Pemodelan Hidrodinamika Pola Arus dan Kaitannya Terhadap Distribusi Sampah Laut di Perairan dan Pesisir Kota Tanjung Pinang

Septhi Dwi Nursyahnita, Fadhliyah Idris, Mario Putra Suhana, Aditya Hikmah Nugraha, Try Febrianto, Asep Ma'mun

Abstract


ABSTRAK

Perairan Kota Tanjungpinang memiliki kompleksitas tinggi dengan berbagai bentuk pemanfaatan lingkungan. Aktivitas tersebut menyebabkan peningkatan buangan bahan pencemar organik maupun anorganik ke perairan. Distribusi sampah laut yang tidak tenggelam ke dasar perairan akan hanyut dan mengendap di sepanjang pantai. Proses ini sangat dipengaruhi oleh faktor hidro-oseanografi seperti arus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan arus laut terhadap distribusi sampah laut di perairan. Pengambilan sampel sampah laut menggunakan metode line transect untuk pengambilan sampel di pantai dan pengambilan sampel di laut menggunakan Manta Net. Pengukuran arus, pasang surut, batimetri dan kecepatan angin dilakukan secara langsung di lapangan. Analisis pola arus menggunakan model hidrodinamika untuk mensimulasikan pola arus di lokasi penelitian. Saat kondisi pasang, arus bergerak dari utara menuju selatan dengan kecepatan 0,15-0,24 m/s. Sedangkan saat surut, arus bergerak dari selatan menuju utara dengan kecepatan 0,00-0,09 m/s. Plastik merupakan jenis sampah laut dengan tingkat kepadatan tertinggi yang paling banyak ditemukan, baik yang berukuran makro maupun meso. Sirkulasi arus diduga memberikan pengaruh terhadap distribusi sampah laut di lokasi penelitian. Ketika perairan dalam kondisi pasang, sampah laut dengan massa yang lebih ringan akan terbawa ke pantai. Pada saat surut, kecepatan arus yang cenderung jauh lebih lemah menyebabkan sampah laut akan tertinggal di pantai.

Kata kunci: Arus Laut, Hidro-Oseanografi, Kota Tanjungpinang, Sampah Laut

ABSTRACT

The waters of Tanjungpinang City have a high complexity with various of environmental utilization. This activity leads to increased discharge of organic and inorganic pollutants into the waters. The distribution of marine debris that does not sink to the bottom of the water will be washed away and settle along the coast. This process is strongly influenced by hydro-oceanographic factors such as currents. This study aims to determine the relationship between ocean currents and the distribution of marine debris in the waters. Marine debris sampling using line transect method for beach samples and Manta Net for marine sampling. Measurements of currents, tides, bathymetry and wind speed are carried out directly in the field. Current patterns analysis using hydrodynamic models to simulate current patterns. During high tide conditions, the current moves from north to south at a speed of 0,15-0,24 m/s. While at low tide, the current moves from south to north at a speed of 0,00-0,09 m/s. Plastic is the highest density type of marine debris found, either macro and meso. Current circulation have an influence on the distribution of marine debris. At high tide conditions, marine debris with a lighter mass will be carried to the beach. At low tide, the speed of the current which tends to be much weaker causes marine debris to be left on the beach.

Keywords: Hydro-Oceanography, Marine Debris, Sea Current, Tanjungpinang City


References


Adibhusana, M. N., Hendrawan, I. G., & Karang, I. W. G. A. (2016). Model hidrodinamika pasang surut di perairan pesisir barat Kabupaten Badung, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 2(2), 54-59. https://doi.org/10.24843/jmas.2016.v2.i02.54-59.

[BIG] Badan Informasi Geospasial. (2015). Spesifikasi Teknis Survei Hidrografi dan Pembuatan Peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI) Skala 1:50.000. Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai.

Budiman, A. S., Koropitan, A. F., & Nurjaya, I. W. (2014). Pemodelan hidrodinamika arus pasang surut Teluk Mayalibit Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Jurnal Depik, 3(2), 146-156.

Daruwedho, H., Sasmito, B., & Janu A, F. (2016). Analisis pola arus laut permukaan perairan Indonesia dengan menggunakan satelit altimetri Jason-2 tahun 2010-2014. Jurnal Geodesi Undip, 5(2), 145-158.

[DHI] Danish Hydraulic Institute. 2014. MIKE 21 & MIKE 3 Flow Model FM. Hydrodynamic Module. Step by Step Training Guide. DHI.

