PEMETAAN GARIS PANTAI BERDASARKAN IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SEDIMEN DASAR DAN HIDROOSEANOGRAFI STUDI KASUS PESISIR GRESIK UTARA

Nanda Cahya Kurniawan, Makhfud Efendy

Abstract


ABSTRACT

 

North Gresik Coastal has a solid activity both in terms of industry, agriculture, and activities in the marine sector. This study aims to examine changes in shoreline patterns based on the characteristics of bottom water sediments. The method used in this research is purposive sampling method with descriptive analysis that is associated with hydro-oceanographic data such as current, tidal, and wave data. Then for taking sediment data is taken by determining 3 stations with 15 points / stations (estuary, waters around the coast, and sea). The sediment distribution from stations 1-3 on the northern coastal area of Gresik is dominated by silt, which is 78.193% and sand only dominates around station 3, which is 98.447%. The hydro-oceanographic factor greatly influences the distribution and characteristics of sediments, and in handling them. Results of changes in coastline from 2014 2018 it’s the highest average abrasion rate occurred in Tanjung Widoro Village, Sub-district Bungah is 0.053 km/ 5years and the highest accretion rate is found in Manyarejo Village, Sub-district Manyar is 0.622 km/5years.

Keywords: Basic Sediment, Coastal, Change of Beach, Hydro-Oceanography

ABSTRAK

Pesisir Gresik utara memiliki memiliki aktivitas yang padat baik segi industri, pertanian, maupun aktivitas dibidang kelautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan pola garis pantai berdasarkan karakteristik sedimen dasar perairan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan analisis deskriptif yang dikaitkan dengan data hidrooseanografi seperti data arus, pasang surut, dan data gelombang. Kemudian untuk pengambilan data sedimen diambil dengan menentukan 3 stasiun dengan 15 titik /stasiun (estuari, perairan sekitar pantai, dan laut). Sebaran sedimen mulai stasiun 1-3 pada daerah pesisir utara gresik didominasi lumpur (silt) yaitu sebesar 78,193% dan pasir (sand) hanya mendominasi disekitar stasiun 3 yaitu 98,447%. Faktor hidro-oseanografi sangat mempengaruhi sebaran dan karakteristik sedimen, dan dalam penanganannya. Hasil perubahan garis pantai dari tahun 2014-2018 yaitu, rata-rata laju abrasi tertinggi terjadi pada Desa Tanjung Widoro Kec. Bungah sebesar 0,053 km/5thn dan rata-rata laju akresi tertinggi terdapat pada Desa Manyarejo Kec.Manyar sebesar 0,622 km/5thn.

Kata Kunci: Sedimen dasar, Perubahan garis pantai, Hidro-oseanografi, Pesisir Gresik utara

References


Gemilang, W. A., Wisha, U. J., & Rahmawan, G. A. (2017). Distribusi sedimen dasar sebagai identifikasi erosi pantai di Kecamatan Brebes menggunakan analisis granulometri. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 10(1), 54-66.

Rifardi, 2008. Tekstur Sedimen: Sampling dan Analisis. Pekanbaru. UNRI Press.

Siregar, C. R. E., Handoyo, G., & Rifai, A. (2014). Studi Pengaruh Faktor Arus Dan Gelombang Terhadap Sebaran Sedimen Dasar Di Perairan Pelabuhan Kaliwungu Kendal. Journal of Oceanography, 3(3), 338-346.

Siswanto, A. D. (2011). Kajian Sebaran Substrat Sedimen Permukaan Dasar di Perairan Pantai Kabupaten Bangkalan. Jurnal Embryo, 8(1).

Tampubolon, S. 2010. Sedimen di Muara Aek Tolang Pandan Sumatra Utara. Skripsi. Ilmu Kealutan UNRI Pekanbaru: tidak diterbitkan.

Wardheni, A., Satriadi, A., & Atmodjo, W. (2014). Studi Arus dan Sebaran Sedimen Dasar di Perairan Pantai Larangan Kabupaten Tegal. Journal of Oceanography, 3(2), 277-283.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.