Pengaruh Kepadatan Yang Berbeda Pada Transportasi Basah Tertutup Terhadap Kelangsungan Hidup Benur Vaname (Litopenaeus vannamei)

Akbar Purnama Putra, Indra Wirawan, Sri Oetami Madyowati

Abstract


ABSTRAK

Komoditas perikanan khususnya benur tidak terlepas dari proses transportasi, akan tetapi pada proses ini sering ditemukan kendala mortalitas benur yang salah satu permasalahanya terkait dengan kepadatan yang berdampak pada persaingan ruang gerak konsumsi oksigen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah kepadatan optimal untuk benur udang vannamei (Litopenaeus vannamei) ukuran pl 7 pada pengangkutan sistem tertutup selama kurang lebih 7 jam pengangkutan. Rancangan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan a: kepadatan 2000 ekor/ liter, perlakuan b : 2500 ekor/L, perlakuan c : 3000 ekor/L, perlakuan d : 3500 ekor/L, perlakuan e : 4000 ekor/L, perlakuan f : 4500 ekor/L. Sampel penelitian ini menggunakan benur vaname pl-7 diperoleh dari upbl situbondo yang kemudian dilakukan proses transportasi menuju ibap prigi dengan durasi waktu 7 jam. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan dianalisis dengan statistik didapati bahwa kepadatan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup benur vaname pl-7 pada pengangkutan dengan sistem basah tertutup dan perlakuan (a) memberi hasil tertinggi dengan nilai kelangsungan hidup sebesar 97,55%. Parameter kualitas air berada dalam kisaran normal yaitu suhu air berkisar antara 23-26 0C, salinitas 31 ppm, ph 7,1 -7,8 dan oksigen terlarut 4-6 ppm

Kata Kunci: benur, Kepadatan, Kelangsungan Hidup, Transportasi, vaname

ABSTRACT

Fishery commodities, especially fry, are inseparable from the transportation process, however, in this process, mortality problems of fry are often found, one of which is related to density which impacts competition for space for oxygen consumption. The purpose of this study was to determine the optimal density for vannamei shrimp fry (Litopenaeus vannamei) size pl 7 in a closed system transportation for approximately 7 hours of transportation. The design used was a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replications. Treatment a: density of 2000 individuals/liter, treatment b: 2500 individuals/liter, treatment c: 3000 individuals/liter, treatment d: 3500 individuals/liter, treatment e: 4000 individuals/liter, treatment f: 4500 individuals/liter. The sample of this study used vaname fry pl-7 obtained from UPBL Situbondo which was then transported to Ibap Prigi with a duration of 7 hours. Based on the results of the research that has been conducted and analyzed statistically, it was found that different desities significantly affected the survival rate of vaname pl-7 fry in transportation using a closed wet system and treatment (a) gave the highest results with a survival rate of 97.55%. Water quality parameters were within the normal range, namely water temperature ranging from 23-26 0C, salinity 31 ppm, pH 7.1-7.8 and dissolved oxygen 4-6 ppm.

Keywords: Fry, Density, Survival, Transportation, Vaname


References


Ahmad, H., Madyowati, S. O., Agustini, M., & Kusyairi, A. (2023). Pengaruh Salinitas Yang Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup Benur Vaname (Litopenaeus vannamei) PL 9 Pada Transportasi dengan Sistem Basah Tertutup. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 4(4), 359-365. https://doi.org/10.21107/juvenil.v4i4.22597

Albab, M. A. U., Sabdaningsih, A., & Prakoso, K. (2025). Pengaruh Kualitas Air Terhadap Laju Pertumbuhan Udang Vaname (Penaeus vannamei Boone, 1931). Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 12(1), 53-63. https://doi.org/10.14710/marj.v12i1.48589

Arsad, S., Afandy, A., Purwadhi, A. P., Betrina, M. V., Saputra, D. K., & Buwono, N. R. (2017). Studi kegiatan budidaya pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan penerapan sistem pemeliharaan berbeda. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 9(1), 1. https://doi.org/10.14710/marj.v12i1.48589

Indonesia, S. N. (2009). Produksi benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar. SNI, 7311, 2009.

Mukminin, Rochmini dan E. Prasetyo. 2018. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) dengan Dosis yang Berbeda sebagai Anestesi dalam Transportasi Calon Induk Ikan Bandeng (Chanos– chanos Forskal). Jurnal Ruaya, 6(2) : 9 – 13.https://doi.org/10.29406/rya.v6i02.1020

Putri, T. L., Minggo, Y. D. B. R., & Iyen, H. (2024). Aplikasi Probiotik dalam Pakan Terhadap Average Daily Growth (Adg) Dan Survival Rate (Sr) Udang Vaname (Litopenaues vaname) di Tambak Intensif Bpbap Takalar, Sulawesi Selatan. Aquanipa-Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan, 6(1).

Permanti, Y. C., Julyantoro, P. G. S., & Pratiwi, M. A. (2018). Pengaruh penambahan Bacillus sp. terhadap kelulushidupan pasca larva udang vannamei (Litopenaeus vannamei) yang terinfeksi vibriosis. Aquatic Sci, 1(1), 91-97.https://doi.org/10.24843/CTAS.2018.v01.i01.p12

Purnamasari, I., Purnama, D., & Utami, M. A. F. (2017). Pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) di tambak intensif. Jurnal enggano, 2(1), 58-67. https://doi.org/10.31186/jenggano.2.1.58-67

Sampaio FDF & Freire CA. 2016. An overview of stress pHysiology of fish transport: changes in water quality as a function of transport duration. Fish and Fisheries, 17, (4), 1055– 1072. https://doi.org/10.1111/faf.12158

Saputra, H. K., Hamka, M. S., Susanti, L., Mulyani, R., Dwiarto, A., & Alam, H. S. (2021). Aplikasi Teknologi Aerasi Dan Bioekonomi Pada Transportasi Benur Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Jarak Pendek Dengan Kepadatan Berbeda. Jurnal Sains Terapan: Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, 11(1), 9-19. https://doi.org/10.29244/jstsv.11.1.9-19

Usman, S., Masriah, A., & Jamaluddin, R. (2022). Pengaruh Padat Tebar Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Post Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang Dipelihara pada Wadah. FISHIANA Journal of Marine and Fisheries, 1(1), 21-32. https://doi.org/10.61169/fishiana.v1i1.10

Yohanista, M., & Minggo, Y. D. (2023). Studi Tebar Benur Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Pada Tambak Pembesaran Di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar (BPBAP), Sulawesi Selatan. AQUANIPA-Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan, 5(1).




DOI: https://doi.org/10.21107/juvenil.v7i1.33035

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 
 INDEXED BY:

           

       
ISSN: 2723-7583