Pengaruh Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA), SRI (System of Rice Intensification) dan Konvensional terhadap Gulma dan Hasil Padi (Oryza sativa L.)

dessy sarfika

Abstract


Produksi padi pada tahun  2014 menurun dari tahun sebelumnya, tahun 2013 produksi padi mencapai 71.279.709 ton, sedangkan pada tahun 2014 produksi padi hanya mencapai 70.846.465 ton. Penurunan produksi padi dapat disebabkan oleh sistem tanam tanaman padi yang digunakan petani. Di Indonesia telah dikenal beberapa sistem tanam padi yaitu padi dengan sistem tanam benih langsung (tabela), SRI (System of Rice Intentification) dan sistem konvensional. SRI termasuk dalam sistem tanam pindah (tapin) bibit yang menggunakan sistem pengairan berselang namun berbeda dengan sistem tapin konvensional yang menggunakan sistem pengairan penggenangan pada lahan atau media tanam. Sistem tanam benih langsung dilakukan dengan cara menyemai benih ke lahan dengan kondisi air pada lahan macak-macak. Kondisi pengairan pada masing-masing sistem tanam yang berbeda menyebabkan adanya OPT. Salah satu OPT yang keberadaannya dipengaruhi  oleh sistem tanam yaitu gulma. Penelitian ini dilaksanakan pada media pot menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Dari hasil penelitian semua perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini, perlakuan sistem tanam konvensional dengan umur bibit 16 hari merupakan perlakuan yang terbaik dikarenakan populasi gulma yang rendah serta jumlah anakan, jumlah, malai, panjang malai, jumlah bulir per malai dan berat gabah tanaman padi memiliki rerata yang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.

 Kata Kunci : Sistem tanam, gulma, hasil padi


References


Antralina, M., Yuyun Y. dan Tualar S. 2014. Komposisi Gulma Pada Berbagai Jarak Tanam Padi Secaran IPAT-BO dan Konvensional. Agro, 1(1):14-21.

Aruan, Y. L. dan Rita M. 2010. Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi (Oryza sativa L.) Sawah Sistem Tanam Pindah dan Tanam Benih Langsung di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana Kabupaten Kutau Kartanegara. EPP, 7(2): 30-36.

Badan Penelitian Tanah. 2011. Analisis Komparatif Sistem Pertanian Konvensional,PTT dan SRI di Lahan Sawah Irigasi Jawa Baratterhadap Keseimbangan Hara, Dinamika Biologi,Efisiensi Pupuk (> 30%) dan Nilai Ekonomi Usahatani. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber daya Lahan Pertanian.

Badan Pusat Statistik. 2015. Produksi Padi Menurut Provinsi 2011-2015. http://www.pertanian.go.id/ap_pages/mod/datatp. Diakses tanggal 19 Desember 2016.

Harjanti, R. A. 2012. Sistem Pengairan Intermittern pada System Rice Of Intensification (SRI) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.).Yogyakarta: Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada.20 hal.

Herawati, L. 2012. Dampak Budidaya Padi Organik dengan Metode SRI (System of Rice Intentification) terhadap Sustainabilitas Kandungan C Organik Tanah dan Pendapatan Usahatani Padi di Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah. Tesis. Lampung: Magister Ilmu

Lingkungan Universitas Lampung. 101 hal.

Lita, N. T., Sardjono S. dan Bambang G. 2013. Pengaruh Perbedaan Sistem Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Di Lahan Sawah. Produksi Tanaman, 1(4): 361-368.

Marpaung, I. S., Yakup P. dan Erizal S. 2013. Evaluasi Kerapatan Tanam dan Metode Pengendalian Gulma pada Budidaya Padi Tanam Benih Langsung di Lahan Sawah Pasang Surut. Lahan Suboptimal, 2(1): 93-99.

Pandia, J. A. 2011. Aplikasi Herbisida Dalam Persiapan Lahan dan Frekuensi Pengendalian Gulma terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.). Bogor : Institut Pertanian Bogor. 46 hal.

Syahputra, E dan Sarbino. 2012. Keefektifan Parakuat Diklorida sebagai Herbisida untuk Persiapan Tanam Padi tanpa Olah Tanah di Lahan Pasang Surut. Perkebunan & Lahan Tropika, 2(1): 15-22.

Wibowo, P. 2010. Pertumbuhan dan Produktivitas Galur Harapan Padi (Oryza sativa L.) Hibrida di Desa Ketaon Kecamatan Banyudono Boyolali. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.