Respon pertumbuhan stek duku kumpeh dengan penambahan Rootone-F dan ekstrak bawang merah

Revis Asra, Miranti Miranti, Ade Adriadi

Abstract


Duku Kumpeh (Lansium domesticum Corr. var. Kumpeh) adalah varietas unggul duku di Provinsi Jambi. Duku Kumpeh memiliki rasa yang manis, daging buah tebal, dan biji berukuran kecil. Permasalahan yang terjadi ialah penurunan produksi buah yang disebabkan oleh adanya serangan penyakit, usia tanaman yang sudah tua, dan kurangnya pengembangan teknik budidaya. Dalam mengatasi permasalahan ini, maka diperlukan teknik pembudidayaan yang lebih cepat dan efektif, yaitu teknik stek yang didukung dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Rootone-f dan bawang merah (Allium cepa L.) merupakan ZPT yang berperan merangsang pertumbuhan akar dan pertumbuhan tunas. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi optimal dari pemberian rootone-f dan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan stek Duku Kumpeh. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf konsentrasi dan 3 kali ulangan. Taraf konsentrasi yang digunakan yaitu 0%, 0,05%, 0,1%, 0,15%, dan 0,2% rootone-f dan 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% bawang merah. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, pertumbuhan stek Duku Kumpeh dengan pemberian rootone-f menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap panjang akar, namun tidak menunjukkan pengaruh terhadap jumlah akar, berat basah akar, berat kering akar, dan jumlah daun. Pemberian ekstrak bawang merah menunjukkan pengaruh terhadap variabel jumlah akar, dan berpengaruh nyata terhadap panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar, namun tidak menunjukkan pengaruh terhadap jumlah daun. Konsentrasi rootone-f dan ekstrak bawang merah yang paling optimal ialah 0,1% dan 100%.


Keywords


duku kumpeh; concentration; Rootone-f; red onion extract

References


Adinugraha, H. A., dan D. Setiadi. (2003). Pengaruh Pupuk Organik Cair SNN (Super Natural Nutrition) dan Lamanya Perendaman terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Eucalyptus pellita di Persemaian. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 1(2).

Adman, B. (2011). Pengaruh Bahan Kemasan dan Waktu Penyimpanan Bahan Stek terhadap Persentase Berakar Stek Shorea johorensis dan S. Smithiana. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(2).

Andrianto, C. (2017). Tips Memilih dan Menyimpan Buah-buahan. Yogyakarta.

Asra, R., R. A. Samarlina., dan M. Silalahi. (2020). Hormon Tumbuhan. Jakarta.

Faizin, N., M. Mardhiansyah., dan D. Yoza. (2015). Respon Pemberian Beberapa Dosis Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan Semai Akasia (Acacia mangium Willd.) dan Ketersediaan Fosfor di Tanah. JOM Faperta, 2 (2).

Faizin, R. (2016). Pengaruh Jenis Stek dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Growtone Terhadap Pertumbuhan Tanaman Nilam (Pogestemon Cablin Benth). Jurnal Agrotek Lestari, 2(1).

Hakim, L., F. Hidayat., R. Yulia., dan Chairunni. (2019). Pelatihan Perbanyakan Tanaman Buah secara Vegetatif dengan Teknik Penyambungan (Grafting) di Panti Asuhan Yayasan Islam Media Kasih Banda Aceh. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 1(2).

Hanum, L., R. S. Kasiamdari, Santosa, dan Rugayah. (2013). Karakter Makromorfologi dan Mikromorfologi Duku, Kokosan, Langsat dalam Penentuan Status Taksonomi pada Kategori Infraspesies. Biospecies, 6(2).

Harahap, F., A. Hasanah., H. Insani., N. K. Harahap., M. D. Pinem., S. Edi., H. Sipahutar., dan R. Silaban. (2019). Kultur Jaringan Nanas. Surabaya.

Hardjowigeno, S. (2003). Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Jakarta.

Hayati, E., M. Hayati., dan H. Y. (2009). Pengaruh Bahan Setek dan Bentuk Rootone-f Terhadap Pertumbuhan Mawar (Rosa sp.). Agrista, 13(3).

Kusumaningrum, I., R. B. Hastuti., dan S. Haryanti. (2007). Pengaruh Perasan Sargassum crassifolium dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merill). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 17 (2).

