Implementasi Teknologi Pengolahan Sampah Berbasis Insinerator untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Pantai Matahari Sumenep
Abstract
Pengelolaan sampah merupakan tantangan utama dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, terutama di kawasan pesisir yang sering menerima sampah kiriman dari laut. Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep menjadi salah satu lokasi wisata yang menghadapi permasalahan tersebut. Selama ini pengelolaan sampah hanya dilakukan dengan cara dikumpulkan dan diangkut oleh petugas kebersihan, sehingga masyarakat dan pengelola wisata masih bersifat pasif serta bergantung pada pihak luar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penerapan teknologi insinerator dan edukasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah strategis menuju konsep Zero Waste Tourism. Metode pelaksanaan meliputi lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah, kemampuan pengoperasian insinerator, serta munculnya inisiatif inovasi pengelolaan limbah seperti pembuatan ecobrick. Implementasi teknologi insinerator terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah kiriman laut yang sulit ditangani dengan cara manual. Selain itu, masyarakat mulai bertransformasi dari kondisi pasif menjadi lebih partisipatif dan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan wisata.Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Lingkungan wisata menjadi lebih bersih, kenyamanan pengunjung meningkat, dan masyarakat memiliki keterampilan baru yang dapat dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan inovasi alat press sampah atau integrasi Bank Sampah Digital di masa depan. Dengan demikian, penerapan teknologi insinerator yang dikombinasikan dengan penguatan kesadaran 3R menjadi solusi efektif untuk mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan di Pantai Matahari Sumenep.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arena, U. (2012). Process and technological aspects of municipal solid waste gasification. A review. Waste Management, 32(4), 625–639. https://doi.org/10.1016/j.wasman.2011.09.025
Damanhuri, E., & Padmi, T. (2019). Pengelolaan Sampah Terpadu. Bandung: ITB Press. https://www.itbpress.id/product/pengelolaan-sampah-terpadu/
Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2017). The Circular Economy – A new sustainability paradigm?. Journal of Cleaner Production, 143, 757–768. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.12.048
Gössling, S., & Hall, C. M. (2019). Sustainable Tourism Futures: Perspectives on Systems, Restructuring and Innovations. Routledge. https://www.routledge.com/Sustainable-Tourism-Futures-Perspectives-on-Systems-Restructuring-and-Innovations/Gossling-Hall-Weaver/p/book/9780415542258
Jambeck, J. R., et al. (2015). Plastic waste inputs from land into the ocean. Science, 347(6223), 768–771. https://doi.org/10.1126/science.1260352
Kumar, S., et al. (2017). Challenges and opportunities associated with waste management in India. Royal Society Open Science, 4(3), 160764. https://doi.org/10.1098/rsos.160764
Lestari, P., & Trihadiningrum, Y. (2019). The impact of improper solid waste management to plastic pollution in Indonesian coast and marine environment. Marine Pollution Bulletin, 149, 110505. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2019.110505
Niessen, W. R. (2010). Combustion and Incineration Processes: Applications in Environmental Engineering. CRC Press. https://doi.org/10.1201/EBK1439805039
Ni'mah, A. T., Rakhmawati, Y., & Winata, A. Y. S. (2025). Sinergi Asprim dan Pokdarwis dalam Meningkatkan Potensi Wisata Boekit Tawap dan Semenanjung Pesisir Sumenep. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 11(1), 52-59. https://doi.org/10.21107/pangabdhi.v11i1.28640
Putra, R., & Fitriani, I. (2020). Analisis permasalahan sampah plastik di kawasan wisata pesisir. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 11(2), 85–93.
Satria, A. (2015). Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut. Jakarta: Rajawali Pers.
Suryani, A., Nugroho, H., & Pramono, R. (2021). Inovasi bank sampah digital dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Sosial, 17(1), 45–58.
Tilbury, D. (2011). Education for sustainable development: An expert review of processes and learning. UNESCO.
UNWTO. (2020). Sustainable Development of Tourism: A Compilation of Good Practices. Madrid: World Tourism Organization.
Wilson, D. C., Velis, C., & Cheeseman, C. (2012). Role of informal sector recycling in waste management in developing countries. Habitat International, 30(4), 797–808. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2005.09.005
Zurbrugg, C., Gfrerer, M., Ashadi, H., Brenner, W., Kühr, R., & Magalang, A. A. (2012). Determinants of sustainability in solid waste management – The Gianyar Waste Recovery Project in Indonesia. Waste Management, 32(11), 2126–2133. https://doi.org/10.1016/j.wasman.2012.01.011
DOI: https://doi.org/10.21107/pangabdhi.v12i1.32896
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Ana Tsalitsatun Ni'mah, M. Imron Mustajib, A. Yahya Suryawinata

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Ilmiah Pangabdhi by Universitas Trunodjoyo Madura is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







