Estimasi Cadangan Karbon Lamun Di Pantai Rumaat, Pulau Kei Maluku Tenggara
Abstract
ABSTRAK
Kenaikan karbon menyebabkan terjadinya pemanasan global yang berakibat perubahan iklim berupa fluktuasi curah hujan yang tinggi dan kenaikan muka laut. Lamun menjadi salah satu tumbuhan laut berkemampuan menyerap dan memindahkan jumlah besar karbon dari atmosfir setiap harinya, dan mengendapkannya dalam jaringan atau sedimen untuk waktu yang lama, sehingga keberadaan lamun di bumi sangat diperlukan sebagai jasa dalam penyerapan karbon. Penelitian ini bertujuan mengetahui kerapatan lamun, frekuensi kehadiran, biomasa lamun, cadangan karbon dan parameter lingkungan. Pengambilan sampel menggunakan metode line transek kuadrat. Lamun sebanyak 8 spesies ditemukan pada perairan Rumaat. Kerapatan lamun tertinggi berasal dari spesies Thalassia hemprichii sebanyak 5974 ind/m2. Frekuensi kehadiran Enhalus acoroides sebanyak 93,53% lebih tinggi dibandingkan spesies lainnya. Enhalus acoroides memiliki biomassa tertinggi sebesar 75.871,2 (g/m2) dan didominasi pada bagian bawah substrat. Lamun Enhalus acoroides memiliki total kadar abu 92,38% dan total kandungan organik 220,96% lebih dibanding spesies lainnya serta cenderung tinggi pada bagian bawah substrat. Cadangan karbon lamun di lokasi penelitian cukup tinggi terutama dari spesies Enhalus acoroides sebesar 1,04 ton. Paramater lingkungan di lokasi penelitian diperoleh suhu 32°C, salinitas 30 ‰, pH 8 dan DO 8 mg/l dan dapat dikategorikan cocok bagi pertumbuhan lamun.
Kata kunci: karbon, lamun, rumaat
ABSTRACT
The increase in carbon causes global warming which results in climate change in the form of high rainfall fluctuations and sea level rise. Seagrass is one of the marine plants that can absorb and transfer large amounts of carbon from the atmosphere every day, and deposit it in tissues or sediments for a long time, so that the existence of seagrass on earth is very necessary as a service in carbon absorption. This research aims to determine seagrass density, frequency of presence, seagrass biomass, carbon reserves and environmental parameters. Sampling used the quadratic line transect method. As many as 8 species of seagrass are found in Rumaat waters. The highest seagrass density came from the Thalassia hemprichii species at 5974 ind/m2. The frequency of presence of Enhalus acoroides was 93.53% higher than other species. Enhalus acoroides had the highest biomass of 75,871.2 (g/m2) and was dominated at the bottom of the substrate. The seagrass Enhalus acoroides has a total ash content of 92.38% and a total organic content of 220.96% more than other species and tends to be high at the bottom of the substrate. Seagrass carbon reserves at the research location are quite high, especially from the Enhalus acoroides species, amounting to 1.04 tonnes. The environmental parameters at the research location were temperature 32°C, salinity 30‰, pH 8 and DO 8 mg/l and could be categorized as suitable for seagrass growth.
Keywords: carbon, seagrass, rumaat
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ariani, A. S., & Wahid, A. (2014). Biomassa dan karbon tumbuhan bawah sekitar danau Tambing pada kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Warta Rimba, 2(1), 164-170.
Bagu, I., Hamidun, M. S., & Baderan, D. W. (2020). Estimasi Simpanan Karbon Lamun Enhalus acoroides di Kawasan Pantai Langala, Dulupi Kabupaten Boalemo. Jambura Edu Biosfer Journal, 2(1), 13-21.
Budiarto, M. A. R. R., Iskandar, J., & Pribadi, T. D. K. (2021). Cadangan Karbon pada Ekosistem Padang Lamun di Siantan Tengah Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas. Jurnal Kelautan Tropis, 24(1), 45-54. https://doi.org/10.14710/jkt.v24i1.9348
Djafar, J., & Mamu, H. (2022). Biodiversitas Jenis Lamun Di Perairan Wisata Tambatan Perahu Desa Pentadu Timur Kabupaten Boalemo. BIOMA: Jurnal Biologi Makassar, 7(2), 14-23.
Felisberto, P., Jesus, S. M., Zabel, F., Santos, R., Silva, J., Gobert, S., ... & Borges, A. V. (2015). Acoustic monitoring of O2 production of a seagrass meadow. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 464, 75-87. https://doi.org/10.1016/j.jembe.2014.12.013
Ningrum, K. P., Endrawati, H., & Riniatsih, I. (2020). Simpanan Karbon pada Ekosistem Lamun di Perairan Alang–Alang dan Perairan Pancuran Karimunjawa, Jawa Tengah. Journal of Marine Research, 9(3), 289-295. https://doi.org/10.14710/jmr.v9i3.27558
Fourqurean, J. W., Duarte, C. M., Kennedy, H., Marbà, N., Holmer, M., Mateo, M. A., ... & Serrano, O. (2012). Seagrass ecosystems as a globally significant carbon stock. Nature geoscience, 5(7), 505-509. https://doi.org/10.1038/ngeo1477
Graha, Y. I., Arthana, I. W., & Karang, I. W. G. A. (2016). Simpanan karbon padang lamun di kawasan Pantai Sanur, Kota Denpasar. Ecotrophic, 10(1), 46-53. https://doi.org/10.24843/EJES.2016.v10.i01.p08
Harimbi, K. A., Taufiq-Spj, N., & Riniatsih, I. (2019). Potensi penyimpanan karbon pada lamun spesies Enhalus acoroides dan Cymodocea serrulata di Perairan Jepara. Buletin Oseanografi Marina, 8(2), 109-115. https://doi.org/10.14710/buloma.v8i2.23657
Hartati, R., Pratikto, I., & Pratiwi, T. N. (2017). Biomassa dan estimasi simpanan karbon pada ekosistem padang lamun di Pulau Menjangan Kecil dan Pulau Sintok, Kepulauan Karimunjawa. Buletin Oseanografi Marina, 6(1), 74-81. https://doi.org/10.14710/buloma.v6i1.15746
Hartati, R., Widianingsih, W., Santoso, A., Endrawati, H., Zainuri, M., Riniatsih, I., ... & Mahendrajaya, R. T. (2017). Variasi komposisi dan kerapatan jenis lamun di Perairan Ujung Piring, Kabupaten Jepara. Jurnal Kelautan Tropis, 20(2), 96-105. https://doi.org/10.14710/jkt.v20i2.1702
Hidayat, W., Warpala, I. S., & Dewi, N. S. R. (2018). Komposisi jenis lamun (seagrass) dan karakteristik biofisik perairan di kawasan Pelabuhan Desa Celukanbawang Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Bali. Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 5(3), 133-145.
