Mengembangkan Struktur Dan Fungsi Pendidikan Siswa Sebagai Kebutuhan Target Dan Cita-Citanya

Ach. Yulianto

Abstract


Berubahnya pola pikir (mindset) anak-anak ke masa remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya, mulai lingkungan keluarga, teman sepermainan, sekolah, dan media massa. Dalam struktural fungsional masa seperti ini sebagai sebuah tradisi dan akan dinamis jika mengalami disfungsional karena situasi dan kondisinya bersifat anomi; jika dikaitkan dengan pembelajaran, remaja mengalami kebingungan untuk menetapkan tujuan dan cita-citanya. Ada sebagian siswa yang tetap mantap dengan tujuannya namun banyak yang mengalami keraguan, bahkan bisa frustasi terhadap masa depannya. Seperti yang telah Penulis lakukan dengan menanyakan cita-cita anak-anak remaja di tingkat SLTA, mereka rata-rata menjawab cita-citanya dengan abstrak, seperti ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, ingin melanjutkan kuliah entah di mana dan jurusan apa, ada juga yang malu-malu ingin menjawab apa dengan cita-citanya atau siswa ada yang dengan penuh keraguan. Walaupun ada juga sebagian kecil siswa yang menjawab cita-citanya dengan konkret dan penuh percaya diri. Setelah melalui beberapa obeservasi, penulis menjadi sangat heran mengapa jawaban seperti ini bisa terjadi, padahal masa remaja seharusnya adalah masa bersaing (game stage) untuk menunjukkan bahwa siapa sebenarnya dirinya. Oleh karena itu penulis akan merumuskan berbagai permasalahan yang menjadi kebutuhan siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya secara berjenjang sesuai proses tahapan sosialisasi (baca: George Herbert Mead) dan teori kebutuhan hirarki Abraham maslow, sehingga langkah demi langkah para siswa sampai pada puncak hirarki kebutuhan harga diri yang secara otomatis dapat meraih kebutuhan aktualisasi diri. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui (1) penyebab siswa kurang aktif dalam setiap diskusi (2) untuk mengetahui partisipasi aktif menjadi kebutuhan siswa dalam setiap proses pembelajaran. Berdasarkan kajian tujuan tersebut penulis menghasilkan sebuah analisis partisipasi aktif menjadi kebutuhan siswa dalam setiap proses pembelajaran, bahwa siswa berusaha mencari sosok visioner yang dapat dijadikan panutan dalam dirinya untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan seperti dikatakan oleh Abraham Maslow, dalam proses enkulturasi dan sosialisasi dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Oleh karena itu penulis simpulkan sebagai berikut: (1) Siswa kurang aktif karena pribadi introvert, karakter yang tidak kompeten dan mau bersaing serta sistem pembelajaran kurang merangsang siswa untuk berkemauan dan berkompetisi
(2) Agar siswa partisipasi aktif dalam pembelajaran, maka perlu pendekatan dan model pembelajaran yang memotivasi dengan sistem pendekatan saintifik dan model pembelajaran diskusi jigsaw dan bermain peran.


Keywords


Mengembangkan Struktur, Fungsi, Pendidikan Siswa, Kebutuhan, Cita-cita.

Full Text:

PDF

References


De Porter, Bobbi. 2005. Quantum Teaching: Memperaktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Penerjemah Ari Nilandari. Cetakan ke XVII. Bandung: Kaifa PT Mizan Pustaka.

Dryden, Gordon dan Dr. Jeannette Vos. 2001 Revolusi Cara Belajar. Edisi Lengkap. Bandung: Kaifa.

Ginanjar, Ary. 2016. Menjadi Generasi Indonesia Emas 2020. Siaran TVRI Selasa, 25 April 2016 Pukul 20.30.

Hergenhahn, B.R. dan Matthew H. Olson. (Penerjemah: Triwibowo B.S.) 2009. Theories of Learning (Teori Belajar). Jakarta: Kencana.

Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. (Penerjemah: Aminuddin Ram dkk). Tanpa tahun. Sosiologi jilid 1. Edisi keenam. Bandung: Erlangga.

Nurhadi dan Agus Gerrad Senduk. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang.

Purnomo, Eko Nurhaji. Bukan Guru Asal Ngajar. Yogyakarta: Pernerbit Gava Media.

SMAN 1 Sumenep. 2016. Data Siswa Lulusan Perguruan Tinggi Tahun Ajaran 2015-2016.: Sumenep: BK SMAN 1 Sumenep.

Susilo, Rachmad K. Dwi. 2008. 20 Tokoh Sosiologi Modern. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Sutadiputra, Benaldi. 2012. Kompetensi Guru dan Kesehatan Mental. Edisi Revisi. Bandung: Angkasa.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


All publications by DIMENSI - Journal of Sociology are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.