ANALISIS KESALAHAN PENERJEMAHAN KATA “MUST” PADA CERITA THE MIRROR

Agung Tri Wahyuningsih

Abstract


This article talks about the error analysis on the word “must” translated from English to Bahasa Indonesia. The students tend to use “text” instead of “context” in translating the sentence. It might be caused by their focus on the surface structure (the structure of the sentence) than the deep structure (the message) Therefore studying a new/second/foreign language should not be merely  focused on the sintactical aspect but also semantical aspect.


Keywords


translation; “must”; message

References


Djatmika. 2009. SMS Gaul Sebagai Sebuah Kasus Permainan Bahasa Di Kalangan Remaja. Artikel dipublikasikan di Prosiding Kolita 7 yang diterbitkan oleh Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Unika Atmajaya Jakarta

Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Junus, Umar. 1989. Stilistika: Suatu Pengantar. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Saputra, Heru S.P.. 2004. Dari Tuturan hingga SMS: Formulaik Kelisanan di Balik Keberaksaraan dalam Prosiding Seminar Internasional Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Studi Budaya, 3 – 4 Desember 2004, di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Sandell, Rolf. 1977. Linguistic Style and Persuasion. London: Academic Press

Suwondo, Tirto. 2003. Studi Sastra: Beberapa Alternatif. Yogyakarta: Hanindita




DOI: https://doi.org/10.21107/prosodi.v4i2.80

Refbacks

  • There are currently no refbacks.