Mayanti, T. (2009). Kandungan Kimia dan Bioaktivitas Tanaman Duku. Bandung.

Pamungkas, S. S. T., dan R. Nopiyanto. (2020). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Alami dari Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan Pembibitan Budchip Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang (BL). Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, 16(1).

Payung, D. dan Susilawati. (2014). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Rootone-F Dan Sumber Bahan Stek terhadap Pertumbuhan Stek Tembesu (Fagraea Fragrans) di PT. Jorong Barutama Greston Kalimantan Selatan. EnviroScienteae. 10: 140-149.

Rahayu, E. S., dan Y. U. Anggraito. (2015). Kultur Fotoautotrofik. Semarang.

Ramadan, V. K., N. Kendarini., dan S. Ashari. (2016). Kajian Pemberian Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan Stek Tanaman Buah Naga (Hylocereus costaricensis). Jurnal Produksi Tanaman, 4 (3).

Salisbury, B. F., dan W. C. Ross. (1995). Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Bandung.

Santoso, B. B. (2010). Pembiakan Vegetatif dalam Holtikultura. Mataram.

Setiawati, T., N. Soleha., dan M. Nurzaman. (2018). Respon Pertumbuhan Stek Cabang Bambu Ampel Kuning (Bambusa vulgaris Schard.Ex Wendl.var. Striata) dengan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh NAA (Naphthalein Acetic Acid) dan Rootone F. Jurnal Pro-Life, 5 (3).

Setyowati. (2004). Pengaruh Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) dan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Pertumbuhan Stek Bunga Mawar (Rosa sinensis L.). Thesis. Malang.

Siskawati, E., R. Linda, dan Mukarlina. (2013). Pertumbuhan Stek Batang Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan Perendaman Larutan Bawang Merah (Allium cepa L.) dan IBA (Indol Butyric Acid). Jurnal Protobiont, 2 (3).

Soeryowinoto, S. M. (1997). Flora Eksotika Tanaman Hias Berbunga. Yogyakarta.

Sofwan, N., O. Faelasofa., A. H. Triatmoko., dan S. N. Iftitah. (2018). Optimalisasi ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Alami Ekstrak Bawang Merah (Allium Cepa Fa. Ascalonicum) sebagai Pemacu Pertumbuhan Akar Stek Tanaman Buah Tin (Ficus carica). Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika . 3(2).

Supriyanto, dan F. Fiona. (2010). Pemanfaatan Arang Sekam untuk Memperbaiki Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) pada Media Subsoil. Jurnal Silvikultur Tropika, 1(1).

Susilawati., A. Muhammad., P. D. Putro., R. Lucy., dan Irmawati. (2017). The Correlation of Vegetative and Generative Characters of Duku (Lansium domesticum Corr.) Accession In Banyuasin Regency, South Sumatra. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Science, 9(69).

Syamsuardi., Chairul., dan P. Murni. (2018). Analysis of Genetic Impurity of An Original Cultivar Duku (Lansium parasiticum (Osbeck.) K.C. Sahni & Bennet.), from Jambi, Indonesia Using ITS and MatK Gene. International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology, 3(2).

Sylviana, R. D., B. A. Kristanto., dan E. D. Purbajanti. (2019). Respon Umur Fisiologi Bahan Stek Mawar (Rosa sp.) pada Pemberian Konsentrasi Indole-3-butyric acid (IBA) yang Berbeda. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 4 (2).

Torey, A. C., N. S. Ai., P. Siahaan., dan S. M. Mambu. (2013). Karakter Morfologi Akar sebagai Indikator Kekurangan Air pada Padi Lokal. Jurnal Bios Logos, 3(2).

Weil, R. R., dan N. C. Brady. (2016). The Nature and Properties of Soils: fifteen editions. USA: Pearson.

Wiraatmaja, I. W. 2017. Bahan Ajar Zat Pengatur Tumbuh Auksin dan Cara Penggunaannya dalam Bidang Pertanian. Bali: Universitas Udayana.

Zulkarnain. (2017). Budidaya Buah-buahan Tropis. Yogyakarta: Deepublish.




DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v15i1.12136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Miranti Ranti, Revis Asra, Ade Adriadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.