EVALUASI KETAHANAN BEBERAPA GALUR KACANG BAMBARA (Vigna subterranea L. Verdc) MADURA TERHADAP KEKERINGAN

Ahmad Syaiful Umam

Abstract


Tanaman Kacang Bambara dikenal sebagai salah satu tanaman yang tahan terhadap kekeringan. Tanaman ini berasal dari Afrika yang kemudian dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa galur kacang bambara terhadap kekeringan serta kebutuhan air minimum yang dibutuhkan tanaman untuk tetap tumbuh dan berproduksi dengan baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Terdiri atas 4 galur (G1,G2,G3,G4) dan 4 taraf penyiraman (P1,P2,P3,P4) sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan. Perlakuan galur memberikan pengaruh terhadap parameter hasil (umur berbunga, jumlah polong, panjang akar, jumlah biji dan berat biji), sedangkan penyiraman mempengaruhi semua parameter pengamatan. Taraf penyiraman 100% kapasitas lapang (P1) memberikan pengaruh terbaik pada setiap parameter pengamatan, sedangkan interaksi terbaik ditunjukkan pada G4P4 pada setiap parameter pengamatan. Kebutuhan air minimum tanaman kacang bambara yaitu pada taraf penyiraman 75% Kapasitas Lapang (P2).

Kata kunci: Kacang Bambara, Galur, Kekeringan

References


Abdurachman, A., Umi Haryati, Ishak Juarsah. 2005. Penetapan kadar air tanah dengan metode gravimetrik. Balai Tanah Indonesia.

Djazuli, M. 2010. Pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan dan beberapa karakter morfo-fisiologis tanaman nilam. Bul. Littro. 21(1) : 8-17.

Farooq, M., A. Wahid, N. Kobayashi, D. Fujita, dan S. M. A. Basra. 2009. Plant Drought Stress : Effect, Mechanisms and Management.

Agron. For Sustainable Development, Springeir Verlag (Germany). 29 (1) : pp. 185-212.

Harsono, A., Tohari, D. Indradewa dan T. Adisarwanto. 2003. Ketahanan dan Aktifitas Fisiologi Beberapa Genotip Kacang Tanah Pada Cekaman Kekeringan. Ilmu Pertanian 10 (2) : 51-62.

Hendrati, Rina L., Asri Insiana P., dan Dedi Setiadi. 2012. Seleksi spesies adaptif pada daerah kering untuk antisipasi perubahan iklim global. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.

Jusuf, M. I. 2012. Ekologi Daerah

Bencana Tsunami dengan

Gangguan Kesehatan. J. Sainstek 6 (6) : 75-87

Kurniasari, A., M. Adisyahputra, Rosman. R. 2010. Pengaruh kekeringan pada tanah bergaram NaCl

terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Bul. Littro. 21(1) : 8-17.

Kuswanto, Waluyo B., Ranin Anindita P., dan Sartika C. 2003. Koleksi evaluasi galur-galur lokal Kacang Bambara (Vigna subterranean). Universitas Brawijaya.

Mabhaudhi, T., A. T. Modi., and Y. G. Beletse. 2011. Growth Responses of a Bambara Groundnut Landrace to Water Stress. African Crop Sci. Conference Proceeding. 10 : 97-102.

Nurhayati. 2009. Pengaruh cekamana air pada dua jenis tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max). J. Floratek 4 : 5 – 64.

Nuryati, Soegianto, A, Kuswanto. 2014. Genetic relationship and variability

among Indonesian purified local

lines of bambara groundnut (Vigna

subterranean) based on

morphological character. African

Journal of Science and Research,

(3)5;18-24. ISSN: 2306-5877

Prabawati, Dian. 2015. Evaluasi

ketahanan beberapa galur

bambara terhadap kekeringan.

Universitas Barawijaya.

Redjeki, E. S. 2007. Pertumbuhan dan

Hasil Tanaman Kacang Bogor

(Vigna subterranean (L.) Verd

court) Galur Gresik dan Bogor Pada Berbagai Warna Biji. UMG. ISBN: 978-979-15649-2-2.

Supriyanto, B. 2013. Pengaruh Cekaman

Kekeringan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo Lokal Kultivar Jambu. J. AGRIFOR. 12 (1) : 77-82.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.