Handoyo, G., Subardjo, P., Kusumadewi, V., Rochaddi, B., & Widada, S. (2020). Pengaruh pasang surut terhadap sebaran material padatan tersuspensi di Pantai Dasun Kabupaten Rembang. Indonesian Journal of Oceanography, 2(1), 1–7.

Husrin, S., Wisha, U. J., Prasetyo, R., Putra, A., & Attamimi, A. (2017). Characteristics of marine litters in the west coast of Bali. Jurnal Segara, 13(2), 129-140. http://dx.doi.org/10.15578/segara.v13i2.6449.

Jambeck, J. R., & Johnsen, K. (2015). Citizen-based litter and marine debris data collection and mapping. In Computing in Science and Engineering, 20–26. IEEE Computer Society.

Khairunnisa., Apdillah, D., & Putra, R. D. (2021). Karakteristik pasang surut di perairan Pulau Bintan bagian timur menggunakan metode admiralty. Jurnal Kelautan, 14(1), 58-70. http://doi.org/10.21107/jk.v14i1.9928.

Lebreton, L. C. M., Greer, S. D., & Borrero, J. C. (2012). Numerical modelling of floating debris in the world’s oceans. Marine Pollution Bulletin, 64(3), 653–661.

Lestari, F. (2020). Nutrient distribution models and flow patterns in coastal waters and small islands, Tanjungpinang City, Indonesia. Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, 4(1), 36–40.

Maharani, A., Purba, N. P., & Faizal, I. (2018). Occurrence of beach debris in Tunda Island, Banten, Indonesia. In E3S Web of Conferences, EDP Sciences.

Mandala, W. F. (2016). Kendala dan strategi pengelolaan sampah Pulau Barrang Lompo. The Journal of Fisheries Development, 2(2), 61-68.

Opfer, S., Arthur, C., & Lippiatt, S. (2012). Marine Debris Shoreline Survey Field Guide. NOAA.

Permadi, L. C., Indrayanti, E., & Rochaddi, B. (2015). Studi arus pada perairan laut di sekitar PLTU Sumuradem Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Oseanografi, 4(2), 516–523.

Prajanti, A., Berlianto, M., Simamora, R. L., Imansari, M. B., & Sari, N. (2020). Pedoman Pemantauan Sampah Laut: Sampah Pantai, Sampah Mengapung dan Sampah Dasar Laut. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Purba, M., & Jaya, I, W. (2004). Analisis perubahan garis pantai dan penutupan lahan antara Way Penet dan Way Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. IIPPI, 11(2), 109-121.

Purba, N. P., Handyman, D. I. W., Pribadi, T. D., Syakti, A. D., Pranowo, W. S., Harvey, A., & Ihsan, Y. N. (2019). Marine debris in Indonesia: A review of research and status. Marine Pollution Bulletin, 146:134–144. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2019.05.057.

Ramadani, A., Suhana, M. P., & Febrianto, T. (2022). Karakteristik spasial suhu permukaan laut perairan Kota Tanjungpinang pada empat musim berbeda. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 15(1), 39-59. https://doi.org/10.21107/jk.v15i1.10832.

Sugianto, D. N., & Agus, A. D. S. (2007). Studi Pola sirkulasi arus laut di perairan pantai Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Kelautan, 12(2), 79-92.

Suhana, M. P. (2016). Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai Timur Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Tesis. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Surbakti, H. (2012). Karakteristik pasang surut dan pola arus di muara Sungai Musi, Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains, 15(1), 35-39.

Syakti, A. D., Bouhroum, R., Hidayati, N. V., Koenawan, C. J., Boulkamh, A., Sulistyo, I., Lebarillier, S., Akhlus, S., Doumenq, P, & Chung, P. W. W. (2017). Beach macro-litter monitoring and floating microplastic in a coastal area of Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 122(1–2), 217–225. http://dx.doi.org/10.1016/j.marpolbul.2017.06.046.

Tanto, T. A., Wisha, U. J., Kusumah, G., Pranowo, W. S., Husrin, S., Ilham, I., & Putra, A. (2017). Karakteristik arus laut perairan Teluk Benoa-Bali. Jurnal Ilmiah Geomatika, 23(1), 37–48. https://doi.org/10.24895/jig.2017.23-1.631.

Werorilangi, M. A. S., Samad, W., Gosalam, S., & Lanuru, M. 2021. Identifikasi sampah laut permukaan kaitannya dengan pola arus di perairan Pulau Barrangcaddi, Kota Makassar. Prosiding Simposium Nasional VIII Kelautan dan Perikanan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar, 5 Juni 2021.




DOI: https://doi.org/10.21107/jk.v16i1.15431

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




 INDEXED BY: