AN OBSERVATION TOWARDS SOME PHONOLOGICAL RULES AND PROCESSES IN MADURESE

- Misnadin

Abstract


Aturan fonologis merupakan fenomena alami yang biasa ditemukan di setiap bahasa dunia. Terdapat sejumlah aturan fonologis, di antaranya adalah insersi, asimilasi, pelesapan, pelemahan, penguatan, dan lain-lain. Dalam penerapannya, aturan-aturan tersebut harus diurutkan untuk menghasilkan output fonetis yang gramatikal, yaitu output yang sesuai dengan aturan fonologis bahasa bersangkutan. Artikel ini menyajikan sejumlah aturan fonologis yang berlaku dalam bahasa Madura.


Keywords


phonological rule; rule ordering; underlying representation; surface representation; deletion; gemination; velarization

References


Cohn, A. C. & Ham, H.W. (1998). Temporal properties of Madurese consonants: a preliminary report. Working Papers of the Cornell Phonetics Laboratory, 12, 27-51.

Gussenhoven, C. & Jacobs. H. (1998). Understanding Phonology. London: Arnold.

Roca, I. & Johnson. W. (1999). A Course in Phonology. Oxford: Blackwell.

Spenser, A. (1996). Phonology: Theory and Description. Oxford: Blackwell.

Stevens, A. M. (1968). Madurese Phonology and morphology. American Oriental Series 52. New Haven: American Oriental Society.

Stevens, A. M. (1992). Madurese reduplication revisited. Paper presented at SEALS II. Tempe, Arizona.




DOI: https://doi.org/10.21107/prosodi.v5i2.70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.