PENGARUH DOSIS EKSTRAK KELENJAR HIPOFISA IKAN MAS TERHADAP PEMIJAHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var. sangkuriang) SECARA SEMI BUATAN

Willem Hendry Siegers, Sahlan M Saleh, Ulin Ayomi

Abstract


ABSTRAK

Pemijahan ikan merupakan salah satu proses tahapan perkembangbiakan induk ikan jantan dan betina yang yang matang gonad. Pemijahan ikan yang sering dilakukan adalah pemijahan secara semi buatan dan buatan dengan menggunakan hormone sintesis seperti ovaprim maupun mengunakan hormone secara alami yang diproduksi oleh kelenjar hipofisa pada ikan donor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak kelenjar hipofisa ikan mas dengan perlakuan dosis 0.5 ml, 1.0 ml, 1.5 ml terhadap derajat pembuahan telur (FR), derajat penetasan (HR), dan kelangsungan hidup (SR) ikan lele sangkuriang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen penyuntikan dosis kelenjar hormone hipofisa ikan mas untuk menganalisis pengaruhnya dalam pemijahan induk ikan lele sangkuriang secara semibuatan. Hasil penelitian terhadap penggunaan dosis kelenjar hipofisa ikan mas untuk pemijahan ikan lele sangkuriang didapat nilai rata-rata derajat pembuahan telur tertinggi pada perlakuan dosis 1.5 ml sebesar 87.1 %, nilai rata-rata derajat penetasan tertinggi pada perlakuan dosis 1.5 ml sebesar 30.7 % dan nilai rata-rata  tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan dosis 1.5 ml sebesar 97.4 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan dosis kelenjar hipofisa ikan mas yang terbaik yaitu pada perlakuan D dengan dosis 1.5 ml.

Kata kunci: Kelenjar hipofisa ikan mas, pemijahan semi buatan, ikan lele sangkuriang

ABSTRACT

Fish spawning is one of the stages breeding process of mature male and female brood fish. Fish spawning that is often done is semi-artificial and artificial spawning using synthetic hormones such as ovaprim or using natural hormones produced by the pituitary gland in donor fish. The purpose of this study was to determine the effect of carp pituitary gland extract with doses of 0.5 ml, 1.0 ml, 1.5 ml on the degree of egg fertilization (FR), hatching rate (HR), and survival (SR) of sangkuriang catfish. The method used was the experimental method of injecting doses of the pituitary gland hormone of carp to analyze its effect on the spawning of the broodstock of sangkuriang catfish in a semi-artificial manner. The results of the study on the use of the pituitary gland dose of carp for spawning sangkuriang catfish obtained the highest average degree of egg growth at the 1.5 ml dose treatment of 87.1%, the highest hatching rate average value at the 1.5 ml dose treatment of 30.7% and the average value The highest average survival rate at a dose of 1.5 ml was 97.4%. The conclusion of this study is the use of the best dose of carp pituitary gland, namely in treatment D with a dose of 1.5 ml.

Keywords: Carp pituitary gland, semi artificial spawning, sangkuriang catfish


References


Anderson, K., Pankhurst, N. W., King, H., & Elizur, A. (2017). Estrogen Therapy Offsets Thermal Impairment of Vitellogenesis, But not Zonagenesis, in Maiden Spawning Female Atlantic Salmon (Salmo salar). PeerJ, 5, e3897.

Andalusia, R., Mubarak, A. S., & Dhamayanti, Y. (2008). Respon Pemberian Ekstrak Hipofisa Ayam Broiler Terhadap Waktu Latensi Keberhasilan Pembuahan Pada Pemijahan Ikan Komet (Carassius auratus auratus). Artikel Berkala Ilmiah Perikanan, 3(1), 21-27.

Aidil, D., Zulfahmi, I., & Muliari. (2016). Pengaruh Suhu Terhadap Derajat Penetasan Telur dan Perkembangan Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var sangkuriang). JESBIO, V(1), 30-33.

Barus, T. A. (2002). Pengantar Limnologi. Jurusan Biologi FP-MIPA Universitas Sumatera Utara, Medan

Boyd, C. E. (1988). Water Qualify in Warm Water Fish Ponds. Fourth Printing. Auburn University Agriculture Experiment Station, Alabama, USA, 359 p.

Tang, U. M., & Affandi, R. (2000). Biologi Reproduksi Ikan. Pusat Penelitian Kawasan Pantai dan Perairan Universitas Riau, Pekan Baru. 166 halaman.

Cahyono, B. (2009). Budidaya Lele dan Betutu (Ikan Langka Bernilai Tinggi). Pustaka Mina, Jakarta.

Chumaidi. (2002). Metode Ekstraksi Untuk Peningkatan Kualitas Ekstrak Hipofisa Ikan. Warta Penelitian Perikanan Indonesia 8(1).

Departemen Pertanian. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius (Anggota IKAPI), Yogyakarta.

Effendi, M. I. (1997). Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama, Jakarta

Effendie, M. I. (1979). Metoda Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri, Bogor. 112 hal.

Effendi, H., Utomo, B. A., Darmawangsa, G. M., & Karo-karo, R. E. (2015). Fitoremediasi Limbah Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) Dengan Kangkung (Ipomea aquatic) dan Pakcoy (Brassica rapa chinensis) Dalam Sistem Resirkulasi. Ecolab, 9(2), 47-104.

Fajaya, Y. (2004). Fisiologi Ikan. PT Rineka Cipta, Jakarta. 179 Halaman.

Gaspers, V. (1995). Teknik Analisis Dalam Penelitian Percobaan. Tarsito, Bandung, ISBN, 9798903056.

Himawan, (2008). Budidaya Lele Sangkuriang. Penebar Swadaya, Jakarta Effendi, H.

Kartamihardja, E. S. (2008). Perubahan Komposisi Komunitas Ikan dan Factor-Faktor Penting Yang Mempengaruhi Selama Empat Puluh Tahun Umur Waduk Ir. H. Djuanda. Jurnal Iktiologi Indonesia, 8(2), 67-78.

Khairuman & Sudenda. (2002). Budidaya Lele Dumbo Secara Intensif. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Khairuman, Amri, K., & Shihombing, T. (2008). Peluang Usaha Budidaya Cacing Sutra, Agromedia Pustaka, Jakarta.

Kusnandar, S. D. (2009). Efek Pemuasaan Terhadap Kinerja Pertumbuhan Lobster Capit Merah Dengan Menggunakan Sistem Edu Talang. Skripsi, Jurusan Perikanan dan Kelautan. Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jendral Sudirman.

Muktiani, A. (2011). Budidaya Lele Sangkuriang di Kolam Terpal. Pustaka Paru Press, Yogyakarta.

Nagahama, Y. (1994). Endocrine Regulation of Gametogenesis in Fish. Int. J. Dev. Biology, 38(2), 217-229.

Nwosu, F. M., & Holzlohnev, S. (2000). Influence of Temperature on Eggs Hatching, Growth and Survival of Larvae of Heterobranchus Logifilis. (Teleostei: Clariidae). Journal of Applied Ichthyology, 16(1), 20-23.

Pamuntjak, W. (2010). Panduan Lengkap dan Praktis Budidaya Lele. Yogyakarta, Pustaka Araska Media Utama.

Sayer, M., Reader, J. P., & Morris, R. (1991). Embryonic and Larval Development of Brown Trout (Salmo trutta L) Exposure to Alliminium, Copper, Lead or Zinc in Soft, Acid Water. Journal of Fish Biology, 38(3), 431-455.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2000). Produksi Induk Ikan Patin Siam (Pangasius hyphthalmus) Kelas Induk Pokok (Parent Stock). SNI, 01-6483.3-2000.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2014). Ikan Lele Dumbo (Clarias sp). Badan Standardisasi Nasional. Jakarta, SNI 6484.3

Sokolowska, Peter, R. E., Nahorniak, C. S., Pan, C. H., Chang, L. W., Crim., & Weil, C. (1984). Induction of Ovulation in Goldfish, Carassius auratus, by Pimozide and Analogues of LH-RH. Aquaculture, 36(1984), 71-83.

Suseno, D. (2003). Pengelolaan Usaha Pembenihan Ikan Mas. Penebar Swadaya. Jakarta, 74 hal.

Sunarma, A. (2004). Peningkatan Produktivitas Usaha Lele Sangkuriang (Clarias sp.). Departeman Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Balai Budidaya Air Taar Sukabumi, Sukabumi, Hal.1-6.




DOI: https://doi.org/10.21107/juvenil.v2i4.12231

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 INDEXED BY:
ISSN: 2723-7583