Representasi Masyarakat Subaltern dalam Novel Kawi Matin di Negeri Anjing Karya Arafat Nur
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kekerasan epistemik, praktik representasi yang membungkam suara subaltern, serta menjelaskan bagaimana hegemoni kekuasaan bekerja dalam mempertahankan subalternitas tokoh-tokoh marginal dalam struktur sosial yang digambarkan dalam novel Kawi Matin di Negeri Anjing karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan teori subaltern Gayatri Chakravorty Spivak dan menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan kritik sastra postkolonial melalui pembacaan tekstual terhadap narasi, tokoh, dan peristiwa dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subaltern dalam novel tidak direpresentasikan sebagai subjek yang memiliki ruang untuk menyampaikan pengalaman dan kepentingannya sendiri. Kekerasan epistemik bekerja dengan menghapus pengalaman hidup tokoh-tokoh marginal dari produksi pengetahuan yang dianggap sah, sementara praktik representasi justru menempatkan subaltern sebagai objek yang didefinisikan dari luar melalui pelabelan dan stigma sosial. Selain itu, hegemoni kekuasaan yang berlangsung secara terus-menerus dalam ranah militer, administratif, hukum, dan ekonomi menciptakan kondisi struktural yang menutup akses subaltern terhadap pengakuan sosial, keadilan hukum, dan mobilitas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan subaltern dalam memperbaiki posisi hidupnya bukan disebabkan oleh kelemahan individu, melainkan oleh struktur kekuasaan yang secara sistematis membatasi kemungkinan mereka untuk berbicara dan diakui. Dengan demikian, novel Kawi Matin di Negeri Anjing tidak menghadirkan narasi pembebasan subaltern, melainkan menegaskan subalternitas sebagai kondisi struktural dalam masyarakat pascakolonial Indonesia.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ashcroft, B., Griffiths, G., & Tiffin, H. (2003). Menelanjangi kuasa bahasa: Teori dan praktik sastra poskolonial (F. Soewandi & A. Mokamat, Terj.). Qalam.
Faruk. (2007). Belenggu pasca-kolonial: Hegemoni dan resistensi dalam sastra Indonesia. Pustaka Pelajar. Hall, S. (2003). Representation: Cultural representations and signifying practices. London: SAGE Publications Ltd.
Morton, S. (2008). Gayatri Spivak: Etika, subalternitas, dan kritik penalaran poskolonial (W. Indiarti, Terj.). Pararaton. Ratna, N. K. (2008). Postkolonialisme Indonesia: Relevansi sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. (2007). Sastra dan cultural studies: Representasi fiksi dan fakta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Raco, J. R. (2010). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik, dan keunggulannya. Jakarta: Grasindo.
Setiawan, R. (2022). Pascakolonial: Wacana, teori, dan aplikasi. Yogyakarta: Gambang Buku Budaya.
Spivak, G. C. (1985). The Rani of Sirmur: An essay in reading the archives. History and Theory,
Spivak, G. C. (1988). “Can the Subaltern Speak?” dalam C. Nelson & L. Grossberg (Ed.), Marxism and the Interpretation of Culture. Urbana: University of Illinois Press.
Spivak, G. C. (1999). A Critique of Postcolonial Reason. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Sugiarti, Andalas, E. F., & Setiawan, A. (2020). Desain penelitian kualitatif sastra. Malang: Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang.
Wellek, R., & Warren, A. (2014). Teori kesusastraan (M. Budianta, Terj.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wahid. (2021). Nilai moral dalam novel Kawi Matin di Negeri Anjing karya Arafat Nur. (Jurnal Bahasa dan Sastra STKIP PGRI Ponorogo), Vol 8 No 2 (2021).
Tillah, dkk. (2021). Ego dan shadow tokoh utama dalam novel Kawi Matin di Negeri Anjing karya Arafat Nur (perspektif psikologi Jungian). (Jurnal Sapala), Vol. 9 No. 01 (2022).
Latifah, dkk. (2022). Bahasa politik novel Kawi Matin di Negeri Anjing karya Arafat Nur. (Jurnal Wacana), Vol. 6 No. 1 (2022).
Andriyanto, dkk. (2021). Subaltern pada novel Jemini karya Suparto Brata (perspektif Gayatri Spivak). (Jurnal Lokabasa). [volume]([nomor]), Vol. 12 No. 1 (2021).
Kholifatu, dkk. (2020). Subaltern dalam novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian poskolonial Gayatri Spivak. (Jurnal Stilistika). Vol. 13 No. 1 (2020).
Hikam, Ahmad Ilzamul. (2024). Representasi Ideologi Feminisme Pada Film Sri Asih Karya Joko Anwar. (Jurnal Metalingua). Vol. 9 No. 2 (2024)
DOI: https://doi.org/10.21107/metalingua.v11i1.33423
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Ardiansah Putra Perdana, Sugiarti Sugiarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua by Universitas Trunojoyo Madura is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














