Perubahan Makna Tanah Warisan Pada Masyarakat Desa Bunder Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan

Suhartono Suhartono, Mutmainnah Mutmainnah

Abstract


Tanah bagi orang Madura merupakan harta yang sangat bernilai dalam kehidupannya. Tanah disamping memiliki arti ekonomis, juga memiliki arti kultural sebagai tempat untuk melestarikan dan mengembangkan sistem sosial-budaya masyarakat setempat sehingga persoalan tanah tidak cukup diapresiasi dari sudut ekonomis. Bagi masyarakat Madura, tanah menjadi bagian harga dari harga diri dan terkait dengan kosmologi. Tanah atau lahan merupakan tempat berkumpulnya hampir seluruh aktivitas manusia. Diatas tanah pula manusia mencari nafkah, membangun, bercocok tanam, bertempat tinggal, dan berintegrasi dengan sesama. Maka dari itulah tanah merupakan aspek terpenting dalam tumpuan aktivitas manusia, disamping sebagai pijakan segala aktivitas manusia, tanah juga merupakan aset paling berharga dalam berinvestasi, apa lagi jika tanah tersebut dinilai strategis dan subur, membuat nilai tanah semakin tinggi. Jika dinilai dari sisi ekonomis, tanah merupakan aset yang sangat berharga, namun jika dinilai dari sisi budaya, makna dari sekapling tanah dapat mempunyai arti yang sangat banyak. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.


Keywords


tanah; masyarakat; madura; kultural

Full Text:

PDF

References


Dzulkarnain, I. 2016. Heterotopia Perang kepemilikan Tanah Bagi Masyarakat Madura: Studi Gerakan Sosial Makna Tana Sangkol. Bangkalan: Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya. Universitas Trunojoyo Madura.

Emzir. 2012. Analisis Data Metodologi Penelitian Kualitaif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ihromi. 2004. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Jakarta : Yayasan Obor Nusantara.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Moleong, L.J. 2016. Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Poloma, M.M. 2010. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Rifai, M.A. 2007. Manusia Madura:Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, Dan Pandangan Hidupnya Seperti Diceritakan Peribahasanya. Yogyakarta: Pilar Media.

Ritzer, G. 2012. Teori Sosiologi Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Salim, A. 2002. Perubahan Sosial. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya.

Sobur, A. 2003. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Subaharianto, A. 2004. Tantangan Industrialisasi Madura: Membentur Kultur, Menjunjung Leluhur. Malang : Banyumedia.

Sugiyono. 2010. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfaberta.

Sulastri, E. 2018. Statistik Daerah Kabupaten Pamekasan 2018. Pamekasan: BPS Kabupaten Pamekasan.

Wirawan. 2012. Evaluasi: Teori, Model, Standar, Aplikasi dan Profesi. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Wiyata, L.A. 2002. Carok: Konflik Kekerasan Dan Harga Diri Orang Madura. Yogyakarta: LKiS.




DOI: https://doi.org/10.21107/pamator.v12i2.6286

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Suhartono, Mutmainnah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo by Universitas Trunojoyo Madura is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Terindeks oleh: