STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI PERAIRAN MUARA DAN LAUT DESA KRAMAT KECAMATAN BANGKALAN KABUPATEN BANGKALAN

Anip Cinta Triawan, Apri Arisandi

Abstract


ABSTRACT

Phytoplankton has of important role in the waters. Phytoplankton are the foundation of the food chain (primary producers). Fitoplanktn is a parameter for the level of fertility in the waters. The purpose of this study was to determine the communities structure and density of phytoplankton in estuary and the sea. The research was conducted in November 2018 - January 2019 in Kramat Village. This research has been conducted on two stations with 6 points. Phytoplankton samples taken menguunakan planktonnet 10 microns, and made observations on the microscope. The results showed that found 22 genus of phytoplankton are 5 classesBacillariophyceae (14), Chlorophyceae (3), Cyanophyceae (1), Mediophyceae (2). Density and community structure of phytoplankton were obtained with density values in the range estuary waters 781 - 14 648 ind / l and the density of the sea water ranges10078 – 22 813ind / l with fertility waters mesotrofik - eutrophic. Has a relatively stable community structure at two stations seen from diversity index value, uniformity index and dominance index entry role in the medium category thus indicating a relatively stable waters, nor is there a dominating genus or genus that lived in pressure on the habitat.

Keywords: phytoplankton, community structure, estuaries and sea

ABSTRAK

Fitoplankton mempunyai peranan yang penting di perairan. Fitoplankton adalah sebagai dasar dari rantai makanan (primary producer). Fitoplanktn adalah parameter untuk tingkat kesuburan di perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas dan kepadatan fitoplankton di muara dan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 – Januari 2019 di Desa Kramat. Penelitian ini telah dilaksanakan di 2 stasiun dengan 6 titik. Sampel fitoplankton diambil menguunakan planktonnet 10 mikron, dan dilakukan pengamatan pada mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 22 genus dari 5 kelas fitoplankton yaitu Bacillariophyceae (14), Chlorophyceae (3), Cyanophyceae (1), Mediophyceae (2). Kepadatan dan struktur komunitas fitoplankton yang diperoleh dengan nilai kepadatan pada perairan muara berkisar 78114648 ind/l dan kepadatan pada perairan laut berkisar 10078 - 22813 ind/l dengan tingkat kesuburan perairan mesotrofik – eutrofik. Memiliki struktur komunitas yang relative stabil pada dua stasiun dilihat dari nilai indek keanekaragam, indeks keseragaman dan indeks dominansi masuk dalan kategori sedang sehingga menunjukkan perairan yang relative stabil, juga tidak terdapat genus yang mendominasi atau genus yang hidup dalam tekanan pada habitatnya.

Kata Kunci: fitoplankton, struktur komunitas, muara dan laut


References


Abdiah, N. (2016). Hubungan Kandungan Minyak dengan Kelimpahan Diatom pada Strata Kedalaman di Perairan Tanjung Buton Kabupaten Siak Provinsi Riau. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.

Aidil, M., Sarong, M. A., & Purnawan, S. (2016). Tingkat kesamaan plankton pada ekosistem mangrove Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil (Doctoral dissertation, Syiah Kuala University).

Amin, M.U. (2008). Komposisi dan Keragaman Jenis Plankton di Perairan Teluk Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Torani. 18(2), 129 –135

APHA (American Public Health Association). 1989. Standard methods for the examination of water and waste water. American Public Health Association (APHA). American Water Works Association (AWWA) and Water Pollution Control Federation (WPCF). 17th ed. Washington. 1193 hal.

Arinardi, O.H., Sutomo A.B., Yusuf S.A., Trimaningsih, Asnaryanti E., Riyono S.H. (1997). Kisaran dan kelimpahan komposisi plankton predominan di perairan kawasan timur indonesia. Jakarta : LIPI.

Aryawati, R. (2007). Kelimpahan dan Sebaran Fitoplankton di Perairan Berau Kalimantan Timur. Tesis. Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Bold, H. C. and M. J. Whynne. (1985). Introduction to the Algae: Structure and Reproduction. Sec. ed. Pretice-Hall: New Jersey

Davis, C. C. (1955). The Marine and Fresh Water Plankton. Chicago: Michigan State University Press

Dianthani, D. (2003). Identifikasi jenis plankton di perairan muara badak, kalimantan timur. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 73p.

