Analisis Dampak Sosial, Budaya, dan Psikologis Lajang di Indonesia

Dwi Hardani Oktawirawan, Ananta Yudiarso

Abstract


Jumlah lajang di Indonesia mengalami tren peningkatan dari tahun ke tahun. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dampak yang ditimbulkan terkait lajang baik dari sudut pandang sosial, budaya, maupun psikologis. Analisis dilakukan secara kualitatif terhadap data statistik kependudukan serta artikel ilmiah terkait lajang di Indonesia yang kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk narasi. Lajang di Indonesia mendapatkan berbagai pandangan dari masyarakat baik positif maupun negatif. Seorang lajang dianggap lebih bebas, modern, mandiri, dan berfokus pada karir. Secara negatif lajang juga dianggap kesepian, tidak menarik, dan kurang pandai bersosialisasi. Pandangan negatif serta kurangnya penerimaan membuat lajang merasa tertekan. Secara jangka panjang peningkatan jumlah lajang juga dapat memicu permasalahan baru. Meningkatnya jumlah lajang berpotensi menurunkan angka kelahiran yang kemudian mengakibatkan rendahnya presentase penduduk usia produktif di masa mendatang.

Keywords


lajang; analisis dampak sosial; stigma; budaya; kesehatan mental

References


Armandhanu, D. 2017. Sensus: Jomblo di Jepang semakin tua dan bertambah. Kumparan. Retrieved from https://kumparan.com/kumparannews/sensus-jomblo-di-jepang-semakin-tua-dan-bertambah/full

Badan Pusat Statistik. 2010. Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur dan Status Perkawinan. Retrieved from https://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=271&wid=0

Badan Pusat Statistik. 2017. Indeks Kebahagiaan Menurut Status Perkawinan, 2013-2017. Retrieved from https://www.bps.go.id/dynamictable/2017/05/04/1247/indeks-kebahagiaan-menurut-status-perkawinan-2013-2017.html

Badan Pusat Statistik. 2018. Median Usia Kawin Pertama Perempuan Pernah Kawin Umur 25-49 Tahun Menurut Provinsi 2012 dan 2017. Retrieved from https://www.bps.go.id/dynamictable/2018/06/06/1445/median-usia-kawin-pertama-perempuan-pernah-kawin-umur-25-49-tahun-menurut-provinsi-2012.html

Cindy, N. 2016. Representasi Meme Jomblo dalam Situs Jejaring Sosial Twitter (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Vol 3 (2), 1–14 pp.

Depaulo, B. M., & Morris, W. L. 2006. The Unrecognized Stereotyping and Discrimination Against Singles. Current Directions in Psychological Science. Vol 155 (5). 251–254 pp. https://doi.org/10.1111/j.1467-8721.2006.00446.x

Endo, K. 2019. Singlehood In ‘Precarious Japan’: Examining New Gender Tropes And Inter-Gender Communication in A Culture of Uncertainty. Japan Forum. Vol 31 (2). 165–186 pp. https://doi.org/10.1080/09555803.2018.1441167

Gea, A. A. 2010. Pengembangan Culture, Self, and Personality dalam Diri Manusia. Humaniora. Vol 1(1). 37–48 pp. https://doi.org/10.21512/humaniora.v1i1.2146

Greitemeyer, T. 2009. Stereotypes of singles : Are singles what we think ? European Journal of Social Psychology, Vol 39. 368–383 pp. https://doi.org/10.1002/ejsp

Himawan, K. K., Bambling, M., & Edirippulige, S. 2017. Modernization and Singlehood in Indonesia: Psychological And Social Impacts. Kasetsart Journal of Social Sciences, 1–8 pp. https://doi.org/10.1016/j.kjss.2017.09.008

Himawan, K. K., Bambling, M., & Edirippulige, S. 2018. What Does It Mean To Be Single in Indonesia? Religiosity, Social Stigma, And Marital Status Among Never-Married Indonesian Adults. SAGE Open, 8(3), 1–9. https://doi.org/10.1177/2158244018803132

Lembaga Demografi. 2017. Tren usia perkawinan pertama di Indonesia. Retrieved from https://ldfebui.org/wp-content/uploads/2018/01/BN-11-2017.pdf

Nanik, Putri, A. L., & Hariani, L. A. S. 2016. Psychological Well Being Pria dan Wanita Ditinjau Dari Status Pernikahan. Temu Ilmiah Nasional HIMPSI, 1–9.

Nanik, Tairas, M. M. W., & Hendriani, W. (2018). "She Is a Spinster”: A Descriptive Study on Perception Toward Single Women. International Journal of Engineering & Technology Vol 7 1–9 pp. https://doi.org/10.14419/ijet.v7i2.29.13995

Neuman, W. L. 2017. Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif (7th ed.). Jakarta: Indeks.

Noverino, R. 2015. Kajian Analisis Wacana Kritis Intertekstualitas pada Terjemahan yang Menggunakan Bahasa Gaul. Prosiding PESAT6. 108–116 pp.

Sebayang, R. 2019). Banyak Jomblo, Ekonomi Jepang Jadi Loyo. CNBC Indonesia. Retrieved from https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20191206164317-33-121046/banyak-jomblo-ekonomi-jepang-jadi-loyo

Septiana, E., & Syafiq, M. 2013. Identitas“ Lajang” (Single Identity) dan Stigma: Studi Fenomenologi Perempuan Lajang Di Surabaya. Jurnal Psikologi Teori & Terapan. Vol 4(1). 71–86 pp. http://dx.doi.org/10.26740/jptt.v4n1.p71-86

Spielmann, S. S., MacDonald, G., Maxwell, J. A., Joel, S., Peragine, D., Muise, A., & Impett, E. A. 2013. Settling for Less Out of Fear Of Being Single. Journal of Personality and Social Psychology. Vol 105 (6). 1049–1073 pp. https://doi.org/10.1037/a0034628

Sudarsono, S. C. 2017. Diskreditisasi dan Resistansi Jomblo yang Terepresentasi dalam Wacana Meme Humor. Prosiding SETALI 2017. 415–419 pp.

Sumintardja, E. N., Rismiyati, E. K., Sodjakusumah, T., Moeliono, M. F., & Fitriana, E. (2001). Studi tentang Faktor Determinan Pembentuk Kepribadian Manusia Indonesia yang Mencerminkan Perilaku Sehat Mental Dalam Tatanan Budaya Kolektif. Jurnal Sosiohumaniora. Vol 3 (1). 13–25 pp.




DOI: https://doi.org/10.21107/pamator.v13i2.7872

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Dwi Hardani Oktawirawan, Ananta Yudiarso

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo by Universitas Trunojoyo Madura is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Terindeks oleh: