ANALISIS JULAT PASANG SURUT (TIDAL RANGE) DAN PENGARUHNYA TERHADAP SEBARAN TOTAL SEDIMEN TERSUSPENSI (TSS) DI PERAIRAN TELUK PARE

Ulung Jantama Wisha, Aida Heriati

Abstract


ANALYSIS OF TIDAL RANGE AND ITS EFFECT ON DISTRIBUTION OF TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) IN THE PARE BAY WATERS


Pare Bay conditions is closely related to the mechanism of circulation in Makasar Strait. One of the problems that occur in Pare Bay waters is increased turbidity and low dynamics of transport inside the bay, which caused silting in some parts of the bay. The aim of this study was to determine tidal range characteristics and the influence of suspended sediment distribution as analysis of the sedimentation process and siltation at Pare bay. Descriptive quantitative method was used and the survey location was based on purposive sampling method. Tidal type in Pare Bay water was mix mainly semidiurnal tides with Formzahl Value was 0.895. The value of the water level below the lowest tide (Z0) was 1036.44 cm. Mean sea level (MSL) value was 1107.97 cm. The vertical datum of MHHWS and MLLWS were 1143.47 cm and 1072.47 cm. Tidal range cycle in spring condition was 102-129,56 cm bigger than cycle in neap condition ranged from 55.53-82.47 cm. TSS concentrations ranged from 0-7.0 mg/L in the surface and ranged from 0- 10.0 mg/L in 5 meters depth. At high tide down, sediment was settling and at the time of high tide, sediment mixed back.

Keywords: Pare Bay, suspended solid, tidal range, tide.


ABSTRAK

Kondisi perairan di Teluk Pare sangat berkaitan dengan mekanisme sirkulasi di Selat Makasar, Permasalahan yang terjadi di Teluk Pare salah satunya adalah tingginya tingkat kekeruhan dan rendahnya dinamika transport didalam teluk yang menyebabkan pendangkalan di beberapa bagian teluk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik julat pasang surut dan pengaruhnya terhadap sebaran sedimen tersuspensi sebagai analisis proses sedimentasi dan pendangkalan di perairan Teluk Pare. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, metode penentuan lokasi titik pengambilan sampel air yaitu metode purposive sampling. Tipe pasang surut Teluk Pare adalah campuran condong harian ganda dengan nilai bilangan formzahl sebesar 0,895. Nilai muka air dibawah surut terendah (Z0)  sebesar 1036,44 cm. Nilai mean sea level (MSL) sebesar 1107,97 cm. Datum vertikal MHHWS dan MLLWS memiliki nilai 1143, 47 cm dan 1072,47 cm. Julat pasang (tidal range) siklusan saat siklus pasang purnama yaitu 102–129,56 cm lebih besar daripada siklus pasang perbani yang berkisar 55,53-82,47 cm. Konsentrasi TSS berkisar antara 0-7,0 mg/L pada permukaan dan berkisar antara 0–10 mg/L pada kedalaman 5 meter, pada saat pasang turun sedimen sudah mulai mengendap dan pada saat pasang naik sedimen teraduk kembali.

Kata kunci: julat pasang, pasang surut, sedimen tersuspensi, Teluk Pare.


References


Adibrata, S. (2007). Analisis pasang surut di Pulau Karampuang, Provinsi Sulawesi Barat. J. akuatik, 1(1), 1-6.

Danial, M. M. (2008). Pengantar ilmu kelautan. Alfabeta. Bandung.

Gordon, A., Susanto, D., & Ffield, A. (1999). Througflow within Makasar Strait. J. Geophys. Res., 26(21), 3325-3328.

Hasriyanti, H. (2015). Tipe gelombang dan pasang surut di perairan Pulau Dutungan Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. J. Sainsmat., 4(1), 14-27.

Lanuru, M., & Ferayanti, D. (2011). Hubungan sedimen dasar perairan dengan penyebaran lamun (seagrass) di Teluk Pare-pare, Sulawesi Selatan. J. Omni-Akuatika, 10(13), 79-83.

Musrifin, M. (2011). Analisis pasang surut peraiiran muara sungai Mesjid Dumai. J. Perikanan dan Kelautan, 16(1), 48-55.

Oktavia, R., Pariwono, J. I., & Manurung, P. (2011). Variasi muka laut dan arus geostrofik permukaan perairan Selat Sunda berdasarkan data pasut dan angin tahun 2008. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 3(2), 127-152.

Satriadi, A., & Sugeng, W. (2004). Distribusi muatan padatan tersuspensi di muara sungai Bodri, Kabupaten Kendal. J. Ilmu Kelautan, 9(2), 101-107.

Panca, I. W. (2008). Studi karakteristik sedimen di perairan Pelabuhan Belawan. Skripsi. Teknik Sumber Daya Air USU, Medan (Tidak di publikasikan).

Poerbandono, P., & Djunarsjah, E. (2005). Survei Hidrografi. Refika Aditama. Bandung.

Qarnain, A. G. D., Alfi, S., & Heryoso, S. (2014). Analisa pengaruh pasang purnama (spring) dan perbani (neap) terhadap laju sedimentasi di perairan Timbulsloko, Demak. J. Oceano., 3(4), 540-548.

Qarny, U. A. (2008). Potensi laut dan pesisir Teluk Parepare. J. Biotropika, 1(5), 201-205.

Syahriartato, S. (2013). Potensi harapan masa depan kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) Parepare. http://www.Syahriartato.wordpress.com/2013/08/11/2045. Diakses pada tanggal 7 Maret 2016 pukul 15:15 WIB.

Tarigan, M.S., & Erwad, E. (2003). Kandungan total zat padat tersuspensi (total suspended solid) di perairan Raha, Sulawesi Tenggara. J. Makara Sains, 7(3), 109-119.

Tejakususma, I. G. (2011). Pengkajian kerentanan fisik untuk pengembangan pesisir wilayah Kota Makasar. J. Sains dan Teknologi Indonesia, 13(2), 82-87.




DOI: https://doi.org/10.21107/jk.v9i1.1066

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




 INDEXED BY:
ISSN: 1907-9931 (Printed), 2476-9991 (Online)