Analisis Hubungan Persepsi dan Harapan Wajib Pajak Badan terhadap Pelaksanaan Pemeriksaan Pajak

Mohamad Djasuli, Deasy Maharani Agustin

Abstract


Hubungan yang kurang harmonis antara pemeriksa dan Wajib Pajak dapat diatasi dengan adanya strategi yang mendorong keterbukaan dalam administrasi perpajakan. Oleh karena itu dengan memiliki sebuah sistem pelayanan perpajakan yang memenuhi dimensi-dimensi service quality, kepuasan Wajib Pajak dapat terpenuhi. Hipotesis penelitian ini adalah: ada perbedaan antara Persepsi dan harapan WP Badan terhadap pelaksanaan pemeriksaan pajak oleh KPP Surabaya Pratama Pabean Cantikan pada service quality dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Data yang digunakan berupa data primer melalui metode survey yang diperoleh dari KPP Surabaya Pratama Pabean Cantikan sebanyak 72 Wajib Pajak Badan terdaftar dan pernah dilakukan pemeriksaan pajak oleh KPP Surabaya Pratama Pabean Cantikan. Data kuesioner diuji dengan uji validitas, uji reliabilitas, penghitungan gap antara persepsi dan harapan WP, dan menguji hipotesis menggunakan uji beda paired sample t test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Wajib Pajak Badan tidak puas terhadap pelaksanaan pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh KPP Surabaya Pratama Pabean Cantikan. Ketidakpuasan tersebut terlihat dengan adanya gap antara persepsi dan harapan Wajib Pajak Badan pada tiap dimensi service quality.

Keywords


Pemeriksaan pajak; Dimensi service quality; Persepsi dan harapan WP Badan; dan KPP Surabaya Pratama Pabean Cantikan

Full Text:

PDF

References


Akbar, Akhmad Adam. (2008) Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Metro. (Online).(http:// mmfe.unila.ac.id diakses 22 Maret 2009).

Ali, Lukman. (1996) Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Ed 2). Jakarta: Penerbit Balai Pustaka.

Danapriatna, Nana dan Rony Setiawan. (2005) Pengantar Statistika. (Ed 1). Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.

James, Jiang.J, Gery Klein and Christoper L Carr. (2002) Measuring Information System Service Quality: SERVQUAL From The Other Side.MIS Quarterly, Vol. 26. No. 2, pp. 145��166.

Kartawan dan Dedi Kusmayadi. (2002) Pengaruh Persepsi Wajib Pajak Badan Mengenai Undang-Undang Pajak Penghasilan TerhadapPelaksanaan Sistem Self Assessment pada BUMS dan BUMD Kantor Pelayanan Pajak Tasikmalaya. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, No. 2 Jilid 7: 108��116.

Keputusan Menteri Keuangan RI No. 545/KMK. 04/2000. Tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak. Jakarta

Kiswanto dan M Wahyuddin. (2007) Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Bersama Samsat UPPD DIPENDA Propinsi Jateng Kabupaten Sragen. Jurnal Daya Saing, Vol.8. No. 2, pp. 15��24 ISSN 1411��3422.

Tax Review. (2007) Kode Etik Pegawai Pajak Setarakan Posisi Hak dan Kewajiban Fiskus dan WP. Vol.VII. Edisi 03. Jakarta

Suparman, Raden. (2007) Lahir untuk Mencurigai. (Online). (http://www.google.comdiakses 29

Maret 2009).

Tjiptono, Fandi dan Gregorius Chandra. (2004) Service, Quality dan Satisfaction. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2007. Tentang Ketentuan Umum Perpajakan. Jakarta




DOI: https://doi.org/10.21107/pamator.v4i1.2445

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Mohamad Djasuli, Deasy Maharani Agustin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo by Universitas Trunojoyo Madura is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Terindeks oleh: