gajahslot mariatogel airbet robopragma wajik77 mposlot https://siapadia.riau.go.id/plugins/pulsa-limaribu/ https://journal.parahikma.ac.id/juaraslot/ https://jurnalbening.uho.ac.id/pages/tm/ http://adj.fkg.unand.ac.id/lib/pkp/alexistoto/ http://inomet.ft.unand.ac.id/locale/bento/ https://jurnal.usk.ac.id/lib/pkp/sbobet88/ https://htn.parahikma.ac.id/sbotop/ https://jurnalbening.uho.ac.id/lib/pkp/bni4d/ https://job.uho.ac.id/lib/pkp/btn4d/ paito hk https://jpi.faterna.unand.ac.id/help/slot99/ ronaldo slot slot gacor malam ini https://elijo.umpwr.ac.id/pages/idnslot/ slot garansi kekalahan slot deposit pulsa indosat slot demo Sbotop alexabet https://siapadia.riau.go.id/dist/mpo-gacor/ VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA ALAM PANTAI PASIR PUTIH DALEGAN GRESIK | Hardiyanti | AGRISCIENCE

VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA ALAM PANTAI PASIR PUTIH DALEGAN GRESIK

Nanin Hardiyanti, Slamet Subari

Abstract


Objek wisata alam merupakan sumberdaya alam sebagai barang publik yang tidak mempunyai harga pasar karena dianggap pemberian Tuhan dan tidak perlu membayar ketika memanfaatkannya. Objek Wisata Pantai Pasir Putih Dalegan merupakan wisata alam berbasis pantai yang terletak di Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai manfaat langsung Pantai Pasir Putih Dalegan; (2) mengetahui nilai manfaat tidak langsung Wisata Pantai Pasir Putih Dalegan; (3) mengetahui nilai total ekonomi dari Wisata Pantai Pasir Putih Dalegan. Metode yang digunakan dalam penelitian valuasi ekonomi ini dengan 2 teknik penilaian yaitu pendekatan harga pasar dan Travel Cost Method (TCM) dengan sampel 48 responden dari pengunjung wisata. Penilaian manfaat langsung dari sumberdaya alam dilokasi wisata yaitu Pohon Waru dan Pasir Pantai dengan pendekatan harga pasar. Penilaian ekonomi tidak langsung dengan metode TCM Travel Cost Method atau berdasarkan biaya perjalanan wisatawan. Hasil penelitian (1) nilai manfaat langsung dari harga jual 90 batang pohon waru dan pasir putih pantai sebesar Rp.301.800.000/tahun; (2) nilai manfaat langsung sebesar Rp.63.589.093.000/tahun; (3) nilai total ekonomi Wisata Pantai Pasir Putih sebesar Rp. 63.890.893.000/tahun. Merekomendasikan penurunan harga tiket atau melakukan; (1) penambahan dan perawatan wahana, pohon, fasilitas (toilet, gazebo, mushola); (2) meningkatkan kebersihan lingkungan wisata; (3) melakukan promosi.

Keywords


Pantai, Valuasi ekonomi, Nilai Manfaat, TCM

Full Text:

PDF

References


Abdillah, N. (2011). Valuasi Hutan Wisata Dumai. Jurnal Bumi Lestari, 11(2), 315–322.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gresik, 2018. (2018). Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik Tahun 2018.

El Bekkay, M., Abedellatif, M., & Faiccedil al, B. (2013). An economic assessment of the Ramsar site of Massa (Morocco) with travel cost and contingent valuation methods. African Journal of Environmental Science and Technology, 7(6), 441–447.

Fauzi, A. (2014). Valuasi Ekonomi Dan Penilaian Kerusakan Sumber Daya Alam Lingkungan. Bogor: IPB Press.

Gaib, A. U. et al. (2017). Valuasi Ekonomi Pariwisata Bahari di Pesisir Pantai Desa Angsana Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. EnviroScientea, 13(1), 33–39.

Gravitiani, E. (2010). Aplikasi Individual Travel Cost Method Di Area Publik. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan., 11(1), 30–37.

Harabah, N. (2010). Penilaian Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove & Aplikasi Dalam Perencanaan Wilayah Pesisir. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hasibuan, B. (2014). Valuasi Ekonomi Lingkungan Nilai Gunaan Langsung Dan Tidak Langsung Komoditas Ekonomi. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 3(2), 113–126.

Khatimah, K, Syaukat, Y & Ismail, A. (2017). Analisis Penilaian Ekonomi Gumuk Pasir Parangtritis di Kecamatan Kretek , Kabupaten Bantul , DIY Economic Analysis of Parangtritis Sand Dunes Managementat Kretek Pendahuluan Tinjauan Literatur. Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 17(2), 138–150.

Khoirudin, R., & Khasanah, U. (2018). Valuasi Ekonomi Objek Wisata Pantai Parangtritis, Bantul Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 18(2), 152.

Mateka, J.A., Indrayani, E., & Harahap, N. (2013). Objek Wisata Pantai Balakambang Kabupaten Malang Jawa Timur. APi Student Journal, 1 (1), 12-22.

Matthew, N. K., Shuib, A., Ramachandran, S., & Mohammad-Afandi, S. H. (2019). Economic valuation using travel cost method (TCM) in Kilim Karst Geoforest Park, Langkawi, Malaysia. Journal of Tropical Forest Science, 31(1), 78–89.

Mustaniroh, S. A., Mulyarto, A. R., & Nurkhasanah, S. (2002). Analisis positioning keripik kentang dengan pendekatan metode multi dimensional scalling di kota batu. Agrointek, 5(2), 98–106.

Nde, T. P. (2011). Non-market Valuation of Beach Recreation using the Travel Cost Method ( TCM ) in the Context of the Developing World : An Application to Visitors of the Ngoé Beach in Kribi , Cameroon . Agricultural Economics and Management, (704), 1–80.

Premono, B. T., & Kunarso, A. (2010). Valuasi Ekonomi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 7(1), 13–23.

Priambodo, O., & Suhartini, S. (2016). Valuasi Ekonomi Kusuma Agrowisata Kota Batu, Jawa Timur. Habitat, 27(3), 122–132.

Rani, D. (2014). Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Studi Kasus: Pantai Lombang). Jurnal Politik Muda, 3(3), 412–421.

Romadhon, A. (2014). Valuasi Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang Di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura. Agriekonomika, 3(2), 142–152.

Saptutyningsih, E., Ningrum, C. M., & Yogyakarta, U. M. (2017). Estimasi Nilai Ekonomi Objek Wisata Pantai Goa Cemara Kabupaten Bantul: Pendekatan Travel Cost Method. Balance, XIV(2), 56–70.

Sihotang, J. S., Wulandari, C., & Herwanti, S. (2014). air terjun Way Lalaan, analisis regresi ganda, biaya perjalanan, nilai air terjun. Sylva Lestari, 2(3), 11–18.

Subari, S. (2007). Valuasi Sumber Daya Alam. Lembaga Penerbit Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang : Malang.

Sugiyono. (2015). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Suparmoko, M. 2002. Penilaian Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan.Yogyakarta: BPFE.

Suzana, B. (2011). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove di Desa Palaes Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. ASE, 7(2), 29–38.

Wahyuni, Y., Intan, E., Putri, K., Simanjuntak, M. H., & Pendahuluan, I. (2014). Valuasi Total Ekonomi Hutan di Kawasan Delta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Penelitian Kehutanan Wallacea, 3(1), 1–12.

Widiastuti, M. M., Ruata, N. N., & Arifin, T. (2016). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Wilayah Pesisir Kabupaten Merauke. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 11(2), 147.

Wilyoto, S. 2017. Pendekatan Pendidikan Orang Rimbo Dan Masyarakat Sekitar Guna Mendukung Pariwisata Budaya Adat. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 11(1), 207-228.

Zaei, M. E., & Zaei, M. E. (2013). The Impacts Of Tourism Industry On HosT. Tourism Hospitality and Research, 1(2), 12–21.

Zulpikar, F., Prasetyo, D. E., Shelvatis, T. V., Komara, K. K., & Pramudawardhani, M. (2017). Valuasi Ekonomi Objek Wisata Berbasis Jasa Lingkungan Menggunakan Metode Biaya Perjalanan di Pantai Batu Karas Kabupaten Pangandaran. Journal of Regional and Rural Development Planning, 1(1), 53.




DOI: https://doi.org/10.21107/agriscience.v1i1.7902

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License