MODEL PEMETAAN POTENSI DAERAH MENUJU KEMANDIRIAN

Zumrotul Fitriyah, Syamsul Huda

Abstract


Dengan munculnya UU No .22 tahun 1999 yang mengatur perlimpahan wewenang dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah serta UUNo.25 tahun 1999 yang mengatur pierimbangan keuangan antara pusat dan daerah khususnya di Kabupaten //kota di Jawa Timur dengan menggembangkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan dari pusat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian daerah  Kabupaten/ Kota di Jatim  Analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif, yaitu analisa yang sifatnya menjelaskan secara uraian atau dalam bentuk kalimat-kalimat dan analisa kuantitatif yaitu analisa dengan menggunakan rumus-rumus dan analisa pasti. Analisa kuantitatif meliputi analisa derajat desentralisasi fiskal untu mengetahui tingkat kemandirian daerah dan potensi ekonomi sektoral di Kabupaten /Kota di Jawa Timur  sehingga dapat mengetahui tingkat kemandirian fiskal dan potensi Ekonomi daerah. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan mengethui pola hubungan yang terjadi antara pemerintah pusat dengan pemerintah di kabupaten /Kota di Jawa Timur  serta formula kebijakan yang tepat untuk pengembangan ekonomi ke depan.

 

With the advent of Law No .22 years 1999 set an authority and responsibility from central government to local government and UUNo.25 1999 governing financial  between the center and regions, especially in the District  city in East Java n local resources and reduce dependence of the center.

           This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that are explained in the description or in the form of sentences

          This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that are explained in the description or in the form of sentences and quantitative analysis, namely analysis using formulas and definite analysis. Quantitative analysis includes the analysis of the degree of fiscal decentralization determine the level of independence of regional and sectoral economic potential in the District East Java so that it can determine the level of fiscal independence and economic potential of the region. Results are expected to be used i pattern of the relationship between the central government and the government in the district / city in East Java as well as the formula right policy for future economic development.

         From this research it is known that the city of Surabaya has a degree of fiscal autonomy for PAD at 48% of revenue while the region Gresik on the degree of fiscal autonomy degree Enough and Sidoarjo district in degrees, please. There are 32 regions in the East dijawa degree of fiscal independence of each very less independent, meaning  of Balance Funds as well as  from centers of poropinsi


Keywords


Desentralisasi fiskal, KemandirianDaerah, Fiscal decentralization, Independence area

Full Text:

PDF

References


Anastasia Sianturi, Sjamsiar Sjamsuddin, Tjahjanulin Domai, 2014, Peran Pendapatan Asli Daerah Dalam Menunjang Desentralisasi Fiskal Dan Pembangunan Daerah (Studi pada dinas Pendapatan Kota Batu), Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.2, No.3, Hal. 557-563.

Anonim,1993,Garis-Garis Besar Haluan Negara,Penerbit Beringin Jaya,Semarang .

,1999,Undang-Undang Otonomi Daerah 1999,Penerbit Kuraiko Pratama,Bandung.

,2005,Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia,Badan Pusat Statistik Daerah Tingkat I Jawa Timur,Surabaya.

,2007,Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia,Badan Pusat Statistik Daerah Tingkat I Jawa Timur,Surabaya.

,2009,Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia,Badan Pusat Statistik Daerah Tingkat I Jawa Timur,Surabaya.

Basri, 1995, Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XXI (Distorsing,Peluang dan Kendala),Penerbit Erlangga,Jakarta.

Bastian,2001,Manual Akuntasi Keuangan Pemerintah Daerah 2001,Penerbit BPFE ,Yogyakarta.

Dasril,Henry & Hessel,2004,Kebijakan & Manajemen Keuangan Daerah,Penerbit YPAPI,Yogyakarta

Elmi,Bchrul,2002,Keuangan Pemerintah Daerah Otonom di Indonesia.Penerbit Universitas Indonesia (UI Press),Jakarta

Ervina Anwar, Anderson Kumenaung, dan Goerge Kawung, 2014, Analisiss Kemandirian Fiskal Tahun 2010-2012 Daerah Kabupaten/Kota Provensi Sulawesi Utara, Jurnal Berskala Efisiensi, IEP – FEB Unsrat Manado

Fuad,2004,Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendpatan Asli Daerah di Jawa Timur,Skripsi,Fakulias Ekonomi Universitas Pembanggunan Nasional “Veteran”Jawa Timur,Surabaya.

Sumarsono Hadi, 2009, Analisis Kemandirian Otonomi Daerah : Kasus Kota Malang (1999-2004), JESP Vol. 1, No. 1, 2009

Halim, Abdul, 2004, Bunga RampaI Manajemen Keuangan Daerah, Yogyakarta, UPP YKPN.

Ibnu Syamsi,1993, Dasar-Dasar Kebijaksanaan Keuangan Negara ,cetakan kedua, Penerbit PT.Bina AksaramJakarta.

Jaka Sriyana, 2011, Disparitas Fiskal Antar Daerah Di Provinsi Jawa Tengah, Jurnal Ekonomi Pembangunan, Volume 12, Nomor 1, Juni 2011, hlm. 56-66

Kaho,Josef Riwu,2005,Prospek Otonomi Daerah,edisi pertama,Penerbit PT.Raja Grafindo Persada,Jakarta.

Khusaini,2006,Ekonomi Publik,Desentralisasi Fiskal dan Pembangunan Daerah,Penerbit BPFE UNIBRAW,Malang.

Kuncoro, Mudrajad, 2004, Otonomi & Pembangunan Daerah Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang, Jakarta : Penerbit Erlangga

Maria Regina Tobi, Farida Idayati, 2016, Analisa Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, Voume, 5, Nomor 8, Agustus 2016.

Mohammad Sholahuddin Yusuf, Sjamsuddin, Tjahjanulin Domai, 2014, Implementasi Kebijakan Verifikasi Perizinan Usaha Guna Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gresik (Studi Pada Badan Penananman Modal Dan Perizinan Kabupaten Gresik), Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 2, No.3, Hal. 550-556

Notoatmodjo, s, 2005, Promosi kesehatan teori dan Aplikasi, Jakarta : PT Rineka

Cipta

Riduansyah, 2003, Kontribusi Pajak Daerah dan Restribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) guna Mendukung Pelaksanaan Otonomi daerah, www.ekonomirakyat.org

Saragih,Panglima,2003,Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah Dalam Otonomi,Jakarta ;Penerbit Ghalia Indonesia

Sugiyono, 2007, Metodologi Penelitian Bisnis, PT. Gramedia, Jakarta

Supriyadi, Armandelis, dan Selamet Rahmadi, 2013, Analisis Desentralisasi Fiskal di Kabupaten Bungo, Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 1, No.1, Juli 2013.

Syaharuddin H, Mappa Nasrun, Alwi, 2009, Analisis Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dalam Pelaksanaan Otonomo Daerah Di KabupatenMamuju Provinsi Sulawesi Barat, https://id.scribd.com/document/111636114/Analisis-Strategi Peningkatan-Pendapatan-Asli-Daerah-Pad-Dalam




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/nbs.v11i2.3451

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Neo-Bis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License

Copyright @ 2015, Faculty of Economics, Trunojoyo University of Madura