untuk Penelitian (28th editi). Bandung: Alfabeta.

Suwandi. (2014). Budidaya Bawang Merah Diluar Musim. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.

Swastiningrum, A. (2015). Mekanisme Jamur Mikoriza arbuskular dalam menekan perkembangan penyakit pada bibit tebu. Universitas Gadjah Mada.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v14i1.8327

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Andri laksono laksono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.