Demographic Portrait of Corruptors in Indonesia

Khy’sh Nusri Leapatra Chamalinda, Tarjo Tarjo, Bambang Hariyadi

Abstract


Corruption not only cause financial losses to the state but also violates the social and economic rights of society at large. Corruption always draws more attention than other criminal acts (Hartanti, 2005). This research aims to present a demographic portrait of corruptors in Indonesia based on the Decree of Supreme Court of 2015. This research used qualitative method with descriptive analytical approach. There were 92 cases of corruption in the Decree of Supreme Court of 2015 and the number of corruptors analyzed was 106. Informants in this research were psychologists and religious experts. Data collection method for the primary data was interview and the secondary data collection method was investigating decree of Supreme Court documents. The results showed that the majority of corruptors in Indonesia were male (87%), Muslim (74%), aged between 46-55 years old (51%), undergraduates (34%), working as civil servants (45 %), serving as government officials or employees (56%), and working within the scope of government agencies (57%).

Keywords


Demographic, Corruptors, Decree of Supreme Court

Full Text:

PDF

References


ACFE. (2014). Report to The Nations On Occupational Fraud and Abuse. Global Fraud Study.

Apriadi, R. N. (2014). Determinan Terjadinya Fraud Di Institusi Pemerintahan. Universitas Brawijaya Malang.

Azad, M. S., Khan, M., & Akter, S. (2013). Corruption in Islamic Perspective and the Roles of Information and Communication Technology (ICT) to Control It. Islamic Management and Business, Vol.5 No11.

BPS. (2010). Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut. Retrieved April 30, 2016, from http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321&wid=0

Creswell, J. W. (2014). Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Faisol, I. A. (2014). Pengaruh Penerapan E-Procurement Terhadap Pencegahan Fraud Di Sektor Publik. Jurnal Jaffa, Vol.02 No2.

Fajerial, E. (2014). KPK: Banyak Koruptor Muda, Ada Regenerasi Korupsi. Retrieved May 25, 2016, from http://m.tempo.co/read/news/2014/11/10/063620979/kpk-banyak-koruptor-muda-ada-regenerasi-korupsi

Hartanti, E. (2005). Tindak Pidana Korupsi. Jakarta: Sinar Grafika.

ICW. (2014). Tren Pemberantasan Korupsi Tahun 2014. Retrieved February 21, 2016, from http://www.antikorupsi.org/id/doc/tren-korupsi-2014

Kapardis, A., & Kapardis, M. K. (2004). Enhancing Fraud Prevention and Detection by Profiling Fraud Offenders. Criminal Behaviour and Mental Health.

KPMG. (2011). Who Is The Typical Fraudster?. KPMG Analysis Of Global Patterns Of Fraud.

Margaretha. (2013). Mengapa Orang Melakukan Kejahatan? Retrieved March 30, 2016, from http://psikologi.unair.ac.id/artikel-mengapa-orang-melakukan-kejahatan/

Maulia, S. T. (2014). Pengaruh Usia, Pengalaman, Dan Pendidikan Dewan Komisaris Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi empiris pada perusahaan real estate dan property yang go public di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012). Universitas Dipenogoro.

Rahmana, A. F. (2013). Analisis Pola Hubungan Kerugian Negara Akibat Korupsi Dengan Demografi Koruptor di Jawa Timur. Jurnal Sains Dan Seni Pomits, Vol 2 No 2.

Rastika, I. (2013). Orang-orang Pintar Terjerat Korupsi. Retrieved May 10, 2016, from http://nasional.kompas.com/read/2013/08/16/0919579/Orang-orang.Pintar.Terjerat.Korupsi

Rzk. (2014). Ketua KPK: Korupsi Ternyata Meregenerasi. Retrieved May 26, 2015, from http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt54879cbe2fccd/ketua-kpk--korupsi-ternyata-meregenerasi

Saefulloh, M. (2013). Tindak Pidana Korupsi Dalam Perspektif Hukum Islam dan UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Uu No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Uu No. 31 Tahun 1999. Universitas Mataram.

Shadabi, L. (2013). The Impact of Religion on Corruption. The Journal of Business Inquiry, Vol. 12, 102−117.

Singleton, T., & Singleton, A. (2010). Fraud Auditing and Forensic Accounting. USA: Jhon Wiley & Sons.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sumiarti. (2007). Pendidikan Anti Korupsi. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan, Vol12 No2.

Syamsuddin, A. (2011). Tindak Pidana Khusus. Jakarta: Sinar Grafika.

