AKUNTANSI LINGKUNGAN DALAM WACANA GOOD GOVERNANCE

Robiatul Auliyah

Abstract


Manfaat akuntansi lingkungan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Akuntansi lingkungan lazim digunakan untuk mendukung akuntansi pendapatan nasional, yang menenkankan pada kepentingan nasional dan para penggunanya kebanyakan pihak-pihak luar pemerintah misalnya, digunakan sebagai alat pengukur ekonomi (makro) pada perhitungan gross domestik produk (GDP), akuntansi keuangan, perusahaan dapat menyajikan laporan keuangan untuk digunakan para investor, kreditor, pemerintah dan lain-lain, sedangkan akuntansi manajemen berfokus pada perhatian para pimpinan perusahaan atau instansi untuk kepentingan internal organisasi. Akuntansi lingkungan merupakan salah satu metode valuasi dampak lingkungan akibat industrialisasi. Karena ada dialektika antara manusia dan lingkungan maka seringkali terdapat hubungan kausalitas yang menyebabkan kerugian secara sosial. hal ini telah disinggung oleh Karl Max sebagai miscommunication manusia terhadap alam sehingga harus dimediasi oleh kerja. Fenomena ini mulai muncul sebab krisis lingkungan yang semakin tinggi lalu ditransformasikan dalam bentuk informasi kepada pihak stakeholder.

Keywords


akuntansi lingkungan, analisis dialektika, sustainability reporting

References


Askary, Muhammad. 2003. “Valuasi Ekonomi dalam Kebijakan Analisis Mngenai

Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)”. Procedding Natural Resourcing and

Environmental Accounting.189-207.

Bakrie, Aburizal. 2000. “Good Corporate Governance: Sudut Pandang Pengusaha”.

Jurnal Reformasi Ekonomi. 1 (2). 21-27.

Hikmah Nor, analisis luas pengungkapan social dalam pelaporan tahunan dan

pengaruhnya terhadap reaksi investor, tesis, 2002

Jensen, M.C., dan W.H. Meckling (1976), Theory of the Firm: Managerial Behavior

Agency costsand Capital Structure,” Journal of Financial Economics,305-360.

Larasati Eva, Green Accounting dalam wacana Green corporate Governance, 2005

Kisenyi. Vincent. 1999. “What (if anything) has Accounting got to do with the

Impending Environmental Crisis”. Working Paper in Accounting and Finance. 2

(1).

Lehman, Glen. dan Tony Tinker. 1993. “Environmental Accounting; Accounting

as Instrumental or Emancipatory Discourse”.

Media Akuntansi. 2004. Akuntansi Lingkungan. Edisi 41. 36-41

Media Akuntansi. 2005. Mengelola Lingkungan; Mengelola Resiko. Edisi 45. Hal

-37.

Media Akuntansi. 2005. “Sustainability Reporting; Kebutuhan Mendesak”. Edisi

38-39.

Sahid, 2002. “Akuntansi Lingkungan; Info Jakstra Good Governance”. Majalah

Pemeriksa. 86. 38-42.

Satriawan Bambang dan Djasuli , Penerapan akuntansi keuangan terhadap

masalah lingkungan di Indonesia.Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol. 3, No.3

Standar Akuntansi Keuangan , IAI, 2004.

Yakhou, Mehenna dan Vernon P Dorweiler. 2004. “Environmental Accounting:

An Essential Component of Business Strategy”. Business Strategy and

Environmental.13. 65-77.




DOI: https://doi.org/10.21107/infestasi.v5i2.477

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Faculty of Economics, University of Trunojoyo Madura
© 2016