PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains, keterlaksanaan, dan respon siswa terhadap penggunaan metode eksperimen. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua kelas diberikan treatment berbeda yaitu kelas eksperimen menggunakan metode pembelajaran eksperimen dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran ceramah. Keterlaksanaan pembelajaran metode eksperimen terhadap keterampilan proses sains diperoleh rata-rata sebesar 98,61% dengan kriteria sebagian besar kegiatan terlaksana. Rata-rata respon siswa terbesar saat menggunakan metode eksperimen pada pernyataan positif yaitu setuju sebesar 57,60%, sedangkan pada pernyataan negatif yaitu tidak setuju sebesar 78,8%
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Abungu, H. E., Okere, M. I. O., & Wachanga, S. W. (2014). The Effect of Science Process Skills Teaching Approach on Secondary School Students’ Achievement in Chemistry in Nyando District, Kenya. Journal of Educational and Social Research, Vol. 4(6), 359–372.
Alizamar. (2016). Teori Belajar & Pembelajaran dalam Bimbingan Kelompok Belajar di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Media Akademi.
Astuti, R., Widha, Sunarno., Suciati, dan Sudarisman. (2016). Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Metode Eksperimen Bebas Termodifikasi Dan Eksperimen Terbimbing Ditinjau dari Sikapilmiah dan Motivasi Belajar Siswa. Proceeding Biology Education Conference, Vol. 13(1), 338-345.
Asyhari, A., & Clara, G. P. (2017) Pengaruh Pembelajaran Levels Of Inquiry Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa. Jurnal Pendidikan Sains, 6(2), 87-101.
Azwar. (2016). Reliabilitas Dan Validitas Edisi 4. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Dimyati & Mudjiono. (2013). Belajar & Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ertikanto, C. (2016). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Media Akademi.
Guevara & Christia A. (2015). Science Process Skills Development Through Innovations In Science Teaching: Research Journal Of Educational Sciences, Vol. 3(2). Philippines.
Haryono, H. E. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Guided Discovery Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Materi Gerak di Kelas Vii Smp Negeri 1 Pucuk. Jurnal Pena Sains, Vol. 4(1), 34-42.
Marnita. (2013). Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Pembelajaran Kontekstual pada Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia (Indonesian Journal of Physics Education), Vol. 9(1), 43–52.
Mustaming, A., Cholik, M., & Luthfiyah, N. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Memperbaiki Unit Kopling Dan Komponen-Komponen Sistem Pengoperasiannya Dengan Mdel Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Otomotif SMK Negeri 2 Tarakan. Jurnal Pendidikan Vokasi: Teori dan Praktek, Vol. 3(1), 561–563.
Putra, A. H. I., Widoretno, S., & Prayitno, B. A. (2015). Peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS) Dasar Siswa Melalui Penerapan Model Learning Cycle 5E Di Kelas Viii G Smp Negeri 22 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(1), 89–100.
Riduwan. (2014). Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.
Rosidi, I. (2016). Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berorientasi Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning) untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains. JurnalPena Sains, Vol. 3(1), 55–60.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tawil. (2014). Keterampilan-Keterampilan Sains Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran IPA. Makasar: Badan Penerbit UNM.
Zeitoun, S., & Hajo, Z. (2015). Investigating the Science Process Skills in Cycle 3 National Science Textbooks in Lebanon. American Journal of Educational Research, Vol. 3(3), 268–275.
DOI: https://doi.org/10.21107/nser.v9i1.5610
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




