PENGARUH KONDISI OSEANOGRAFI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI DAERAH PERAIRAN BATU AMPAR, KEPULAUAN RIAU

Muhammad Zainuddin Lubis, Robby Darlinto Silaban, Amanda T Siboro, Feby Angelin Garizi Siahaan, Wenang Anurogo

Abstract


Dinamika oseanografi perairan timur samudera Hindia dipengaruhi oleh keterkaitan yang kompleks antara gaya penggerak jauh (remote forcing) dari bagian ekuator Samudera Hindia serta pengaruh lokal yang kuat. Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi cuaca yang nyata secara statistik sepanjang periode waktu tertentu (biasanya dekade atau lebih). Hal ini mengakibatkan terjadinya di lapisan atmosfer paling bawah, yaitu fluktuasi curah hujan yang tinggi dan kenaikan muka laut. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan kondisi perubahan iklim terhadap parameter oseanografi. Analisis nilai klorofil-a, suhu permukaan laut dan pasang surut dilakukan untuk melihat perubahan iklim global di perairan Batu Ampar. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa tinggi muka air laut tertinggi yaitu dengan nilai ketinggian adalah 3,1 meter, dengan suhu permukaan laut yang berada pada kisaran 29,50C - 29,750C, pada waktu 00.05-02.55 (1 Agustus 2017 - 1 September 2017). Hasil analisis kondisi oseanografi di perairan Batu Ampar tidak mengalami perubahan secara fluktuatif terhadap perubahan iklim global. 

 

Kata kunci : Iklim, Klorofil-a, Suhu permukaan laut, Pasang surut, Perairan Batu Ampar

ABSTRACT

Oceanographic dynamics of the eastern waters of the Indian Ocean are influenced by the complex interrelationship between the remote forcing of the equatorial parts of the Indian Ocean and strong local influences. Climate change is the long-term change in weather distribution statistically for a certain period of time (mostly in a decade or more). This phenomenon causes the fluctuation of the precipitation and sea level rise. The objective of this research is to examine the climate change condition based on oceanography parameters. Chlorophyll-a, sea surface temperature, and tide value analysis is done to observe the global climate change in Batu Ampar waters. The result of the analysis shows that the maximum sea level is at 3.1 m with sea surface temperature ranges from 29.50C – 29.750C and the sea surface data is taken from August 1st 2017 to September 1st 2017, at 00:05 to 02:55. Thus, the oceanography condition analysis results in Batu Ampar waters does not fluctuate regarding global climate change.

Keywords: Climate, Chlorophyll-a, Sea surface temperature, Tides, Batu Ampar waters


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Daya, A. P., & Lubis, M. Z. (2017). Pemetaan Parameter Oseanografi Fisik Menggunakan Citra Landsat 8 di Wilayah Perairan Nongsa Pulau Batam. Jurnal Integrasi, 9(1), 09-15.

Feng, J. F., & Zhu, L. (2012). Changing trends and relationship between global ocean chlorophyll and sea surface temperature. Procedia Environmental Sciences, 13, 626-631.

Franz, B. A., Werdell, P. J., Meister, G., Bailey, S. W., Eplee, R. E., Feldman, G. C., ... & Thomas, D. (2005, August). The continuity of ocean color measurements from SeaWiFS to MODIS. In Earth Observing Systems X (Vol. 5882, p. 58820W). International Society for Optics and Photonics.

Henson, S. A., Beaulieu, C., & Lampitt, R. (2016). Observing climate change trends in ocean biogeochemistry: when and where. Global change biology, 22(4), 1561-1571.

Khoirunnisa, H., Lubis, M. Z., & Anurogo, W. (2017). The Characteristics of Significant Wave Height and Sea Surface Temperature In The Sunda Strait. GEOSPATIAL INFORMATION, 1(1).

Kunarso, K., Hadi, S., Ningsih, N. S., & Baskoro, M. S. (2012). Variabilitas suhu dan klorofil-a di daerah upwelling pada variasi kejadian ENSO dan IOD di perairan selatan Jawa sampai Timor. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 16(3), 171-180.

Lubis, M. Z., & Khoirunnisa, H. (2016). Dinamika Pantai Praikalogu di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Jurnal Integrasi, 8(2), 125-133.

Lubis, M. Z., Anurogo, W., Kausarian, H., Surya, G., & Choanji, T. (2017). Sea Surface Temperature and Wind Velocity in Batam Waters Its Relation to Indian Ocean Dipole (IOD). Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology, 2(4), 255-263.

Lubis, M. Z., Daya, A. P., Suzita, S., Silaban, R. D., Anjani, M., Perananda, A., ... & Ghazali, M. (2017). Karakteristik Kondisi Fisik Oseanografi Menggunakan Citra Landsat 8 di Laut Batam. Dinamika Maritim, 6(1), 12-17.

Maritorena, S., Siegel, D. A., & Peterson, A. R. (2002). Optimization of a semianalytical ocean color model for global-scale applications. Applied Optics, 41(15), 2705-2714.

Ridha, U., Hartoko, A., & Muskanonfola, M. R. (2013). Analisa sebaran tangkapan ikan lemuru (Sardinella lemuru) berdasarkan data satelit suhu permukaan laut dan klorofil-a di perairan Selat Bali. Management of Aquatic Resources Journal, 2(4), 53-60.

Setyono, H., & Harsono, G. (2014). Dinamika upwelling dan downwelling berdasarkan variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a di perairan Selatan Jawa. Journal of Oceanography, 3(1), 57-66.

Surya, G., Khoirunnisa, H., Lubis, M. Z., Anurogo, W., Hanafi, A., Rizky, F., ... & Mandala, G. F. T. (2017). Karakteristik Suhu Permukaan Laut dan Kecepatan Angin di Perairan Batam Hubungannya dengan Indian Ocean Dipole (IOD). Dinamika Maritim, 6(1), 1-6.

Syahdan, M., Atmadipoera, A. S., Susilo, S. B., & Gaol, J. L. (2014). Variability of surface chlorophyll-a in the Makassar Strait–Java Sea, Indonesia. International J. of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR), 14(2), 103-116.

Yoga, B., Bima, R., Setyono, H., & Harsono, G. (2014). Dinamika Upwelling dan Downwelling Berdasarkan Variabilitas Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-A di Perairan Selatan Jawa. Jurnal Oseanografi, 3(1), 57-66.




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/jk.v11i2.4766

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




 INDEXED BY:
ISSN: 1907-9931 (Print), 2476-9991 (Online)