KLASIFIKASI DAN MAKNA KULTURAL LEKSIKON EBEG MASYARAKAT BANJARNEGARA: KAJIAN ETNOLINGUISTIK

Nur Fateah, Susy Zahra

Abstract


EbegmerupakankeseniantradisionalmasyarakatBanyumasan yang mengandungberbagainilaibudaya, praktik ritual, dan sistempengetahuanlokal. Penelitianinibertujuanmendeskripsikanklasifikasileksikon Ebeg yang digunakan oleh masyarakatBanjarnegarasertamengungkapmaknakultural yang terkandung di dalamnya. Penelitianinimenggunakanpendekatandeskriptifkualitatifdenganperspektifetnolinguistik. Data diperolehmelaluiobservasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan pawang, penari, pengrawit, sertatokohmasyarakat. Data dianalisismenggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang dipadukandengananalisis domain Spradley. Hasil penelitianmenunjukkanbahwaterdapat 25 leksikon Ebeg yang dapatdiklasifikasikankedalamtiga domain budaya, yaitu ritual pra-pementasan, tahapanpertunjukan, sertapelaku dan peran spiritual. Maknakultural yang terkandungdalamleksikontersebutmerefleksikannilaipenyuciandiri, penghormatankepadaleluhur, solidaritaskelompok, sertakeyakinanterhadapkeberadaanentitas spiritual sebagaibagiandarikosmologilokalmasyarakatBanjarnegara. Penelitianini juga menemukanadanyaklasifikasilokal yang rincimengenaiberbagaibentukmendem yang menunjukkankompleksitaskategorisasipengalaman spiritual dalamtradisiEbeg. Temuantersebutmenegaskanbahwaleksikon Ebeg tidakhanyaberfungsisebagaisatuankebahasaan, tetapi juga sebagairepresentasisistempengetahuanbudaya yang mengaturhubunganmanusiadenganleluhur, masyarakat, dan dunia spiritual. 

Keywords


Ebeg, etnolinguistik, leksikon budaya, makna kultural, sistem pengetahuan budaya.

References


Alan. (2021). Implementasi bahasa adat Mombesara pada proses upacara adat perkawinan masyarakat suku Tolaki di Kota Kendari. Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 15(2), 102–112. https://doi.org/10.21107/prosodi.v15i2.12176

Aprialzen, Z., Muzammil, A. R. U., & Syahrani, A. (2022). Leksikon budaya dalam seni tari tradisional Melayu Sambas: Kajian etnolinguistik. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 12(6), 1628–1635. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/viewFile/66913/75676598091

Duranti, A. (1997). Linguistic anthropology. Cambridge University Press.

Erawati, N. K. R., Laksmi, N. K. P. A., & Suparwa, I. N. (2023). The historical dynamics of the archaistic lexicon in modern Balinese languages. Journal of Language Teaching and Research, 14(1), 172–180. https://doi.org/10.17507/jltr.1401.18

Foley, W. A. (1997). Anthropological linguistics: An introduction. Blackwell Publishers.

Handayani, L., Darsono, T., Haryono, S., Indriyanto, R., Cahyono, I. N., Maulana, H. C., & Wicaksana, A. B. (2024a). Sajian gendhing Eling-eling untuk pergelaran Ebeg pada grup seni tradisional Budaya Laras, Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara. Varia Humanika, 5(2), 26–35. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5818268

Handayani, L., Haryono, S., Malarsih, M., Yulianto, A., Siswati, S., Kurniawan, D. F., Kusuma, G. S., Maulana, H. C., & Vivadi, M. R. (2024b). Regenerasi pelaku seni pertunjukan tradisional Banyumas: Studi pada grup Ebeg Anak-Anak Budaya Laras, Desa Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara. Dalam Bookchapter Seni Pertunjukan. Universitas Negeri Semarang. https://doi.org/10.15294/bs.v1i1.181

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Direktori Warisan Budaya Takbenda Indonesia: Kesenian Ebeg (No. Registrasi 202101372). Direktorat Jenderal Kebudayaan. https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/

Mawardika, R. (2020). Satuan-satuan lingual dalam sesaji pertunjukan Ebeg Muda Budaya di Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga (Kajian etnolinguistik) [Skripsi, Universitas Negeri Semarang]. Repository UNNES. https://lib.unnes.ac.id/41190/1/2111416037.pdf

Novella, A. N. (2022). Indhang dalam pertunjukan Ebeg Sapa Nyana Desa Karangjati Kabupaten Banjarnegara [Skripsi, Universitas Negeri Semarang]. Repository UNNES.

Octaviani, N. I., & Fateah, N. (2025). Exploring the semantic significance of lexicon in Ebeg traditional art of Kebumen Regency. Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature), 9(3), 445–462. https://doi.org/10.33019/lire.v9i2.466

Puspitasari, D., & Saksono, S. T. (2024). Tajhin Sorah dan Tajhin Sappar: Eksplorasi makna simbolis dalam bingkai budaya Madura. Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 18(2), 143–152. https://doi.org/10.21107/prosodi.v18i2.27381

Puspitasari, D., & Saksono, S. T. (2025). Tari Pecut dalam tradisi Karapan Sapi: Representasi budaya Madura. Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 19(1), 1–10. https://doi.org/10.21107/prosodi.v19i1.29539

Rizkia, I., Ernanda, E., & Izar, J. (2023). Makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang: Kajian etnolinguistik. Kajian Linguistik dan Sastra, 2(2), 141–150. https://doi.org/10.22437/kalista.v2i2.23262

Sholikhah, A., & Widodo, A. (2022). Akulturasi budaya Jawa Sunda pada masyarakat Kutasari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Meuseuraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 91–101. https://doi.org/10.47498/meuseuraya.v1i2.1271

Spradley, J. P. (1997). Metode etnografi. Tiara Wacana.

Waltono, A. (2011). Tembang iringan pada kesenian Ebeg di Kabupaten Banjarnegara [Skripsi, Universitas Negeri Semarang]. Repository UNNES.




DOI: https://doi.org/10.21107/prosodi.v20i2.36525

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Nur Fateah, Susy Zahra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed By :

 width=  width=  width=   width=  width=  width=  width= Sinta 4   

Publisher

Department of English
University of Trunojoyo, Madura
Jl. Raya Telang, Kamal - Bangkalan 69162

 

Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra

ISSN: 1907-6665 (Print) ISSN: 2622-0474 (Online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at journal.trunojoyo.ac.id