PEMETAAN PERAN STAKEHOLDER UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN DI KAWASAN AGROPOLITAN SOBURBANG KABUPATEN BANGKALAN

Novi Diana Badrut Tamami

Abstract


Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu daerah dengan tingkat ketahanan pangan paling rendah di pulau Madura. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memacu kondisi ketahanan pangan masyarakat Bangkalan. Salah satu kebijakan pemerintah daerah Bangkalan untuk memacu pertumbuhan perekonomian masyarakat tersebut adalah penetapan kawasan agropolitan SOBURBANG. Tujuan dari penelitian ini: (1) mengkaji permasalahan yang dihadapi dalam rangka percepatan pembangunan kawasan  agropolitan Soburbang di Kabupaten Bangkalan , (2) mengetahui peran semua stakeholder yang terlibat dalam pembangunan kawasan Agropolitan Soburbang di Kabupaten Bangkalan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan didukung oleh data-data kuantitatif yang diperoleh dari data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembangunan kawasan agropolitan Soburbang  terhambat disebabkan antara lain karena Sumber daya manusia masih terbatas, sumber dana terbatas, adanya permasalahan lahan dengan masyarakat, peraturan daerah belum tegas. Adapun stakeholder yang terlibat dalam pembangunan kawasan agropolitan Soburbang di Kabupaten Bangkalan antara lain adalah Dinas Pertanian Propinsi, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, Dinas Pembangunan Umum Kabupaten, LSM, universitas, masyarakat, Bappeda, Kelompok tani dan dunia usaha yang akan mendukung pembangunan kawasan agropolitan Soburbang  dalam aspek ekonomi.

Keywords


Stakeholder; Ketahanan Pangan; Peran; Agropolitan

Full Text:

PDF

References


Agusta Ivanovich, 2007.Penguatan Kelembagaan untuk Pengembangan Kawasan

agropolitan. Makalah Pelatihan Nasional P4WP dan LPPM-IPB dan

Yayasan Tunas Bangsa Bogor

Argo, Teti. A. 2005, Menguak Keberpihakan Pada Perdesaan Di Indonesia : Membangun Hubungan Desa Kota Bagi Pembangunan Perdesaan, Jurnal Infrastruktur dan Lingkungan Binaan, Vol. I No. 1, Juni 2005

Badri, Sutrisno. 2004. Keunggulan Kompetitif pada Sistem Agroindustri Kelapa

Sawit dengan Penerapan Model klaster Industri. FE-Univ.Widya Dharma Klaten.

Bakjawaliya. 2007. Sosiologi Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk

Kelas XII Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah Program Ilmu

Pengetahuan Sosial. Bandung : Setia Purna Inves

Bappeda. 2012. Rencana Tata Ruang dan Wilayah. Kabupaten Bangkalan. BPSDM Pertanian, 2003, Pedoman Operasional Pengembangan Kawasan Agropolitan, Departemen Pertanian RI.

Bryson, JM. 2003. What To Do When Stakeholders Matter: A Guide to Stakeholder Identification and Analysis Techniques. A paper presented at the London School of Economics and Political Science. London.

Departemen Penataan Ruang. 2009. Areal Potensial di Bangkalan. Pemda Bangkalan

Galdeano, Rodriguez and Lorente, 2004, Rural Multifunctionality in Europe : The Concept and Policies (90th EAAE Seminar “Multifuncional Agriculture, Policies and Market : Understanding The Critical Linkage”-October 27-29,2004 – Rennes).

Kosim, Muhammad.2007. Kyai dan Blater (Elite Lokal dalam Masyarakat Madura). Jurnal KARSA vol.XII No 2 Oktober 2007

Mercado, G. Ruben, 2002, Regional Development in The Philippines : A Review of Experience, State of The Art and Agenda for Research and Action, Philippine Institute for Development Studies (PIDS), download dari http://www3.pids.gov.ph/ris/pdf/pidsdps0203.PDF

Minfebri. 2007. Peningkatan implementasi Agropolitan untuk Percepatan Pembangunan Pertanian di Kecamatan X Koto Tanah Datar. Bappeda Tanah Datar Padang.

Moehar, Daniel, dkk. 2008. PRA (Paticipatory Rural Appraisal) : Pendekatan Efektif Mendukung Penerapan Penyuluhan Partisipatif dalam Upaya Percepatan Pembangunan Pertanian. Jakarta : PT. Bumi Aksara

Robert Robertus, dkk. 2011. Proses Sosial Medium Pembelajaran: Konseptualisasi Habitus Untuk Sosiologi-Pedagog. Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 Juni 2011, Fakultas Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Jakarta

Syawie Mochamad. 2006. Dinamika Jaringan Pranata Sosial dalam Ketahanan

Sosial pada Kelompok Pedagang Berskala Kecil : Studi Kasus di

Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Palangkaraya. (dalam Jurnal

Penelitian dan Pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial – Vol. II – No. 03 – Hal. 18 - 25)

Suryawati, Juju, dkk. 2006. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Esis

Sutarto, dkk.,2010. Kajian kelembagaan agribisnis Wortel Untuk Mendukung

pengembangan Kawasan Agropolitan SUTHOMADANSIH di kabupaten

Karanganyar.Jurnal Carata Tani Vol. XXV no 1 maret 2010

Tan, Firwan, 2007, Pembangunan Sistem Usaha Ekonomi Inovatif di Daerah,

Masalah dan Kebijakan, FE-Unand Mei 2007.




DOI: https://doi.org/10.21107/pamator.v8i2.2070

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Novi Diana Badrut Tamami

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo by Universitas Trunojoyo Madura is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Terindeks oleh: