Pemodelan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Kesesuaian Wilayah Perairan dan Pesisir Selat Madura

Zainul Hidayah, Dwi Budi Wiyanto

Abstract

The coastal area of the Madura Strait stretches from Surabaya City to the east to Situbondo Regency and includes the southern part of Madura Island. The aim of this research is to map the suitability of the waters and coastal areas of the Madura Strait using GIS modeling. Mapping of the designation of the waters and coastal areas of the Madura Strait was carried out by overlaying spatial data covering bio-physical parameters including water transparency, pH, water substrate, temperature, salinity, and depth. The designation of water areas is divided into three classes, namely capture fisheries, tourism and conservation purposes. The spatial data used comes from several sources, namely the results of water quality surveys, Landsat 8 satellite imagery, bathymetry data / sea depth and Rupa Bumi Indonesia (RBI) maps at a scale of 1: 25,000. For water quality data comes from the results of a survey by the Marine and Fisheries Service of East Java Province in 2019 at 78 observation points in the waters of the Madura Strait. Water quality parameters used in GIS modeling are pH, salinity, brightness and temperature. The data for each observation point were then interpolated using the Kringing method. Landsat 8 satellite imagery is used to map the condition of the bottom substrate waters. Meanwhile, the depth data was downloaded from GEBCO (General Bathymetric Charts of the Oceans). The result of overlaying thematic maps shows that 37.69% (8586.69 km2) of the area of the Madura Strait is suitable for capture fisheries activities, then 10.28% (2341.02 km2) is suitable for marine tourism areas and 19.06 % (4343.4 km2) suitable for conservation areas. Meanwhile, 32.97% (7511.94 km2) can be used as conservation and tourism areas.

Keywords

SIG modelling; Madura Strait; overlay; water quality parameters

References

Amri, K., Muchlizar, M., & Ma’mun, A. (2018). Variasi Bulanan Salinitas, pH, dan Oksigen Terlarut di Perairan Estuari Bengkalis. Majalah Ilmiah Globe, 20(2), 58. https://doi.org/10.24895/mig.2018.20-2.645

Anwar, M., & Shafira, M. (2020). Harmonisasi Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Pesisir Lampung dalam Rezim Pengelolaan Berbasis Masyarakat. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 6(2), 266. https://doi.org/10.38011/jhli.v6i2.156

Arianto, M. F. (2020). Potensi Wilayah Pesisir di Negara Indonesia. Jurnal Geografi, 10(1), 204–215. https://www.researchgate.net/publication/345774591_JURNAL_GEOGRAFI

Bengen, D.G. 2002. Ekosistem Sumberdaya Alam Pesisir dan Prinsip Pengelolaannya. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. IPB. Bogor.

Damis. (2018). Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Lingkungan Perairan Terhadap Pengembangan Budidaya Rumput Laut Eucheuma cottonii di Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 4(1), 21–28.

Faturohman, I., Sunarto, & Nurruhwati, I. (2016). Korelasi Kelimpahan Plankton dengan Suhu Perairan Laut Di Sekitar PLTU Cirebon. Jurnal Perikanan Kelautan, VII(1), 115–122.

Fithri, C. A., Hassan, S. M., & Fikry, M. (2017). Sistem Informasi Geografis dalam Melihat Kelayakan Pemukiman Pesisir di Kawasan Kota Lhokseumawe Berbasis WEB. Temu Ilmiah IPLBI, 1, G051–G056. https://doi.org/10.32315/ti.6.g051

Hidayah, Z., Arisandi, A., & Wardhani, M. K. (2020). Pemetaan Kesesuaian Perairan untuk Budidaya Laut di Perairan Pesisir Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi Jawa Timur. Jurnal Rekayasa, 13(3), 307–316.

Hidayah, Z., & Nuzula, N. I. (2019). Pemetaan Sebaran Terumbu Karang Studi Kasus Selat Madura, Jawa Timur. Jurnal Kelautan Tropis, 22(2), 127. https://doi.org/10.14710/jkt.v22i2.5634

Marasabessy, I., Fahrudin, A., Imran, Z., & Agus, S. B. (2018). Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Pesisir dan laut Pulau Nusa Manu dan Nusa Leun di Kabupaten Maluku Tengah. Journal of Regional and Rural Development Planning, 2(1), 11. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2018.2.1.11-22

Pamungkas, P. A., Kusdinar, A., & Halim, S. (2020). Hubungan SPL dan Salinitas Terhadap Hasil Tangkapan Cakalang pada KM. Samudra Jaya di Laut Maluku. Jurnal Penyuluhan Perikanan Dan Kelautan, 14(1), 13–26. https://doi.org/10.33378/jppik.v14i1.199

Patty, S. I., Arfah, H., & Abdul, M. S. (2015). Zat Hara (Fosfat, Nitrat), Oksigen Terlarut dan pH Kaitannya Dengan Kesuburan di Perairan Jikumerasa, Pulau Buru. Jurnal Pesisir Dan Laut Tropis, 3(1), 43. https://doi.org/10.35800/jplt.3.1.2015.9575

Puryono, S., Anggoro, S., Suryanti, & Anwar, I. S. (2019). Pengelolaan Pesisir dan Laut Berbasis Ekosistem (1st ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang.

Puspasari, R., Hartati, S. T., & Anggawangsa, R. F. (2018). Analisis Dampak Reklamasi Terhadap Lingkungan Dan Perikanan Di Teluk Jakarta. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 9(2), 85. https://doi.org/10.15578/jkpi.9.2.2017.85-94

Rahmawaty, 2004. Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Kelautan Secara Terpadu dan Berkelanjutan. Paper. Program Studi Manajemen Hutan. Universitas Sumatera Utara.

Rohman, A., Restiana W., & Sri R. (2018). Penentuan Kesesuaian Wilayah Pesisir Muara Gembong Kabupaten Bekasi Untuk Lokasi Pengembangan Budidaya Rumput Laut Dengan Pemanfaatna Sistem Informasi Geografis. Jurnal Sains Akuakultur Tropis, 2(1), 73–82.

Sukuryadi, S. (2018). Pemetaan Kesesuaian Lahan Peruntukkan Daerah Pelabuhan Dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Di Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Lombok Timur. Paedagoria | FKIP UMMat, 7(2), 1. https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i2.24

Suprajaka, Poniman, A., & Hartono. (2005). Konsep dan model penyusunan tipologi pesisir Indonesia menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografi. Geografia : Malaysian Journal of Society and Space, 1(1), 76–84.

Trinanda, T. C. (2017). Pengelolaan Wilayah Pesisir Indonesia dalam Rangka Pembangunan Berbasis Pelestarian Lingkungan. Matra Pembaruan, 1(2), 75–84. https://doi.org/10.21787/mp.1.2.2017.75-84

DOI

https://doi.org/10.21107/rekayasa.v14i1.9987

Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Zainul Hidayah, Dwi Budi Wiyanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.