Wilopo. (2006). Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi : Studi pada Perusahaan Publik dan Badan Usaha Milik Negara di Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi (SNA) 9 Padang.

Yanto, O. (2007). Pejabat, korupsi, dan penjara. Retrieved June 16, 2016, from http://www.antikorupsi.org/en/content/pejabat-korupsi-dan-penjara

Zaini, M. (2015). Analisis Pengaruh Fraud Diamond dan Gone Theory Terhadap Academic Fraud (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Se-Madura). Simposium Nasional Akuntansi 18.

ACFE. (2014). Report to The Nations On Occupational Fraud and Abuse. Global Fraud Study.

Apriadi, R. N. (2014). Determinan Terjadinya Fraud Di Institusi Pemerintahan. Universitas Brawijaya Malang.

Azad, M. S., Khan, M., & Akter, S. (2013). Corruption in Islamic Perspective and the Roles of Information and Communication Technology (ICT) to Control It. Islamic Management and Business, Vol.5 No11.

BPS. (2010). Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut. Retrieved April 30, 2016, from http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321&wid=0

Creswell, J. W. (2014). Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Faisol, I. A. (2014). Pengaruh Penerapan E-Procurement Terhadap Pencegahan Fraud Di Sektor Publik. Jurnal Jaffa, Vol.02 No2.

Fajerial, E. (2014). KPK: Banyak Koruptor Muda, Ada Regenerasi Korupsi. Retrieved May 25, 2016, from http://m.tempo.co/read/news/2014/11/10/063620979/kpk-banyak-koruptor-muda-ada-regenerasi-korupsi

Hartanti, E. (2005). Tindak Pidana Korupsi. Jakarta: Sinar Grafika.

ICW. (2014). Tren Pemberantasan Korupsi Tahun 2014. Retrieved February 21, 2016, from http://www.antikorupsi.org/id/doc/tren-korupsi-2014

Kapardis, A., & Kapardis, M. K. (2004). Enhancing Fraud Prevention and Detection by Profiling Fraud Offenders. Criminal Behaviour and Mental Health.

KPMG. (2011). Who Is The Typical Fraudster?. KPMG Analysis Of Global Patterns Of Fraud.

Margaretha. (2013). Mengapa Orang Melakukan Kejahatan? Retrieved March 30, 2016, from http://psikologi.unair.ac.id/artikel-mengapa-orang-melakukan-kejahatan/

Maulia, S. T. (2014). Pengaruh Usia, Pengalaman, Dan Pendidikan Dewan Komisaris Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi empiris pada perusahaan real estate dan property yang go public di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012). Universitas Dipenogoro.

Rahmana, A. F. (2013). Analisis Pola Hubungan Kerugian Negara Akibat Korupsi Dengan Demografi Koruptor di Jawa Timur. Jurnal Sains Dan Seni Pomits, Vol 2 No 2.

Rastika, I. (2013). Orang-orang Pintar Terjerat Korupsi. Retrieved May 10, 2016, from http://nasional.kompas.com/read/2013/08/16/0919579/Orang-orang.Pintar.Terjerat.Korupsi

Rzk. (2014). Ketua KPK: Korupsi Ternyata Meregenerasi. Retrieved May 26, 2015, from http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt54879cbe2fccd/ketua-kpk--korupsi-ternyata-meregenerasi

Saefulloh, M. (2013). Tindak Pidana Korupsi Dalam Perspektif Hukum Islam dan UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Uu No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Uu No. 31 Tahun 1999. Universitas Mataram.

Shadabi, L. (2013). The Impact of Religion on Corruption. The Journal of Business Inquiry, Vol. 12, 102−117.

Singleton, T., & Singleton, A. (2010). Fraud Auditing and Forensic Accounting. USA: Jhon Wiley & Sons.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sumiarti. (2007). Pendidikan Anti Korupsi. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan, Vol12 No2.

Syamsuddin, A. (2011). Tindak Pidana Khusus. Jakarta: Sinar Grafika.

Wilopo. (2006). Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi : Studi pada Perusahaan Publik dan Badan Usaha Milik Negara di Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi (SNA) 9 Padang.

Yanto, O. (2007). Pejabat, korupsi, dan penjara. Retrieved June 16, 2016, from http://www.antikorupsi.org/en/content/pejabat-korupsi-dan-penjara

Zaini, M. (2015). Analisis Pengaruh Fraud Diamond dan Gone Theory Terhadap Academic Fraud (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Se-Madura). Simposium Nasional Akuntansi 18.




DOI: https://doi.org/10.21107/jaffa.v7i1.6144

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.