PENGELOLAAN MANGROVE BERKELANJUTAN UNTUK KEGIATAN EKOWISATA DI PANTAI MENGARE KABUPATEN GRESIK

Sandra Yulianita, Agus Romadhon

Abstract


ABSTRACT

Ecotourism is one of the trip to the nature with goal to conserve nature and the local community prosperity. Mangrove is one of the vegetation that grow on tide area. The purpose of this research is to know the water quality, mangrove type, and suitability of mangrove ecotourism. This research is conduct on the beach of Gresik Regency. The result that obtained from the water quality showed that the water quality is still belongs to the quality standard that set by the ministry of healthy enviorement. The method that were used is by observing on site to determine the type of mangrove on each station I, II and III, the result shows that there are 4 type of mangrove that exist on site which are Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Bruguiera cilyndrica dan Ceriops tagal.the next metode that is to determine the suitability area for ecotourism with mean value of 56.4103% and classified as S2 suitability (suitable). Third method on developing mangrove ecotourism by using AHP (Analytical Hierarchy Process) with expert choice software which each has 3 criteria of ecology, economy, and social. From the expert choice software ecology criteria with 0,637 in score were directed to be the first thing to be developed. Sustainable mangrove ecotourism development is hope to increase local community economy and also keep the sustainability of mangrove ecotourism

Keywords: Mangrove, Sustainability, Ecotourism

ABSTRAK

Ekowisata adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan untuk bertujuan melestarikan alam serta mengkonservasi lingkungan dan kesejahteraan penduduk setempat. Mangrove merupakan tumbuhan yang hidup pada pasang surut air laut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air, jenis mangrove, mengetahui kesesuaian ekowisata mangrove dan arahan pengembangan ekowisata mangrove. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Mengare Kabupaten Gresik. Hasil dari kualitas perairan Pantai Mengare menunjukkan masih sesuai dengan Standart Baku Mutu Perairan yang ditetapkan oleh KEPMEN LH.  Metode  yang digunakan adalah pengamatan secara langsung terhadap jenis mangrove pada setiap stasiun I II dan III, hasilnya ditemukan 4 jenis mangrove diantaranya Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Bruguiera cilyndrica dan Ceriops tagal. Metode selanjutnya menganalisis kesesuaian kawasan untuk ekowisata yang hasil rata-ratanya dengan nilai 56.4103% dan masuk dalam kelas kesesuaian S2 (sesuai). Metode ketiga arahan pengembangan ekowisata mangrove yang menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan sofwtware expert choice yang terdapat 3 kriteria dalam hirarki yaitu ekologi, ekonomi dan sosial. Dari hasil pengelolaan expert choice arahan pengembangan utama untuk pengelolaan mangrove berkelanjutan utama yaitu kriteria ekologi dengan skor 0,637. Pengelolaan mangrove berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat serta dapat sekaligus menjaga kelestarian ekowisata mangrove.

Kata Kunci: Mangrove, Berkelanjutan, Ekowisata

References


Binarwan, R. (2008). Pengembangan Objek Wisata Di Kawasan Pantai Selatan Sukabumi. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 3(1).

Mulyadi, E., Hendriyanto, O., & Fitriani, N. (2010). Konservasi hutan mangrove sebagai ekowisata. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(1), 11-18.

Noor, Y. R., Khazali, M., & Suryadiputra, I. N. N. (2006). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor. Wetlands Internasional Indonesia Programme. Bogor.

Saaty, Thomas L. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin, Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks. Setiono L, penerjemah; Peniwati K, editor. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo. Terjemahan dari: Decision Making for Leaders The Analytical Hierarchy Process for Decissions in Complex World.

Sawitri, R., Bismark, M., & Karlina, E. (2013). Ekosistem Mangrove Sebagai Obyek Wisata Alam Di Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan Di Kota Tarakan (Ecosystem Mangrove as an Ecotourism in Conservation Area for Mangrove and Proboscis Monkey at Tarakan City). J. Penelit. Hutan Konservasi Alam, 10, 297-314.

Setyawan. (2003). Ekosistem Mangrove di Jawa. Biodiversitas. 4(2), 133-144.

Wijayanti, T. (2006). Konservasi Hutan Mangrove Sebagai Wisata Pendidikan. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 1, 15-25.

Yulianda, F. (2007). Ekowisata bahari sebagai alternatif pemanfaatan sumberdaya pesisir berbasis konservasi. [Makalah]. In Disampaikan pada Seminar Sains Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (pp. 119-129)




DOI: https://doi.org/10.21107/juvenil.v1i1.6723

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 INDEXED BY:
ISSN: