Kajian Parameter Oseanografi Perairan Pada Kawasan Konservasi Perairan di Kota Padang Untuk Mendukung Wisata Bahari (Studi Kasus: Pulau Bindalang dan Pulau Sibonta)

Try Al Tanto, Ilham Ilham

Abstract


ABSTRAK

Kawasan perairan sekitar P. Bindalang dan P. Sibonta merupakan salah satu kawasan konservasi perairan di Kota Padang. Lokasi ke dua pulau ini cukup jauh dari daratan utama, sekitar 13.3 - 16 Km dari Muara Padang. Kajian parameter oseanografi diperlukan agar dalam pengelolaannya dapat dilakukan secara benar dan lebih baik. Tujuannya adalah untuk menentukan karakteristik beberapa parameter oseanografi di sekitar pulau, yaitu pasang surut, arus, gelombang laut, suhu dan salinitas permukaan laut. Metode yang digunakan dalam kajian adalah deskriptif, dengan menjelaskan karakteristik dari masing-masing parameter oseanografi yang dikaji. P. Bindalang dan P. Sibonta di kelilingi oleh pantai beting dan berpasir putih dengan pecahan karang, tergolong landai, pantai cukup luas dan lebar. Kedalaman laut sekitar pulau tergolong perairan dangkal (mencapai 60 - 190 m), termasuk landas kontinen. Pasang surut yang terjadi adalah pasang surut campuran condong ganda dengan tunggang pasut (tidal range) 149.42 cm. Arus permukaan laut cukup rendah, sebesar 4.69 – 15.33 cm/s (P. Bndalang) dan 4.14 – 20.16 cm/s (P. Sibonta). Nilai suhu permukaan laut (SPL) berkisar 30.0 – 30.3°C dan 30.1 – 30.6°C, salinitas permukaan 33.6 – 33.8 dan 30.7 33.8 , serta kecerahan perairan 3.4 – 13.15 m dan 13 – 17.4 m. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi kawasan perairan pesisir di sekitar P. Bindalang dan P. Sibonta dalam kondisi sangat baik. Hal ini sangat mendukung untuk keberlanjutan kawasan konservasi tersebut dan dapat dikembangkan sebagai lokasi wisata bahari ke depannya.

Kata kunci: Oseanografi, Pasang Surut, Arus, Gelombang, SPL, Salinitas, Pulau Bindalang, Pulau Sibonta.

ABSTRACT

Water areas at Bindalang and Sibonta Island is which one protected areas in padang city water. Both the islands longth enough from Muara Padang (13.3 – 16 Km). Studies of water and coastal important to do so it could manage with easy and better for future. The purpose is known oceanography paramaters such as tides, current, waves, SST and salinity. The methods was using descriptif, can explained the caracteristic of each oceanography parameters. The islands have beting coastal, white sand and coral broken, slope slightly (4.12 – 9.52°), width coastal areas. water depth at island around until 60 – 190 m, is continental shelf. Tide caracteristic is mix tide premordialy semidiurnal and tidal range 149.42 cm. Sea surface current were low of 4.6.9 – 15.33 cm/s (Bndalang Island) and 4.14 – 20.16 cm/s (Sibonta Island). Parameters of SST values 30.0 – 30.3°C and 30.1 – 30.6°C, salinity values were 33.6 – 33.8 ‰ and 30.7 – 33.8 ‰, and water visibility 3.4 – 13.15 m and 13 – 17.4 m (until 100 %). The conditions of coastal and water area was better, so this is very supportive for the sustainability of the designated conservation area.

Keywords: Oceanography, Tides, Sea Current, Sea Waves, SST, Salinity, Bindalang Island, Sibonta Island.


References


[ECMWF] Eropean Centre For Medium-Range Weather Forcasts (2015a) Data Arah dan Kecepatan Angin. Available at: http://apps.ecmwf.int/datasets/ (Accessed: 29 October 2015).

[ECMWF] Eropean Centre For Medium-Range Weather Forcasts (2015b) Data Gelombang Signifikan. Available at: http://apps.ecmwf.int/datasets/ (Accessed: 29 October 2015).

[MenLH] Menteri Lingkungan Hidup. (2004). Baku Mutu Air Laut.

Awaludin, M. Y. (2011). Karakteristik Suhu Permukaan Laut dan Hujan di Indonesia. Jurnal Harpodon Borneo, 4(1), 72–76.

Department of The Army. (2003). Coastal Enginerring Manual. Washington (US): U.S. Army Corps of Engineers.

Dipo, P., Nurjaya, I. W., & Syamsudin, F. (2011). Karakteristik Oseanografi Fisik di Perairan Samudera Hindia Timur Pada Saat Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Fase Positif Tahun 1994/1995, 1997/1998 dan 2006/2007. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 3(2), 71-84.

ERG.inc. (1999). ERGTIDE: Software Pengolahan Data Pasang Surut dengan Metode Least Square.

