URGENSI PERENCANAAN PARTISIPATIF DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA (STUDI KASUS PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEREMPUAN DESA PENDABAH)

Kurniyati Indahsari

Abstract


Community empowerment programs often fail due to low community participation, weak facilitation processes, or lack of targeting. The research aims to determine the existing condition and describe how the participatory planning is able to formulate an agreed Strategic Action Plan of the Pendabah Village women's economic empowerment. Participatory planning process was implemented through a series of focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews with Pendabah Village women's groups and other related parties. Research shows that the Family Welfare Empowerment group in Pendabah village has no activities and various community empowerment activities are not running well. Most parties are pessimistic about the successfulness of community empowerment programs in this village. However, community empowerment counselors remain optimistic since Pendabah community is open minded. The FGDs with women's groups, the socialization of woman empowerment success stories, and giving motivation to the group were conducted. As a result, a large empowerment project or program has been determined based on mutual agreement, identified current conditions related to the project, and formulated a Strategic Action Plan for Pendabah Village women's economic empowerment through the Home Yard Utilization Program.

Keywords


Rencana Aksi Strategis, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Perencanaan Partisipatif

References


Ajzen, I dan Fishbein, M (2005). The Influence of Attitudes on Behaviour dalam The Handbook of Attitude edited by Eldores Albarracin, Blair T Johnson and Mark P. Zanna. Lawrence Erlbaum Associates Publisher.

Andriany, D. (2015). Pengembangan Model Pendekatan Partisipatif Dalam Memberdayakan Masyarakat Miskin Kota Medan Untuk Memperbaiki Taraf Hidup. http://fe.unp.ac.id/. Diakses pada tanggal 23 Oktober 2019

Anggadwita, G., Luturlean, B. S., Ramadani, V., & Ratten, V. (2017). Socio-cultural environments and emerging economy entrepreneurship women entrepreneurs in Indonesia. Journal of Entrepreneurship in Emerging Economies, 9(1), 85–96. https://doi.org/10.1108/JEEE-03-2016-0011

Ardiyati. (2018). Analisis Pemberdayaan Perempuan Melalui Simpan Pinjam Kelompok. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 6, 91–99.

Astuti, M. (2017). Pemberdayaan Perempuan Miskin Berbasis Pemanfaatan Sumberdaya Lokal melalui Pendekatan Sosial Enterpreneurship (Studi kasus di daerah tertinggal, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat). Sosio Konsepsia, 17(3), 241-251.

Astuti, W., & Hardiana, A. (2009). Perencanaan Partisipatif pada Tingkat Kelurahan Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan pada Permukiman Kumuh Perkotaan. Journal of Regional and City Planning, 20(2), 146–154.

Badan Pusat Statistik (2018). Kecamatan Kamal dalam Angka Tahun 2018. Penerbit: BPS Kabupaten Bangkalan

Blackely, E.J dan Bradshaw, T. K. 2002. Planning Local Economic Development: theory and Practice, 3rd edition. Sage Publication. London.

Fatimah, W. N. A. (2017). Karanganyar Hijau sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Karanganyar. Jurnal Care: Jurnal Resolusi Konflik, CSR, dan Pemberdayaan, 1(1).

Gasser, M., Salzano, C., Meglio, R.D., Lozarte-Hoyle., A. 2005. Pembangunan Ekonomi Lokal: Panduan Operasional. International Labor Organization Publisher. Jakarta.

Hikmah, N., Mahbub, A. S., & Supratman, S. (2018). Strategi Pengembangan Program Pemberdayaan Masyarakat Hutan Kemasyarakatan di Desa Gunung Silanu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 10(2), 246. https://doi.org/10.24259/jhm.v10i2.4765

Indahsari, K. (2013). Preferensi individu muslim dalam penyaluran zakat, infak, shadaqah dan waqaf (ziswa): kendala pembangunan sektor ketiga. Media Trend, 8(2), 101-117.

Indahsari, K. (2018). Menyusun Rencana Strategi Penyelenggara Urusan Pererintahan Daerah (1st ed.). FEB UTM.

Malonda, B. F. (2009). Peranan Perempuan dan Pembangunan Di Indonesia. Jurnal Masyarakat Kebudayaan dan Politik, 206-216.

Menteri Desa PDTT (2017). Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigras Nomor 126 Tahun 2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Muslim, A. (2017). Analisis Kegagalan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat dalam Membangun Kemandirian Masyarakat Miskin (Studi Kasus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur). Jurnal Penyuluhan, 13(1), 79-87. doi: https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v13i1.14524

Mustangin, Kusniawati, D., Pramina Islami, N., Setyaningrum, B., & Prasetyawati, E. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Desa Wisata di Desa Bumiaji. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi 2 (1).

Portal Madura (2019). Sedikitnya 155 Desa Kategori Tertinggal di Bangkalan. https://portalmadura.com/sedikitnya-155-desa-kategori-tertinggal-di-bangkalan-190693. Diakses tanggal 3 November 2019

Presiden Republik Indonesia (2015). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2015 tentnag Penetapan Daerah Tertinggal tahun 2015-2019.

Ras, A. A. (2016). Pemberdayaan masyarakat Sebagai Upaya pengentasan kemiskinan. SOCIUS: Jurnal Sosiologi, 1(2), 56-63.

Sonbait, L. Y., & Wambrauw, Y. L. D. (2011). Permasalahan dan Solusi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Biogas Sebagai Energi Alternatif di Kabupaten Manokwari Papua Barat (Problems and Solutions Program for Community Empowerment through Biogas as an Alternative Energy at Manokwari Regency West Papua). Jurnal Ilmu Ternak Universutas Padjadjaran 11 (2).

Sukidjo, S., Sihono, T., & Mustofa, M. (2014). Pemberdayaan Kelompok Perempuan dalam Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pengembangan USAha Mikro. Jurnal Economia, 10(1), 1-10.

Suyanto, S., & Pudjianto, B. (2015). Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Sejahtera (Studi Kasus di Kabupaten Sragen). Sosio Konsepsia, 5(1), 340-354.

The World Bank. 2006. Local Economic Development: a Primer Development and Implementing Local Economic Develoment Strategies and Actions Plan.

Tobirin. (2013). Formalitas dan simbolisasi politik pemberdayaan masyarakat dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan Formalities and political symbolism of community empowerment in villages’ poverty alleviation.

Vermeulen, S., Woodhill, J., Proctor, F, dan Delnoye, R. 2008. Chaim-Wide Learning for Inclusve Agrifood Market Development. Wageningen University.




DOI: https://doi.org/10.21107/mediatrend.v15i1.6196



Copyright (c) 2020 Media Trend

Creative Commons License

Mediatrend © 2015 - Journal of Economic & Development Studies | Development Economics Program - Faculty of Economics and Bussiness, Trunojoyo University