KESALAHAN UMUM PADA PENYELESAIAN SOAL CERITA MATERI GETARAN, GELOMBANG, DAN BUNYI: APLIKASI NEWMAN ERROR ANALYSIS

Suci Rachmadya Sari, Fatimatul Munawaroh, Irsad Rosidi, Ana Yuniasti Retno Wulandari

Sari


Studi tentang analisis penyelesaian soal cerita berdasarkan NEA (Newman Error Analysis) yang telah dilakukan dapat mengetahui hasil persentase dan penyebab kesalahan siswa. Jenis penelitian ini adalah Mix Method. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa melakukan kesalahan membaca sebesar 18%, kesalahan memahami sebesar 25%, kesalahan menuliskan rumus sebesar 16%, kesalahan proses sebesar 23%, dan kesalahan menuliskan jawaban akhir sebesar 18%. Faktor penyebab kesalahan siswa adalah mencontoh, terburu-buru, tidak paham konsep, kurang teliti, lupa, tidak fokus, dan dipengaruhi kesalahan tahap sebelumnya.

Kata Kunci


Newman Error Analysis; Penyelesaian Masalah; Soal Cerita

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullah, A. H., Abidin, N. L. Z., & Ali, M. (2015). Analysis of Students ’ Errors in Solving Higher Order Thinking Skills ( HOTS ) Problems for the Topic of Fraction. Asian Social Science, 11(21), 133–142.

Annisa, M., Yulinda, R., & Kartini. (2017). Identifying The Misconceptions of Natural Science (IPA) Using CRI (Certainty of Response Index) at The Primary School Students in Tarakan. Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika, 2(2), 54–59.

Arsanty, V. N., & Wiyatmo, Y. (2017). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis Model Pembelajaran STS dalam Peningkatan Penguasaan Materi dan Pencapaian Kreativitas Peserta Didik SMA. Jurnal Pendidikan Fisika, 6(1), 23–32.

Azwar, S. (2017). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fadillah, E. N. (2017). Pengembangan Instrumen Penilaian untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains Siswa SMA. Didaktika Biologi, 1(2), 123–134.

Kapur, V. (2018). Dynamic Learning Spaces in Education. (V. Kapur & S. Ghose, Eds.). Delhi: Springer Nature Singapore.

Prastiwi, M. D., & Nurita, T. (2018). Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Siswa Kelas VII SMP. E-Jiurnal-Pensa, 6(2), 98–103.

Purwati. (2015). Efektifitas Pendekatan Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Pemecahan. Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM), 1(1), 39–55.

Rahmania, L., & Rahmawati, A. (2016). Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal CErita Persamaan Linier Satu Variabel. Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 1(2), 165–174.

Reddy,M.V.B.,& Panacharoensawad, B. (2017). Students Problem-Solving Difficulties and Implications in Physics : An Empirical Study on Influencing Factors. Journal of Education and Pratice, 8(14), 59–62.

Roebyanto, G., & Harmini, S. (2017). Pemecahan Masalah Matematika. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Safitri, U., Hidayat, M. Y., & Suprapta. (2015). Perbandingan Kemampuan Menyelesaikan Soal Antara Soal Bergambar dan Soal Cerita. Jurnal Pendidikan Fisika, 3(1), 106–109.

Sugiyono. (2014). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suroso. (2016). Analisis Kesalahan Siswa dalam Mengerjakan Soal-soal. Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 4(1), 8–18.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




 

 

   BASE - Bielefeld Academic Search Engine