Gaol, J. L., Arhatin, R. E., & Ling, M. M. (2014). Pemetaan suhu permukaan laut dari satelit di perairan Indonesia untuk mendukung “One Map Policy”. In Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2014 (pp. 433-442). LAPAN.

Hamuna, B., Tanjung, R. H., & MAury, H. (2018). Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia di Perairan Distrik Depapre, Jayapura. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 35–43. doi: 10.14710/jil.16.135-43.

Hartoko, A. (2013). Oseanographic Characteristers and Plankton Resources of Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hasyim, B., Sulma, S., & Hartuti, M. (2011). Kajian Dinamika Suhu Permukaan Laut Global Menggunakan Data Penginderaan Jauh Microwave. Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara, 5(4), 130–143.

Kemili, P. and Putri, M. R. (2012). Pengaruh Durasi dan Intensitas Upwelling Berdasarkan Anomali Suhu Permukaan Laut Terhadap Variabilitas Produktivitas Primer di Perairan Indonesia. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(1), 66–79.

Kunarso, K., Ningsih, N. S., & Supangat, A. (2005). Karakteristik Upwelling di Sepanjang Perairan Selatan NTT Hingga Barat Sumatera. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 10(1), 17-23.

Kusumaningtyas, M. A., Bramawanto, R., Daulat, A., & Pranowo, W. S. (2014). Kualitas perairan Natuna pada musim transisi. Depik, 3(1), 10–20. doi: 10.13170/depik.3.1.1277.

Matsumoto, K., Takanezawa, T., & Ooe, M. (2000). Ocean tide models developed by assimilating TOPEX/POSEIDON altimeter data into hydrodynamical model: A global model and a regional model around Japan. Journal of oceanography, 56, 567-581.

Nontji, A. (2007). Laut Nusantara. 5th edn. Jakarta: Djambatan.

Oktaviani, N. A., Jumarang, M. I. and Ihwan, A. (2014). Kajian Elevasi Muka Air Laut di Perairan Indonesia Pada Kondisi El Nino dan La Nina. Jurnal Prisma Fisika, 2(1), 6–10.

Pugh, D. T. (1996). Tides, Surges and Mean Sea-Level. Correction. Brisbane (UK): John Wiley & Sons Ltd.

Purba, M. (2016). Dinamika Lautan. Cetakan 2. Bogor: IPB Press (Anggota IKAPI).

Qu, T., Du, Y., Strachan, J., Meyers, G., & Slingo, J. (2005). Sea Surface Temperatureand Its Variability. Oceanography, 18(4), 50-61.

Russi, D., Pantzar, M., Kettunen, M., Gitti, G., Mutafoglu, K., Kotulak, M., & ten Brink, P. (2016). Socio-economic benefits of the EU marine protected areas. Report prepared by the Institute for European Environmental Policy (IEEP) for DG Environment, 92.

Samawi, M. F., Faisal, A., & Rani, C. (2015). Parameter Oseanografi Pada Calon Daerah Kawasan Konservasi Perairan Laut Kabupaten Luwu Utara. Prosiding Simposium Nasional Kelautan Dan Perikanan II. Makasar: Universitas Hasanuddin, 72–79.

Stewart, R. H. (2008). Introduction to Physical Oceanography. September. Texas: Departmen of Oceanography, Texas A & M University.

Sudjono, E. H., Setiawan, A., Hadi, S., & Ningsih, N. S. (2011). Studi Komponen Pasang Surut Perairan Dangkal (Over And Compound Tides) Model Kanal 1 Dimensi Dengan Menggunakan Metoda Asimilasi Data Variasional Study Components Of Shallow Water Tide (Over And Compound Tides) 1 Dimensional Channel Model. Jurnal ITKT, 3(1), 1-12.

Syaifullah, M. D. (2015). Suhu Permukaan Laut Perairan Indonesia dan Hubungannya dengan Pemanasan Global. Jurnal Segara, 11(2), 103-113.

Al Tanto, T., Husrin, S., Wisha, U. J., Putra, A., & Putri, R. K. (2016). Karakteristik Oseanografi Fisik (Batimetri, Pasang Surut, Gelombang Signifikan dan Arus Laut) Perairan Teluk Bungus. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 9(2), 107-121.

Wouthuyzen, S., Abrar, M., & Lorwens, J. D. (2015). Pengungkapan kejadian pemutihan karang tahun 2010 di perairan Indonesia melalui analisis suhu permukaan laut. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 1(3), 305-327.

Wyrtki, K. (1961). NAGA REPORT (Scientific Results of Marine Investigations of the South China Sea and the Gulf of Thailand 1959-1961). Second ed. California (US): Scripps Institution of Oceanography - The University of California.

Yulianda, F. (2007). Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi, in Seminar Sains.




DOI: https://doi.org/10.21107/jk.v16i2.17858

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




 INDEXED BY: