Komunikasi antar aktor pada usaha ternak sapi madura di Ketapang Timur
Abstract
Peternak sapi di Kabupaten Sampang hidup dibawah kesejahteraan karena usaha ternak yang dilakukan berskala kecil dan tradisional. Oleh sebab itu, membandingkan potensi dan permasalahan yang ada di lapang, maka sangat diperlukan adanya upaya pembangunan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran komunikasi partisipatif diantara para aktor di industri peternakan sapi madura dan faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi partisipatif dalam pengembangan industri peternakan sapi madura di Kabupaten Sampang. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan metode pendekatan Actor Network Theory (ANT). Untuk menjawab permasalah kedua, peneliti akan menggunakan alat analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel umur, pendidikan, teknologi informasi dan peran pendamping tidak berpengaruh signifikan terhadap efektifitas komunikasi dimana nilai sig dari masing variabel adalah 0.999, 0.999, 0.998 dan 0.410 dengan taraf kesalahan α = 0,05. Hal ini terjadi karena aktor yang terlibat kurang efektif dan tidak berjalan lancar sehingga berakibat pada perkembangan industri sapi potong yang tidak baik dan lambat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ardi, R. H. H., & Simanjuntak, B. H. (2017). DESA MANDIRI ENERGI dan ANT (Studi pada Implementasi dan Peran ANT Dalam Mengenalkan Teknologi Biogas Kepada Masyarakat di Desa Lembu, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang). Cakrawala, 6(1), 93–116.
Badan Pusat Statistik. (2017). Populasi Ternak Menurut Kabupaten / Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Jawa Timur ( ekor ), 2017 Kabupaten / Kota Sapi Perah Sapi Potong Kerbau Kuda Kambing Domba Babi. 2017.
BPS Kabupaten Sampang. (2019). Kecamatan Ketapang dalam Angka 2019. In BPS Kabupaten Sampang.
Cahyanto, P. G., & Sugihen, B. G. (2008). Efektivitas Komunikasi Partisipatif dalam Pelaksanaan Prima Tani di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Pontianak , Kalimantan Barat. 06(1), 14 30.
Cooper, D. R., & Schindler, P. S. (2014). Qualitative Research. In Business Research Methods. 12.
Gayatri, S., & Mardiningsih, D. (2010). peran komunikasi dalam pengembangan ternak sapi perah di kabupaten semarang, provinsi jawa tengah. 7.
Hanafi, H., Soemardjo, Saleh, A., & Yuhana, I. (2004). Pendekatan Model Komunikasi Partisipasi Kelompok Dalam Adopsi Inovasi Agribisnis Ternak Kambing PE Di Girikerto Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Agro Ekonomi, 11(2), 70 81.
Hertanto, D., Sugiyanto, S., & Safitri, R. (2016). Analisis Struktur Jaringan Komunikasi dan Peran Aktor Dalam Penerapan Teknologi Budidaya Kentang (Petani Kentang Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang). Habitat, 27(2), 55–65. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2016.027.2.7
Kasimin, H., Idris, S. H. M., & Sahari, N. (2013). Pembangunan dan perlaksanaan perkhidmatan eKerajaan: Analisis amalan eKerajaan berpusat rakyat dari perspektif ANT (Actor Network Theory). Jurnal Ekonomi Malaysia, 47(2), 39–54.
Kementerian Pertanian. (2018). Outlook 2018 Komoditas Pertanian Subsektor Peternakan Daging Sapi. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1–64. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Moh. Syamsud Dhuha. (2021). EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PARTISIPATIF PADA INDUSTRI SAPI MADURA MELALUI PENDEKATAN ACTOR NETWORK THEORY DI KABUPATEN SUMENEP (SAPUDI. Agriekonomika. https://doi.org/10.1016/j.addr.2018.07.012%0Ahttp://www.capsulae.com/media/Microencapsulation - Capsulae.pdf%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.jaerosci.2019.05.001
Mustika, R. (2015). Inovasi Teknologi Portal Intranet Kominfo : Jurnal Komunikasi Indonesia, IV(April).
Nuryanto, A. (2019). Keberhasilan Dan Dampak Penerapan Sistem Informasi Desa Dalam Perspektif Actor Network Theory ( Studi Kasus di Desa Ngumbul Kabupaten Pacitan ). Prosiding Seminar Nasional Geotik 2019, March, 65–76.
Oka Suardi, I., Parining, N., & Sukewijaya, I. (2015). Model Manajemen Sumberdaya Komunikasi untuk Penyuluhan Pertanian dalam Pelaksanaan Sistem Pertanian Terintegrasi di Provinsi Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis, 3(1), 69–80.
Pambudy, R. (2018). The Development of Adopting Innovation on Entrepreneurship Status of Madura Cattle Farmers. 41(August), 147–156.
Permana, R. (2012). Efektivitas Komunikasi Program Optimalisasi Lahan Pekarangan (Kasus Program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Mulyasari Kecamatan Ciampel Karawang Jawa Barat). In Insitut Pertanian Bogor.
Priyatma, J. E. (2013). Potensi Teori Jejaring Aktor untuk Memahami Inovasi Teknologi. Seminar Nasional RITEKTRA 2013 (Riset Dan Teknologi Terapan). https://repository.usd.ac.id/4456/
Puguh Prasetya Utomo, Krisnawan, R. G. (2013). SEBAGAI MEDIA PEMENUHAN HAK POLITIK WARGA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Puguh Prasetya Utomo. Jurnal MANDATORY, 10. Kata Pengantar Redaksi%0Adari
Rosana, E., & Saleh, A. (2010). Hambatan-hambatan Komunikasi yang Dirasakan Peternak dalam Pembinaan Budidaya Sapi Potong di Kabupaten Ogal Ilir. 8(1). https://doi.org/10.29244/jurnalkmp.8.1.%p
Rushendi, N., Sarwoprasdjo, S., & Mulyandari, R. S. H. (2017). Pengaruh Saluran Komunikasi Interpersonal terhadap Keputusan Adopsi Inovasi Pertanian Bioindustri Integrasi Seraiwangi–Ternak di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Agro Ekonomi, 34(2), 135. https://doi.org/10.21082/jae.v34n2.2016.135-144
Saleh, A. (2006). Tingkat Penggunaan Media Massa dan Peran Komunikasi Anggota Kelompok Peternak dalam Jaringan Komunikasi Penyuluhan Sapi Potong. Media Peternakan, 29(2), 107–120.
Siswijono, S. B., & Nurgiartiningsih, V. M. A. (2010). Pengembangan model kelembagaan konservasi sapi Madura. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 24(1), 33–38.
Sulaiman, A. I., Sugito, T., & Sabiq, A. (2017). Komunikasi Pembangunan Partisipatif untuk Pemberdayaan Buruh Migran. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 13(2), 233. https://doi.org/10.24002/jik.v13i2.734
Tampil, Y., Komaliq, H., & Langi, Y. (2017). Analisis Regresi Logistik Untuk Menentukan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. D’CARTESIAN, 6(2), 56. https://doi.org/10.35799/dc.6.2.2017.17023
Tasikmalaya, D. I. M. (2016). MEMBANGUN KOMUNIKASI PARTISIPATIF MASYARAKAT. 4(2), 191–202.
Trianggono, B., Wiloso, P. G., & Sasongko, G. (2018). Pariwisata Dalam Perspektif Actor Network Theory (Studi Kasus Top Selfie Pinusan Kragilan Desa Pogalan, Jawa Tengah, Indonesia). Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2). https://doi.org/10.26905/jpp.v3i2.2414
Wahyuni, S. (2006). PROSES KOMUNIKASI DAN PARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA (Kasus Program Raksa Desa di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor). Tesis, 1–113.
Wardani, P., & Kartika, T. (2020). Efektivitas Komunikasi Organisasi Melalui Penerapan Sistem Administrasi Persuratan Terintegrasi di Universitas Lampung. Jurnal Komunikasi, 5(1), 31–42.
Wulandari, I. (2017). ( Kajian Teori Jaringan-Aktor Michel Callon). 4, 1–10.
DOI: https://doi.org/10.21107/agriscience.v6i2.15697
Refbacks
- There are currently no refbacks.