Effendi, H. (2003). Telah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan

Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Hutabarat, S dan M. S. Evans, (1985). Kunci Identifikasi Zooplankton. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia Press.

Effendy, I. J., & Patadjai, A. B. (2018). Komposisi Jenis dan Kepadatan Bentik Diatom pada Kolektor dan Kaki/otot Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara di Kawasan Sistem IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture) Out Door. Jurnal Media Akuatika, 3(1), 544-555

Leeder, M.R. (1982). Sedimentology, Process and Product. , London tp: 284 : Chapman & Hall, 2-6 Boundaty Row

Malik, A dan Saiful. (2015). Studi Kelimpahan dan Sebaran Phytoplankton Secara Horizontal (Kasus Sungai Kari Lompo Kabupaten Maros). Jurnal Balik Dewa, 6(2), 1-5

Nybakken, J.W. (2005). Marine Biology : An Ecological Approach 6 ed. Pearson Education, Inc.

Odum, E.P., (1993). Dasar-Dasar Ekologi, Ed. III. Terjemahan T. Samingan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Park, K. S., & Shin, H. W. (2007). Studies on phyto-and-zooplankton composition and its relation to fish productivity in a west coast fish pond ecosystem. Journal of Environmental Biology, 28(2), 415.

Pirzan, A. M., & Pong-Masak, P. R. (2008). Hubungan keragaman fitoplankton dengan kualitas air di pulau bauluang, kabupaten takalar, sulawesi selatan. Biodiversitas, 9(3), 217-221.

Rahmatullah. (2016). Pengukuran dan Pengelolaan Risiko pada Supply Chain IKM Intip dengan Pendekatan Metode House of Risk (Studi Kasus: IKM Intip Kota Surakarta). Skripsi.Universitas Muhammadiyah

Raymont, J. E. G. (1980). Plankton and Productivity in the Ocean. New york : Pergamon Press

Rudiyanti, S. (2009). Kualitas perairan sungai Banger Pekalongan berdasarkan indikator biologis. Jurnal Saintek Perikanan, 4(2), 46-52.

Setyobudiandi, I., Sulistiono, F., Yulianda, C. Kusuma, S., Hariadi, A., Damar, A., Sembiring, Bahtiar. (2009). Sampling dan Analisis Data Perikanan dan Kelautan. Bogor: FPIK-IPB

Tomas, C. R. (1997). Identifying Marine Phytoplankton. San Diego- New York- Boston- London- Sydney- Tokyo- Toronto: Academic Press Harcourt & Company.

Tulus, W. (2002). Statistik dalam penelitian psikologi & pendidikan / Tulus Winarsunu. Malang: Universitas Negri Malang Press

Tungka, A. W., Haeruddin, H., & Ain, C. (2016). KONSENTRASI NITRAT DAN ORTOFOSFAT DI MUARA SUNGAI BANJIR KANAL BARAT DAN KAITANNYA DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON Harmful Alga Blooms (HABs) Concentration of Nitrate and Orthophosphate at Banjir Kanal Barat Estuary and their Relationship with the Abundance of Harmful Algae Blooms. SAINTEK PERIKANAN: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 12(1), 40-46.

Wahyuni, S. (2016). Kelimpahan dan Keanekaragaman Gastropoda di Estuari Cipatireman Pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Skripsi. FKIP UNPAS

Widiadmoko, W. (2013). Pemantauan Kualitas Air Secara Fisika dan Kimia di Perairan Teluk Harun. Bandar Lampung: Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung

Widianingsih, W., Hartati, R., Endrawati, H., & Hilal, M. (2011). Kajian Kadar Total Lipid dan Kepadatan Nitzschia sp. yang Dikultur dengan Salinitas yang Berbeda. METANA, 7(01), 29-37

Yuliana. (2007). Struktur komunitas dan kelimpahan fitoplankton dalam kaitannya dengan parameter fisika-kimia perairan di danau Laguna Ternate, Maluku Utara. Jurnal Protein, 14(1), 85-92

Yunus, H.S. (2010). Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Yokyakarta: Pustaka Pelajar


Refbacks

  • There are currently no refbacks.