Wahyudi, A. J., & Yona, D. (2017). Cadangan karbon di area padang lamun pesisir Pulau Bintan, Kepulauan Riau. OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia), 2(3), 1-11. https://doi.org/10.14203/oldi.2017.v2i3.99
Irawan, A. (2017). Potensi cadangan dan serapan karbon oleh padang lamun di bagian utara dan timur Pulau Bintan. OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia), 2(3), 35-48. https://doi.org/10.14203/oldi.2017.v2i3.158
Kaya, A. O. (2017). Komponen zat gizi lamun enhalus acoroides asal Kabupaten Sopiori Provinsi Papua. Majalah Biam, 13(2), 16-20. https://doi.org/10.29360/mb.v13i2.3542
Kennedy H, Bjork M. (2009). Seagrass Meadows In: Laffoley. Dalam: Dan & Grimsditch,
Gabriel. The Management of Natural Coastal Carbon Sinks. International Union for
Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN): Gland, Switzerland. 23-30.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51. 2004. Baku Mutu Air Laut. MENLH. Jakarta.
Larasati RF, Jaya MH, Putra A, Djari AA, Sako K, Khairunnisa A, Jatayu D, Aini S, Suriadin H. (2022). Keanekaragaman, Kerapatan dan Penutupan Jenis Lamun di Pantai Kastela, Ternate Selatan, Maluku Utara. Journal of Indonesian Tropical Fisheris, 5(2), 162-178. https://doi.org/10.33096/joint-fish.v5i2.128
LIPI. (2018). Potensi Padang Lamun Masih Kurang Diperhatikan. Available at: http://lipi.go.id/berita/potensi padanglamun-masih-kurang-diperhatikan/21324 (Accessed: 12 July 2019).
Novianti, M., Suprapto, D., & Widyorini, N. (2013). Analisis kelimpahan perifiton pada kerapatan lamun yang berbeda di perairan Pulau Panjang, Jepara. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 2(3), 219-225.
Perisha, B., Widyartini, D. S., Piranti, A. S., Susanto, A. B., & Anggiani, M. (2022). Peranan Makroalga bagi Ekosistem dan Responnya terhadap Perubahan Iklim. Oseana, 47(1), 29-38.
Pratama, R. (2019). Efek rumah kaca terhadap bumi. Buletin utama teknik, 14(2), 120-126.
Rugebregt, M. J. (2015). Ekosistem Lamun di Kawasan Pesisir Kecamatan Kei Besar Selatan, kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Indonesia. Jurnal Widyariset, 1(1), 79-86.
Rugebregt, M. J., & Matuanakotta, C. (2020). Syafrizal. 2020. Keanekaragaman Jenis, Tutupan Lamun, dan Kualitas Air di Teluk Ambon. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(3), 589-594. https://doi.org/10.14710/jil.18.3.589-594
Salahuddin, S., Apriadi, T., & Muzammil, W. (2022). Pertumbuhan Lamun Enhalus acoroides Di Perairan Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 15(1), 31-38. https://doi.org/10.21107/jk.v15i1.11387
Septiani, E. F., Ghofar, A., & Febrianto, S. (2018). Pemetaan Karbon Di Padang Lamun Pantai Prawean Bandengan Jepara. Majalah Ilmiah Globe, 20(2), 117-124. https://doi.org/10.24895/MIG.2018.20-2.827
Silaban, R., Rahajaan, J. A., & Ohoibor, M. H. (2022). Kepadatan dan Keanekaragaman Teripang (Holothuroidea) di Perairan Letman, Maluku Tenggara. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 6(4), 361-376. https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2022.Vol.6.No.4.236
Wagey, Billy T. (2013). Hilamun (Seagrass). Manado. UNSRAT Press.
Wahyudi, A.J. Irawan, A., Rahmawati, S, Dharmawan, I.W.E. (2018). Potensi Cadangan dan Serapan Karbon Ekosistem Mangrove dan Padang Lamun Indonesia’, Versi α 1. Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Wicaksono, S. G., Widianingsih, W., & Hartati, S. T. (2012). Struktur vegetasi dan kerapatan jenis lamun di perairan Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara. Journal of Marine Research, 1(2), 1-7.
DOI: https://doi.org/10.21107/jk.v18i3.32295
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal Kelautan by Program Studi Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Published by: Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura











