KOMUNIKASI TRANS BUDAYA DALAM BIDANG KESEHATAN ANALISIS KASUS: IKLAN KONDOM DAN ATM KONDOM MASUK KAMPUS

Bani Eka Dartiningsih, Basuki Basuki

Abstract


ABSTRACT


Communication and culture reciprocally influence each other mutually. A culture where individuals are
socialized, will affect the way they communicate. And how individuals that communicate, can change the
culture that they have from time to time. Culture declined to patterns of behavior associated with certain
groups of people, namely to “custom” or to “life principle” someone. Culture as a development towards
balance. Condoms ATM case is a form of trans cultural communication where meaning contained in
these products is that students are expected to behave safe (secure) way to have sex. Safe refers to healthy
behaviors. The tool is not just a place to put a condom, but more contain message of healthy behaviors in
sex. Despite the healthy word is reserved for people who are still categorized as deviant.


ABSTRAK


Komunikasi dan budaya secara timbal balik saling berpengaruh satu sama lain. Budaya dimana secara
individu-individu disosialisasikan, akan berpengaruh terhadap cara mereka dalam berkomunikasi. Dan
cara bagaimana individu-individu itu berkomunikasi, dapat mengubah budaya yang mereka miliki dari
waktu ke waktu. Budaya menurun kepada pola perilaku yang diasosiasikan dengan kelompok orang
tertentu, yaitu untuk “kebiasaan” atau untuk “prinsip hidup” seseorang. Budaya sebagai perkembangan
menuju keseimbangan. Kasus ATM Kondom merupakan bentuk komunikasi trans budaya dimana
makna yang terkandung dalam produk tersebut adalah bahwa mahasiswa diharapkan berperilaku safe
(aman) dalam melakukan hubungan seks. Aman (safe) merujuk pada perilaku sehat. Alat tersebut bukan
sekedar tempat menaruh kondom, tetapi lebih mengandung pesan perilaku sehat dalam berhubungan
seks. Meskipun kata sehat tersebut dikhususkan bagi orang yang masih dikategorikan menyimpang.


Keywords: Komunikasi trans budaya, ATM kondom


References


DAFTAR PUSTAKA

Alo Liliwery, A. 2007, Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta : PT. Pustaka Pelajar

Basri, H. 1994. Remaja Berkualitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Hanafi, Abdillah, 1998, Memahami Komunikasi Antar Manusia, Surabaya.Penerbit Usaha

Nasional.

Poerwandari, E. Kristi,2001.Pendekatan kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta:

Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3)UI

Rakhmat,Jalaluddin.2005.Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Sarwono, Sarlito W. 2002.Psikologi Remaja: PT. Remaja Rosdakarya




DOI: https://doi.org/10.21107/ilkom.v10i2.2525

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Komunikasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.