ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI LISTRIK STATIS MENGGUNAKAN FOUR TIER TEST

Diana Islami, Fatimatul Munawaroh, Wiwin Puspita Hadi, Ana Yuniasti Retno Wulandari

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui miskonsepsi siswa pada materi listrik statis. Listrik statis adalah listrik yang diam untuk sementara pada suatu benda. Tes miskonsepsi dilakukan pada listrik statis karena materi ini membutuhkan pemahaman yang lebih tinggi. Subyek penelitian terdiri dari siswa kelas X berjumlah 60 siswa dari 3 kelas. Instrumen tes yang digunakan terdiri dari 15 soal listrik statis dengan metode four tier test. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 47% siswa mengalami miskonsepsi, 7% siswa paham konsep, 36% siswa tidak paham, dan 10% siswa error. Hasil wawancara menunjukkan bahwa faktor penyebab miskonsepsi adalah kemampuan siswa, minat belajar, konsep awal siswa, intuisi yang salah dan buku siswa.

References


Antoko, D. dan Euis L. (2015). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada Standar Kompetensi Mengoperasikan Sistem Kendali Elektromagnetik di SMK Raden Patah Mojokerto. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro: Vol.4(2): 335 – 340.

Anwar, M. dkk. (2017). Penerapan Pembelajaran CLIS (Children Learning In Science) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika: Vol.1(4): 154 – 159.

Arikunto, S. (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Edisi Revisi Cetakan Ke-10. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Azwar, S. (2015). Realibilitas dan Validitas, Edisi Empat Cetakan Ke-5. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Daniati, S., Djudin T., dan Hamdani. (2012). Miskonsepsi Siswa pada Materi Listrik Statis di Kelas XII SMA Negeri 9 Pontianak. Jurnal Universitas Tanjungpura.

Fariyani, Q. dkk. 2015. Pengembangan Four Tier Diagnostic Test untuk Mengungkapkan Miskonsepsi Fisika Siswa SMA Kelas X. Journal of Innovative Science Education: Vol.4(2): 41 – 49.

Giancoli, D. C. (2001). FISIKA. Jakarta: Erlangga.

Hasan, S. (1993). Misconceptions and The Certainty of Response Index (CRI). Physics Education: Vol.34(5): 294 – 299.

Indrawan, R. Dan Poppy Y. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Campuran untuk Manajemen, Pembangunan, dan Pendidikan, Edisi Revisi Cetakan Ke-2. Bandung: Refika Aditama.

Indriyani. dkk. (2016). Model Kooperatif Teams Games Tournament disertai Media Kartu Soal Berbentuk Puzzle dalam Pembelajaran IPA Fisika di SMP Negeri 2 Jember. Jurnal Pendidikan Fisika: Vol.5(2): 141 – 148.

Irsanti, R. dkk. (2017). Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four Tier Diagnostic Test pada Materi Lerutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit di Kelas X SMA Islam AL-Falah Kebupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia: Vol.2(3): 230 – 237.

Istighfarin, L. dkk. (2015). Profil Miskonsepsi Siswa pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. BioEdu: Vol.4(3): 991 – 995.

Jailani. (2016). Penggunaan Peta Konsep untuk Belajar Bermakna dan Peningkatan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran Biologi. Jurnal Serambi: Vol.3(2): 63 – 69.

Jenarang. (2017). Deret Tribolistrik. https://id.scribd.com/document/ 31699667/Deret-tribolistrik. Diakses 04 Januari 2018.

Kaltakci, D. dkk. (2017). Development and Application of a Four Tier Test to assess Pre-Servise Physics Teachers Misconceptions about Geometrical Optics. Research in Science and Technological Education: Vol.35(2): 238 – 260.

Kertiasih, N. K. (2012). Pengembangan CD Interaktif Listrik Statis dan Listrik Dinamis sebagai Media dalam Proses Pembelajaran di Sekolah. Prosiding Seminar Internasional ISSN 1907-2066 : 345 – 350.

Kose, S. (2008). Diagnosing Student Misconceptions: Using Drawing as a Research Method. World Appied Sciences Journal: Vol.3(2): 283 – 293.

Maulini, S. dkk. (2017). The Three Tier Test untuk Mengungkap Kuantitas Siswa yang Miskonsepsi pada Konsep Konstanta Pegas. Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika: Vol.2(2): 28 – 29.

Munawaroh, F. dan Falahi M.D. (2016). Identifikasi Miskonsepsi Siswa SDN Kemayoran 1 Bangkalan pada Konsep Cahaya Menggunakan CRI (Certainty of Response Index). Jurnal Pena Sains: Vol.3(1): 69 – 76.

Mursalin. (2013). Model Remediasi Miskonsepsi Materi Rangkaian Listrik dengan Pendekatan Simulasi Phet. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia (JPFI): Vol.9(1): 1 – 7.

Mustika, I dan Ngurah A.N.M. (2011). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA-Fisika melalui Pembelajaran Praktikum dengan Memanfaatkan Alat dan Bahan di Lingkungan Sekotar pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Kragan Rembang Tahun Ajaran 2008/2009. Jurnal Penelitian dan Pendidikan Fisika: Vol.2(1): 89 – 99.

Nabilah. dkk. (2013). Analisis Tingkat Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI IPA SMAN 3 Mataram Menggunakan One-tier and Two-tier Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Jurnal Pijar MIPA: Vol.8(2): 64 – 69.

Pujayanto. (2011). Miskonsepi IPA (Fisika) pada Guru SD. Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika: Vol.1(1): 22 – 24.

Reitz, J. R. dkk. (1993). Dasar Teori Listrik Magnet, terjemahan Suwarno Wiryosimin. Bandung : ITB.

Samsudin, A. dkk. (2015). Diagnostik Miskonsepsi melalui Listrik Dinamis Four Tier Test. Bandung: Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains.

Saputra, H. J. dkk. (2017). Keefektifan Pembelajaran IPA Menggunakan Model Complete Sentence Berbantu Card Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Ngelowetan Kabupaten Demak. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar: Vol.1(3): 171 – 178.

Serwey R.A. dan Jewett, Jr. J.W. (2004). Ebook : Physics for Scientists and Engineers, 6th Edition.

Serwey R.A dan Jewett Jr. J.W. (2010). Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Salemba Teknika.

Sudijono, A. (2012). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatf, Kualitatif, dan R&D Cetakan Ke-22. Bandung: Alfabeta.

Suparno, P. (2013). Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika, Cetakan Ke-2. Jakarta: Grasindo.

Suyono dan Hariyanto. (2015). Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar, Cetakan Ke-5. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Trianto. (2007). Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta : Prestasi Pustaka.

Trianto. (2011). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik: Konsep, Landasan Teoritis – Praktis, dan Implementasinya. Jakarta : Prestasi Pustaka.

Tridiyanti, E.P dan Yuliani. (2017). Profil Miskonsepsi dengan Menggunakan Three Tier Test pada Submateri Katabolisme Karbohidrat. BioEdu: Vol.6(3): 297 – 303.

Wisudawati, A.W. (2017). Metodologi Pembelajaran IPA disesuaikan dengan Pembelajaran Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.

Zulfadli dan Iffah M. (2016). Identifikasi Pemahaman Siswa Terhadap Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan Menggunakan Tes Diagnostik Three Tier Multiple Choice. Jurnal Edukasi Kimia: Vol.1(1): 32 – 40.




DOI: https://doi.org/10.21107/nser.v1i2.4794

Refbacks

  • There are currently no refbacks.