PENGARUH PERBEDAAN DIAMAETER TELUR Chelonia mydas (LINN. 1758) TERHADAP DAYA TETAS TELUR DENGAN MENGGUNAKAN Automatic Turtle Egg Incubator (MATICGATOR)

H Hendra, Vian Dedi Pratama, S Sunardi, Zaenal Abidin, M Mulyanto, S Sukandar

Abstract


ABSTRACT

Green Turtle (Chelonia mydas) is one of the animals that have been listed on the International Union for the Conservation of Nature (IUCN) as one of the species that are endangered and protected. Pokmaswas Indah Lestari does conservation with semi-natural hatchery. The program has not been maximized so that the BPP (Agency for Research and Community Service) from Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Brawijaya University is create The MATICGATOR. MATICGATOR hatching percentage is higher than semi-natural hatchery. The research intend to enhance the functionality of MATICGATOR. This research used 75 samples of turtle eggs from 5 mains green turtle (chelonian mydas). The first incubation period is 45 days and the second is 66 days. Based on the results of the research, there is a positive correlation between the differences of diameter to the percentage of turtle eggs hatching success. The highest correlation obtained at mains E to 51.1% and the lowest correlation to the mains C to 15.7%. Percentage hatching on MATICGATOR is 80%.

Keywords: Diameter eggs, Green Turtle, percentage of hatching

ABSTRAK

Penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan salah satu jenis hewan yang sudah tercantum di International Union for The Conservation Nature (IUCN) sebagai salah satu species yang rentan dan wajib dilindungi. Pokmaswas Indah Lestari melakukan konservasi dengan penetasan semi-alami. Program tersebut belum maksimal sehingga Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas perikanan dan kelautan, universitas brawijaya menciptakan MATICGATOR. Prosentase penetasan maticgator lebih tinggi dari pada penetasan semi-alami. Penelitian ini bertujuan untuk menyempurnakan fungsi Maticgator. Penelitian ini menggunakan 75 sampel telur  dari 5 induk penyu hijau (Chelonian mydas). Masa inkubasi pada penetsan pertama 45 hari dan penetasan kedua 66 hari. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat korelasi positif antara perbedaan diameter telur penyu terhadap prosentase penetasan. Korelasi tertinggi didapat pada induk E sebesar 51,1% dan korelasi terendah pada induk C sebesar 15,7%. Prosentase penetasan pada MATICGATOR adalah sebesar 80%.

Kata kunci: Diameter telur, Penyu Hijau, Prosentase penetasan


References


Dobbs, K.A., J.D. Miller, C.J. Limpus, and A.M.Jr. Landry. (1999). Hawksbill Turtle, Eretmochelys imbricata, Nesting at milman Island, Northem Great Barrier Reef, Australia. Chelonian Conservation and Boilogy. Vol. III. 344-361 pp.

Fransiskus, X.H. Nope, Amin. Leksono. Dan Sulastri. (2012). Pengaruh Kedalaman sarang Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Terhadap Masa inkubasi Penetasan semi- alami. Skripsi. ITN: Malang

Sutrisno, H. (2004). Metodologi Research Jilid 2, cet.ke.XIX, Andi Offset: Yogyakarta

Karnan. (2008). Penyu Hijau: Status dan Konservasinya. FKIP Universitas Mataram. Jurnal Pijat MIPA, 2, 86-89

Nuitja, I.N.S. (1989). Fisheries and Ecological Studies on the Marine Turtle in Indonesia. Unpublished Doctoral Dissertation University of Tokyo. Tokyo, Japan.

Pratama, V. D. (2014). Rancang bangun technology penetasan telur penyu otomatis. Skripsi: Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Universitas Brawijaya, Malang

Silalahi, S. (1990). Pengaruh Perlindungan sarang dan kepadatan telur terhadap laju tetas telur penyu hijau Chelonia mydas (L). Di pantai pengumbahan, sukabumi. Thesis. Fakultas Pascasarjana IPB Bogor




DOI: https://doi.org/10.21107/jk.v13i1.5934

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




 INDEXED BY:
ISSN: 1907-9931 (Printed), 2476-9991 (Online)