NILAI KEARIFAN LOKAL YANG TERKANDUNG DALAM LAYANG JATISWARA PADA UPACARA NYADAR KETIGA DESA PAPAS SUMENEP

Wahid Khoirul Ikhwan

Abstract


Di tengah masyarakat modern yang tidak menentu, penelitian terhadap kesenian tradisional (sastra lisan) dirasa urgen untuk dilakukan. Ada dua alasan yang mendasar yang menjadi temuan dalam penelitian ini Pertama, Macapat Madura tidak dapat dilepaskan dari perkembangan macapat Jawa. Kedua, macapat Madura sebagai kegiatan seni. Dalam hal ini, macapat dipahami sebagai kesenian yang mengandung nilai-nilai sastra yang lebih menekankan pada kemampuan baca. Nilai sastra dalam macapat dapat ditemukan pada bentuk pengungkapan atau ekspresi macapat yang menggunakan kata-kata atau bahasa yang indah. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yang dilakukan terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia, terutama sastra lisan di Madura. Desain penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena yang terjadi dalam perkembangan sastra lisan sebagai salah satu kebudayaan Madura. Ada tiga bagian yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu, penjelasan tentang salat, Jatiswara mencari adiknya, dan filosofi berlayar yang semua berbentuk metrum dandhanggula. Tujuan dilaksanakannnya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan adanya perpaduan antara dua ragam sastra daerah (Jawa dan Madura), mendeskripsikan Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya  sehingga dapat menunjukkan suatu nilai spritual lokal yang universal.

 

 


Keywords


Local knowledge; Song Macapat; Jatiswara; Madura

Full Text:

PDF

References


Behrend, T.E. 1995. Serat Jatiswara: Struktur dan perubahan di dalam puisi Jawa 1600-1930. Terjemahan A. Ikram. Jakarta: INIS

Bouvier, Hélène. 2002. Lebur, Seni Musik dan Pertunjukan dalam Masyarakat Madura. Terjemahan Rahayu S Hidayat dan Jean Couteau. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Budiono. 2003. Tradisi Nyadar Bagi Masyarakat Penggirpapas di Madura dalam Kepercayaan, Magi dan Tradisi dalam Masyarakat Madura. Penyunting: Soegianto. Jember: Tapal Kuda

Damono, Sapardi Djoko. 2000. Kelisanan dalam Keberaksaraan. Jurnal Kalam, edisi 13, 1999. Hlm 2-25.

Fox, James J. 1986. Bahasa, Sastra, dan Sejarah. Kumpulan Karangan Mengenai Masyarakat Roti. Diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono. Seri ILDEP. Jakarta: Djambatan

Imron, D. Zawawi. 1989. Sastra Madura: yang Hilang Belum Berganti dalam Agama, Kebudayaan, dan Ekonomi, studi-studi interdisipliner tentang Masyarakat Madura. Huub de Jonge (ed). Jakarta: CV. Rajawali

Koentjaraningrat. 1984. Masyarakat Desa di Indonesia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Krippendoerff, Klauss. 1993. Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi.(Terj. Farid Wajidi).Jakarta: Raya Grafindo

Nasution, Johan. 1996. Penelitian Masyarakat. Bandung: Intermasa

Pilliang, Yasraf A. 2007. Peradaban Digital: Dinamika Kehidupan dalam Virtualitas Budaya. Makalah disampaikan dalam acara seminar “peradaban baru”, Festival Seni Surabaya 2007, gedung mitra, kompleks balai pemuda Surabaya, 14 Juni 2007.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2007. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Rato, Dominikus. 2003. Buju’ dan Asta: Persepsi Masyarakat Madura Sumenep terhadap Kuburan Keramat dalam Kepercayaan, Magi dan Tradisi dalam Masyarakat Madura. Penyunting: Soegianto. Jember: Tapal Kuda

Rifai, Mien Ahmad. 2007. Manusia Madura. Yogyakarta: Pilar Media

Sedyawati, Edi. 1996.Kedudukan Tradisi Lisan dalam ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu-ilmu Budaya. Warta ATL, edisi II/Maret, 1996, hlm. 5-6

Sunarto. 1990. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif). Surabaya: Unesa University Press.

Supratno, Haris. 1996. Wayang Sasak lakon Dewi Rengganis dalam Konteks Perubahan Masyarakat di Lombok (Kajian Sosiologi Kesenian). Disertasi. Surabaya: PPs Unair.

Team Penelitian Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember. 1980. Seni Macapat Madura. Jember: Proyek Penelitian Madura dalam Rangka Kerjasama Indonesia-Belanda untuk Pengembangan Studi Tentang Indonesia

Teeuw, A. 1988a. Indonesia antara kelisanan dan keberaksaraan.

Teeuw, A. 2003. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Cetakan ke-III Jakarta: pustaka jaya

Tim Penulisan Aneka Ragam Kesenian Sumenep. 2004. Sumenep: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep.

Tuloli, Nani. 1991. Tanggomo: Salah Satu Ragam Sastra Lisan Gorontalo. Jakarta: Intermasa




DOI: https://doi.org/10.21107/pamator.v8i1.2076

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Wahid Khoirul Ikhwan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo by Universitas Trunojoyo Madura is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Terindeks oleh: