ANALISIS KESESUAIAN HABITAT PENELURAN PENYU DI PANTAI SABA, GIANYAR, BALI

Joanna Grace Mansula, Agus Romadhon

Abstract


ABSTRACT

One of the protected marine biota in Indonesia is sea turtles. This is because the number of sea turtle species in the world has been threatened with extinction. Because of it, sea turtle needs more attention from government and non-government agencies related to sea turtle in Indonesia. This concern can be in the form of research conducted to carry out sea turtle conservation. The conservation of sea turtles is very important to do to maintain the survival of sea turtles in their natural habitat so that the population of sea turtles does not decrease. The purpose of this research is 1) Know the quality of the waters at Serangan Beach and Saba Beach. 2) Analyze the suitability of Saba Beach for seaturtle conservation. 3) Identify important coastal factors for sea turtle conservation. This research was carried out structurally using a comparative method, namely comparing stations 1 and 2 where station 1 functions as an example station and station 2 as a test station. This study concludes that 1) the water quality on both coasts is in accordance with the standard quality standards for conservation areas according to Decree of the Minister of Environment number 51 of 2004, 2)Saba Beach is feasible to be used as a sea turtle conservation area and 3) a deterrent factor that makes both stations less well the appropriate conservation area is the presence of vegetation.

Keywords: Conformity analysis, Nesting ground, Seaturtle, Saba Beach

ABSTRAK

Salah satu biota laut yang dilindungi di negara Indonesia adalah penyu. Hal ini dikarenakan jumlah spesies penyu di dunia sudah mengalami ancaman kepunahan. Sehingga perlu perhatian lebih dari instansi pemerintah maupun non pemerintah terkait biota penyu yang ada di Indonesia. Perhatian tersebut dapat berupa penelitian yang dilakukan untuk melakukan konservasi penyu. Konservasi penyu sangat penting untuk dilakukan untuk menjaga keberlangsungan hidup penyu di habitat aslinya sehingga jumlah populasi penyu tidak semakin berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1)Mengetahui kualitas perairan di Pantai Serangan dan Pantai Saba. 2)Menganalisa kesesuaian Pantai Saba untuk konservasi penyu.3)Mengidentifikasi faktor-faktor penting Pantai bagi pelestarian penyu. Penelitian ini dilakukukan secara terstruktur dengan menggunakan metode komparasi yaitu membandingkan stasiun 1 dan 2 dimana stasiun 1 berfungsi sebagai stasiun contoh dan stasiun 2 sebagai stasiun uji. Penelitian ini memperoleh kesimpulan jika kualitas perairan pada kedua pantai sudah sesuai dengan standart baku mutu untuk area konservasi menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 51 tahun 2004, Pantai Saba sudah layak untuk dijadikan area konservasi penyu dan faktor penghambat yang menjadikan kedua stasiun kurang baik untuk menjadi area konservasi yang sesuai adalah keberadaan vegetasi.

Kata kunci: Analisis Kesesuaian, Habitat Peneluran, Penyu, Pantai Saba


References


Anshary, M., Setyawati, T. R., & Yanti, A. H. (2014). Karakteristik pendaratan penyu hijau (Chelonia mydas, Linnaeus 1758) di pesisir pantai Tanjung Kemuning Tanjung Api dan Pantai Belacan kecamatan Paloh kabupaten Sambas. Protobiont, 3(2)., 232-239.

Arianto, A. (2014). Studi Kondisi Biofisik Penyu di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko Propinsi Bengkulu. Skripsi. Padang: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta.

Ario, R., Wibowo, E., Pratikto, I., & Fajar, S. (2016). Pelestarian Habitat Penyu Dari Ancaman Kepunahan Di Turtle Conservation And Education Center (TCEC), Bali. Jurnal Kelautan Tropis, 19(1), 60-66.

Booth, D. T., Burgess, E., McCosker, J., & Lanyon, J. M. (2004, December). The influence of incubation temperature on post-hatching fitness characteristics of turtles. In International Congress Series (Vol. 1275, pp. 226-233). Elsevier.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air: Bagi pengelolaan dan Sumberdaya Lingkungan Perairan. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.

Mukminin, A. (2002). Studi Habitat Peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas, L) di Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bogor: Institut Pertanian Bogor (Skripsi).

Nuitja, I., & Uchida, S. (1982). Preliminary Studies on the Growth and Food Consumption of the Juvenile Loggerhead Turtle, Carreta carreta L. Aquaculture, 27, 157-160.

Pratiwi, B. (2016). Keragaman Penyu dan Karakteristik Habitat Penelurannya di Pekon Muara Tembulih, Ngambur, Pesisir Barat. Skripsi. Bandar Lampung: Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

Putera, A. A., Sulmartiwi, L., & Tjahjaningsih, W. (2015). Pengaruh Kedalaman Sarang Penetasan Penyu Hijau (Chelonia mydas) terhadap masa inkubasi dan Persentase Keberhasilan Penetasan Di Pantai Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 7(2), 195-198.

Ridwan, E. A., Sara, L., Asriyana. (2017). Karakteristik biofisik habitat peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Kampa, Konawe Kepulauan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan. 2(4), 295-305

Rofiah, A., Hartati, R., & Wibowo, E. (2012). Pengaruh Naungan Sarang Terhadap Presentase Telur Penyu Lekang (Lepidochyles olivacea) di Pantai Samas Bantul, Yogyakarta. Journal Of Marine Researh,1(2), 313-318.

Rohim, H., Rifanjani, S., & Erianto. (2017). Studi habitat tempat bertelur penyu Hjau (Chelonia mydas) di kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Tanggamus Pesisir Barat. Jurnal Hutan Lestari, 5, 313-318.

Sepawan, Mat. (2017). Pengaruh Struktur Dan Komposisi Vegetasi Pantai Terhadap Pendaratan Penyu (Cheloniodea) Di Pekon Muara Tembulih Keamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat. Skripsi.Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung:Lampung

Setiawan, R., & Zamdial, d. F. (2018). Studi Karakteristik Habitat Peneluran Penyu di Desa Pekik Nyaring Keamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan, I(1), 59-70.

Simanjuntak, M. (2012). Kualitas Air Laut Ditinjau Dari Aspek Zat Hara, Oksigen Terlarut dan pH diperairan Banggai, Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(2), 290-303.

Susana, T. (2009). Tingkat keasaman (pH) dan Oksigen Terlarut Sebagai Indikator Kualitas Perairan Sekitar Muara Sungai isadane. Jurnal Teknologi Lingkungan, 5(2), 33-39.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.