SIMULASI NUMERIK GELOMBANG (SPECTRAL WAVES) DAN BENCANA ROB MENGGUNAKAN FLEXIBLE MESH DAN DATA ELEVATION MODEL DI PERAIRAN KECAMATAN SAYUNG, DEMAK

Koko Ondara, Ulung Jantama Wisha

Abstract


Pesisir Kecamatan Sayung merupakan wilayah abrasi di Kabupaten Demak yang terkena dampak paling parah dari kenaikan muka air laut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dinamika gelombang yang terjadi pada setiap kondisi pasang surut dan pengaruhnya terhadap rob serta overtopping yang terjadi. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif menggunakan persamaan numerik, simulasi MIKE 21 dan model elevasi ArcGis. Hs tahun 2016 pada pasang purnama 0,015 – 0,359 m dan pada surut purnama 0,009 – 0,358 m. Hasil pengolahan data menunjukkan ada perbedaan yang drastis genangan yang terjadi pada saat pasang dan surut. Luas area model genangan rob pada tahun 2016 sebesar 7200,36 Ha. Untuk jarak terjauh genangan rob dari garis pantai pada tahun 2016 sejauh 10826,7 m. Terdapat peningkatan tinggi gelombang termasuk kondisi pasut purnama dan perbani tiap tahunnya. Hal ini menunjukkan abrasi terjadi di pengaruhi oleh kikisan gelombang yang terjadi secara terus-menerus. Kenaikan muka air laut yang terjadi setiap tahunnya berbanding terbalik dengan luas genangan yang dihasilkan, sehingga perlu dilakukan tindakan yang preventif pada proses tata kelola ruang pesisir. 

 

Kata kunci: model elevasi, gelombang, model numerik, banjir rob, Sayung


NUMERICAL SIMULATION OF SPECTRAL WAVES AND ROB DISASTER USING FLEXIBLE MESH AND DATA ELEVATION MODEL IN WATERS OF SAYUNG DISTRICT, DEMAK

Coastline area in subdistrict Sayung is an abrasion area in Demak which has the worst affected of sea level rise. The purpose of this study to determine the wave dynamics that occur in any tidal conditions and their effects on tidal flood and overtopping happened. The research method is quantitative descriptive using numerical equations, MIKE 21 simulation and ArcGIS elevation models. Hs 2016 on a tide 0.015 to 0.359 m and in full retroactively from 0.009 to 0.358 m. The results of data processing showed no drastic difference puddle that occur at high tide and low tide. The area of tidal inundation model in 2016 amounted to 7200.36 Ha. To the farthest distance from the shoreline tidal inundation in 2016 with a distance of 10826.7 m. There are an increasing wave heights including a full moon and neap tide conditions each year. This shows abrasion occurs is influenced by the piling up of waves that occur continuously. Sea level rise that occurs annually is inversely proportional to the resulting inundation area, so we need a preventive action on the processes of governance of coastal areas. Keywords: elevation models, waves, numerical models, tidal flood, Sayung



Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Arif, M., & Laksmi, L. (2006). Analisa Kesesuaian Perairan Tambak Di Kabupaten Demak Ditinjau Dari Nilai Klorofil-A, Suhu Permukaan Peraian Dan Muatan Padatan Tersuspensi Menggunakan Data Citra Satelit Landsat ETM 7+. Jurnal Penginderaan Jauh. LAPAN

Asyiah, S., Rindarjono, M., & Muryani, C. (2015). Analisis Perubahan Permukiman Dan Karakteristik Permukiman Kumuh Akibat Abrasi Dan Inundasi Di Pesisir Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Tahun 2003 – 2013. Jurnal Geoeco, I. UNS

Coastal Hydrolic Laboratory (CHL). (2002). Coastal Engineering Manuals. US Army Coastal Engineering Research Center, Washington.

Desmawan, B. K. (2014). Adaptasi Masyarakat Kawasan Pesisir Terhadap Banjir Rob Di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Jurnal Bumi Indonesia, UGM.

Diposaptono, S., Budiman, & Firdaus, A. 2009. Menyiasati Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Buku Ilmiah Populer, Bogor, hlm. 50-133.

Hakim, I., Fiqigozari, M., Pranoto, S., & Nugroho, P. (2014). Perencanaan Perlindungan Pantai Demak. Jurnal karya Teknik Sipil. Universitas Gajah Mada

Istiqomah, S., Sasmito, B., Ammourahman, F. (2016). Pemantauan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Aplikasi DSAS Studi Kasus: Pesisir Kabupaten Demak. Jurnal Geodesi. UNDIP

Manumono, D. (2007). Dampak Abrasi Dan ROB Terhadap Perilaku Masyarakat Kawasan Pesisir Di Kabupaten Demak. Instiper. Yogyakarta.

Peterson, O. S. (2013). Model and Modellers for Coastal Floading. Research Coastal and Estuari Engineering, DHI.

Pethick, J. (1984). An introduction to coastal geomorphology. Edward Arnold, Maryland.

Pratomoatmojo, N. A., & Sianturi, R. S. (2011). Facing climate change: coping strategies by coastal communities in Sayung-Demak, Indonesia. CNRD Brief.

Sudradjat, C., Syahril, B. K., & Kardhana, H. (2014). Kajian Sedimentasi Di Sekitar Muara Sungai Wanggu Kecamatan Sayung Jawa Tengah. Institut Teknologi Bandung

Triatmodjo, B. (1999). Teknik Pantai. Yogyakarta: Beta Offset.

Wibowo, Y. A. (2012). Dinamika Pantai (Abrasi dan Sedimentasi). FTIK Universitas Hang Tuah, Surabaya.

http://news.detik.com/berita/3232049/banjir-rob-di-semarang-jalur-pantura-macet-panjang. Diakses pada 15 Juli 2016




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/jk.v9i2.1694

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




 INDEXED BY:
ISSN: 1907-9931 (Print), 2476-9991 (Online)