HERB PLANT: INVENTORY AND PHYTOCHEMICAL SCREENING IN SAMPANG, MADURA

Laila Khamsatul Muharrami, Fatimatul Munawaroh, Taslim Ersam, Mardi Santoso

Abstract


Currently, modern medicine has advanced rapidly but habits of drinking herbal medicine are still survived in Madurese society. The local wisdom of drinking herbal medicine in Madurese society, especially in Sampang Regency has been believed to be efficacious for generations. Average medicinal ingredients used are derived from natural ingredients taken from root organs, bark, leaves, fruit or seeds of herbs. This research aims to perform an inventory of herbs that have potential in improving the welfare of Madurese, especially in Sampang Regency. Type of research used is descriptive qualitative research method used is by conducting interviews to the community, IKOT owners, and herbalist.  Madurese herbs in Sampang. Based on the results of research, 46 herbs are obtained. Of 46 plants found there are 16 different types of herbs. Herbal plants that many people use (have a percentage of more than 50%) are jahe (Indonesian name), kunyit (Indonesian name), kencur (Indonesian name), kayu rapet (Indonesian name) and delima (Indonesian name).  The results of phytochemical screening of fifth herbs showed that positive herbal plants containing saponins were jahe (Indonesian name), kencur (Indonesian name), kayu rapet (Indonesian name) and delima (Indonesian name). And of the five samples, all positively contain secondary metabolites of flavonoids, tannins, and steroids.

References


Agustina, (2016). Skrining Fitokimia Tanaman Obat Di Kabupaten Bima. Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA STKIP Bima, Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Volume 4, Nomor 1.

Andriyani, D., Utami, P I., Dhiani, B A. (2010). Penetapan Kadar Tanin Daun Rambutan (Nephelium lappaceum.L) Secara SpektrofotometrI Ultraviolet Visibel, Pharmacy., Vol. 07 (02), 1-11.

Arsyah D. C. (2014). Kajian Etnobotani Tanaman Obat (Herbal) dan Pemanfaatannya dalam Usaha Menunjang Kesehatan Keluarga di Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Skripsi Prodi Biologi. Fakultas Sains dan Teknologi. Sleman.

Budi M. dan Rudi T. S. (2015). Skrining Fitokimia Enam Genotipe The Phytochemical Screening Of Six Tea Genotypes, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar.

Depkes RI. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Handayani L., dkk. (1998). Inventarisasi Jamu Madura yang Dimanfaatkan untuk Pengobatan atau Perawatan Gangguan Kesehatan Berkaitan dengan Fungsi Reproduksi Wanita. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan. Surabaya.

Harborne, J.B. (1987). Phytochemical Methods , 2nd edition , New York : Chapman and Hall.

Huzaini A. (2013). Potensi Tanaman Obat sebagai Jamu Ramuan Madura. Portal Tugas Akhir Universitas Trunojoyo Madura.

Jakfar A. A. (2014). Strategi dan Kebijakan Pengembangan Industri Jamu Madura. Prosiding Seminar Nasional Optimalisasi Potensi hayati untuk Mendukung Agroindustri Berkelanjutan. Bangkalan.

Kartika T. (2015). Inventarisasi Jenis-jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat di Desa Tanjung Baru Petai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumatera Selatan. Jurusan Biologi. Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang. Palembang.

Katili dkk. (2015). Inventarisasi tumbuhan obat dan kearifan lokal masyarakat Etnis Bune dalam memanfaatkan tumbuhan obat di Pinogu, Kabupaten Bonebolango, Provinsi Gorontalo Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Gorontalo. PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON, Volume 1, Nomor 1. ISSN: 2407-8050, Halaman: 78-84.

Kuswardana dkk. (2016). Inventarisasi Jenis–Jenis Tumbuhan Obat yang Digunakan Oleh Masyarakat Suku Baduy Luar, Program Studi Biologi, FMIPA Universitas Pakuan.

Lingga dkk. (2016). Inventarisasi Tumbuhan Obat Di Kecamatan Lubuk linggau Utara II, STKIP-PGRI Lubuklinggau.

Menteri Kesehatan RI. (2007). Kebijakan Obat Tradisional Nasional, Depkes RI, Jakarta.

Meytia dkk. (2013). Inventarisasi Tumbuhan Yang Digunakan Sebagai Obat Oleh Masyarakat Di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan . Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

Mudjijono, (2014). Kearifan Lokal Orang Maduratentang Jamu Untuk Kesehatan. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai Budaya. Perpustakaan Nasional Katalog Dalam Terbitan (KDT). Yogyakarta.

Naemah D., dkk. (2012). Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Bagi Masyarakat Dayak di Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Banjarbaru.

Putranti R. I. 2013. Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata Dari Jepara. Tesis Prodi magister Manajeman Sumberdaya Pantai. Jepara.

Rahayu dkk. (2014). Pemanfaatan Tumbuhan Obat Secara Tradisional Oleh Masyarakat Lokal Di Pulau Wawoni, Sulawesi Tenggara. Jurnal Biodiversitas Vol. 7. N0. 3, 2014.

Robinson, T. (1995). Kandungan Organik Tumbuhan tinggi. ITB. Bandung.

Tukiran. (2014). Skrining Fitokimia Pada Beberapa Ekstrak Dari Tumbuhan Bugenvil (Bougainvillea glabra), Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.), Dan Daun Ungu (Graptophylum pictum Griff.) Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3.

Viviyanti R. dan Ersam T. (2015). Isolasi dan Identifikasi Senyawa Turunan Santon dari Kayu Batang Garcinia tetranda Pierre. Jurnal Sains dan Seni POMITS Vol.1, No.1. Surabaya.

Zuhud, E. AM. (2008). Potensi Hutan Tropika Indonesia Sebagai Penyangga Bahan Obat Alam Untuk Kesehatan Bangsa. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pena Sains Indexed by:

  Directory of Open Access Journals     Find in a library with WorldCat               Startsida

 

 

 

 Creative Commons License

Jurnal Pena Sains is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Copyright © 2014 Science Education Program Study, University of Trunojoyo Madura.