KUALITAS KARAGINAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA LAHAN YANG BERBEDA DI KECAMATAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP

Desti Alam Fathoni, Apri Arisandi

Abstract


ABSTRAK

Rumput laut jenis Eucheuma cottonii  merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil karaginan. Karaginan sangat penting peranannya sebagai stabilisator (pengatur keseimbangan), thickener (bahan pengental), pembentuk gel, pengemulsi, koloid pelindung, penggumpal dan pencegah kristalisasi. Sifat ini sangat dimanfaatkan dalam industri makanan, obat-obatan, kosmetik, tekstil, cat, pasta gigi dan industri lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas karaginan rumput laut Eucheuma cottonii di Desa Aengdake, Desa Lobuk dan Desa Pagar Batu Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa rumput laut Eucheuma cottonii pada stasiun perairan Desa Pagar Batu memiliki kualitas karaginan terbaik diantara sampel rumput laut Eucheuma cottonii yang didapat pada masing-masing stasiun penelitian. Hal tersebut dibuktikan dengan kadar air sampel karaginan terendah dengan jumlah 16,67%, nilai viskositas tertinggi dengan jumlah 63,33 cP dan nilai kerapuhan sampel terkecil dengan jumlah 5,68 cm.

Kata kunci: Eucheuma cottonii, kualitas karaginan

ABSTRACT

Eucheuma cottonii seaweed is one type of seaweed that produces carrageenan. Carrageenan is very important in its role as a stabilizer (balance regulator), thickener (thickener), gelling agent, emulsifier, protective colloid, coagulant and preventing crystallization. This property is widely used in the food industry, medicine, cosmetics, textiles, paints, toothpaste and other industries. This study aims to determine the quality of carrageenan seaweed Eucheuma cottonii in Aengdake, Lobuk and Pagar Batu, Bluto District, Sumenep Regency. The results obtained from this study indicate that the Eucheuma cottonii seaweed at the Pagar Batu water station has the best carrageenan quality among the Eucheuma cottonii seaweed samples obtained at each research station. This is evidenced by the lowest sample water content of carrageenan with the amount of 16.67%, the highest viscosity value with the amount of 63.33 cP and the smallest sample fragility value with the amount of 5.68 cm.

Key words: Eucheuma cottonii, carrageenan quality


References


Akib, A., Litaay, M., Ambeng, A., & Asnady, M. (2015). Kelayakan kualitas air untuk kawasan budidaya Eucheuma cottoni berdasarkan aspek fisika, kimia dan biologi di Kabupaten Kepulauan Selayar. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 3(1), 25-36.

Asikin, A.N. dan Kusumaningrum, I. (2019). Karakteristik Fisikokimia Karaginan Berdasarkan Umur Panen yang Berbeda dari Perairan Bontang, Kalimantan Timur. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 22(1), 136-142.

Basmal, J., Utomo, B. S. B., & Sedayu, B. B. (2009). Mutu Semirefined Carrageenan (SRC) yang Diproses Menggunakan Air Limbah Pengolahan SRC yang didaur Ulang. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, 4(1), 1-11.

Distantina, S., Fadilah, R., Fahrurrozi, W., & Wiratni. (2010). Proses Ekstraksi Karagenan Dari Eucheuma cottonii. Seminar Rekayasa Kimia Dan Proses. C-21, 1-6.

Distantina, S., Rochmadi, R., Wiratni, W., & Fahrurrozi, M. (2012). Mekanisme Proses Tahap Ekstraksi Karagenan Dari Eucheuma cottonii Menggunakan Pelarut Alkali (The Mechanism of Carrageenan Extraction from Eucheuma cottonii Using Alkaline Solvent). agriTECH, 32(4).

Ega, L., Lopulalan, C. G. C., & Meiyasa, F. (2016). Kajian mutu karaginan rumput laut Eucheuma cottonii berdasarkan sifat fisiko-kimia pada tingkat konsentrasi kalium hidroksida (KOH) yang berbeda. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(2), 38-44.

FMC Corp. (1977). Carragenan. Marine Colloid Monograph Number One. Springfield, New Jerney. USA Marine Colloids Division FMC Corporation. Hlm 23-29.

Food Agricultural Oranization. (1990). Training Manual on Gracilaria Culture dan processing in China. Rome.

Food Chemical Codex. (1974). Seaweeds and their uses in Japan, Tokai University Press. Tokyo

Harun, M., Montolalu, R. I., & Suwetja, I. K. (2013). Karakteristik fisika kimia karaginan rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii pada umur panen yang berbeda di Perairan Desa Tihengo Kabupaten Gorontalo Utara. Media Teknologi Hasil Perikanan, 1(1), 7-12.

Kurnia, S.D. (2017). Pengaruh Faktor Oseanografi Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Karaginan Rumput Laut Eucheuma Cottonii. Skripsi. Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin Makasar.

Suryaningrum, M., & Erlina, M. D. (2003). Pengaruh Perlakuan Alkali dan Volume Larutan Pengekstrak Terhadap Mutu Karaginan dari Rumput Laut. Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan, 9(5), 95-103.

Wijayanto, T., Hendri, M., & Aryawati, R. (2011). Studi pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii dengan berbagai metode penanaman yang berbeda di perairan Kalianda, Lampung Selatan. Maspari Journal: Marine Science Research, 3(2), 51-57.




DOI: https://doi.org/10.21107/juvenil.v1i4.8994

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 INDEXED BY:
ISSN: 2723-7583